Minggu , 18 Februari 2018

Polisi Dipersilakan Usut Dugaan Penganiyaan Anggota Satpol PP

thejak.co – Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko blunder. Mantan Camat Penjaringan yang sempat terkenal dengan julukan “pejabat koboy” ini, dilaporkan anak buahnya ke Polda Metro Jaya.

Dalam laporan polisi bernomor: 320/I/2018/PMJ/DitReskrimum Polda Metro Jaya tertanggal 17 Januari 2018, dituliskan dugaan penganiayaan terjadi pada 14 Januari pukul 18.00 WIB di ruang Satpol PP Jakarta Pusat.

Wasnadi, anggota Satpol PP yang melaporkannya, mengaku mengalami luka di pelipis dan dagu, serta memar di punggung. Kabarnya, penyebab penganiayaan diduga terkait barang sitaan reklame di gudang. Kabarnya, barang yang disita itu bisa ke luar, dan korban dituding membocorkan informasi ini ke media.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno terkejut mendengar dugaan penganiyaan yang dilakukan Kasatpol PP terhadap anak buahnya.

Sandi pun mempersilakan kepolisian untuk mengusut laporan itu. Sandi berjanji tidak akan menghalangi polisi dalam menyelidiki dugaan kasus penganiayaan tersebut.

“Saya memberikan ruang yang sangat luas untuk kepolisian untuk mengusut (Kasus itu),” kata Sandi di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/1).

Langkah itu, kata Sandi, agar menjadi pelajaran kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk lebih membina anak buahnya secara harmonis. Sebab, pihaknya tak ingin melihat ada seorang pimpinan yang berbuat arogan terhadap bawahannya.

“Ini pembelajaran juga buat kita semua, bahwa pemprov DKI untuk mengelola anak buah yang lebih harmonis ke depan,” terangnya.

Sandi mengaku akan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah dalam menyikapi kasus tersebut. Dirinya pun hingga kini belum menerima laporan atas kasus yang menimpa Yani Wahyu Purwoko yang sudah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

“Saya mengusung praduga tak bersalah,” jelasnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan soal laporan tersebut.
“Benar (soal laporan itu). Sedang kami selidiki,” ujarnya saat dihubungi.

Argo mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Minggu (14/1) lalu di ruang posko PTI (Satpol PP), Jakarta Pusat.

Argo mengaku akan menyampaikan kronologi detail jika petugas rampung memeriksa Wasnadi sebagai pelapor.
Polisi kini belum dapat merinci soal penyebab dugaan penganiayaan tersebut.

“Belum dapat kami sampaikan karena belum ada pemeriksaan terhadap korban. Penyelidikan masih berlangsung,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu menduga ada aktor intelektual di belakang laporan kasus dirinya ke Polda Metro Jaya. Ia membantah telah melakukan tindakan kekerasan terhadap anak buahnya.

“ini jangan-jangan ada sutradaranya nih. Mau di gembosi apalagi nih saya,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan. JAK

Share

Check Also

Ribka Tjiptaning: Persoalan di Asmat Memerlukan Komitmen Tinggi

thejak.co – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang  Sosial dan Penanggulangan Bencana, Ribka Tjiptaning mengingatkan Kementerian ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *