Jumat , 19 Januari 2018

Banteng Dukung Rahmat Effendi, Kader PDIP Pilih Mundur

 

Calon Walikota Bekasi, Rahmat Effendi

Thejak.co-Perhelatan pilkada Kota Bekasi menjadi mudah diprediksi setelah PDIP tidak ikut dalam perhelatan pesta rakyat yang digelar lima tahun sekali.

Sebab, head to head antaran petahana yakni Rahmat Effendi dan Nur Supriyono bukanlah lawan tanding yang imbang. Logikanya perlu energi yang besar buat Nur Supriyono yang merupakan kader PKS untuk menumbangkan Rahmat Effendi alias Pepen.

Beberapa beberapa kalangan pun curiga bahwa pertarungan head to head  bukan pertarungan serius tetapi pertarungan setingan guna memuluskan jalan petahana duduk di kursi empuk sebagai kepala pemerintahan Kota Bekasi.

head to head  ‘setingan’ ini pun juga membawa luka kader PDIP. Sebagai selaku partai penguasa di Kota Patriot ternyata PDIP mengusung petahana.

Salah satu tokoh yang kecewa yakni Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Hiu Hindiana yang secara resmi mengundurkan diri karena kecewa dengan sikap rekan-rekannya yang tiket untuk petahana untuk duduk dalam kursi kekuasaan.

“Saya melawan dan menolak mendukung Petahana yang diusung oleh PDIP semua ini adalah sikap politik saya. Semua itu saya buktikan dan mengorbankan keluar dari karir politik saya sebagai pengurus DPC PDIP, saya rela keluar dari karir politik karena saya mempunyai prinsip” kata Hiu, Jumat (13/1).

Terpisah, Ricky Tambunan sebut rekom DPC PDIP Kota Bekasi untuk petahana ‘Abal-abal’. Diceritakannya bahwa semula rekom diberikan ke, Hj. Sumiati tidak dikonfirmasi, karena dikeluarkan pukul 16:00 Wib dan dibatalkan pada pukul 19:00 WIB. “Lalu, dikeluarkan keputusan yang dikeluarkan yang katanya oleh DPP PDIP lewat Ketua DPC PDIP Kota Bekasi, Anim untuk mengusung petahana Rahmat Effendi-Tri pada pukul 21:00 wib. Bukankah itu disebut abal-abal dan ditolak pula oleh para mitra koalisi,” ujarnya.

“Ingat, PDIP memiliki aturan sebagai partai modern. Jadi saya tidak yakin bahwa rekom tersebut untuk bergabung dengan pasangan petahana dari DPP,” tegas dia.

Ia juga menambahkan, seharusnya terkait rekom tersebut harus dikonfirmasi terlebih dahulu ke yang bersangkutan (Hj. Sumiati). “DPC PDIP Kota Bekasi harus bertanggung jawab soal kegagalan di Pilkada 2018 Kota Bekasi ini,” cetusnya. JAK

Share

Check Also

PARTAI HANURA RESMI ‘DIBELAH’

      thejak.co – Mulai saat ini, Partai Hanura resmi terbelah menjadi dua. Yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *