Sabtu , 6 Januari 2018

Rahmat Effendi Dipastikan Dapat Rekom dari DPP Golkar

Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat bersama Ketum Golkar Airlangga.

THEJAKKetua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Bekas, Rahmat Effendi dipastikan bakal melenggang untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 27 Juni mendatang. Hal tersebut berdasarkan informasi yang diterima dari salah satu pengurus DPP Partai Golkar bahwa Walikota Bekasi itu dikabarkan telah mendapatkan rekom dari Ketua Umum.

“Ya jelas lah, dilihat dari tiga sudut pandang baik itu popularitas, elektabilitas maupun akseptabilitas Rahmat Effendi saat ini dinilai sosok yang paling populer di kalangan kader Golkar di Kota Bekasi,” ungkap salah satu sumber DPP yang enggan disebut namanya,  Jumat, (5/1).

Namun demikian, kata dia, dalam politik terkadang tidak bisa ditebak, bisa saja akan muncul tokoh lain selain Pepen, (Rahmat Effendi). Akan tetapi dengan kondisi kota Bekasi yang saat ini banyak perubahan, tidak ada alasan DPP untuk tidak mendukungnya.

“Mungkin ada beberapa pertimbangan DPP dalam mendukung siapa kader yang bakal di usungnya. Karena sudah menjadi tradisi di partai karya kekaryaan ini, setiap mengusung salah satu calon tetap mengacu kepada hasil survei. Untuk Pilkada Kota Bekasi, Pepen lah sosok yang paling populer. Selain terobosannya selama ini dinilai pro kerakyatan dengan adanya Kartu Sehat (KS) berbasis NIK, selain itu pembangunan infrastruktur juga menjadi program unggulan yang menjadi respon positif bagi publik,” jelasnya.

Sebelumnya, Rahmat Effendi yang merupakan petahana, sempat digadang-gadang bakal menggandeng Sutriono, kader PKS dan anggota DPR-RI, namun nampaknya juga bakal batal. Hal itu disinyalir karena adanya kesepakatan koalisi bersama di tingkat pusat antara PKS, Gerindra dan PAN, yang akan mengawal sejumlah pemilihan Kepala Daerah di lima provinsi.

Bahkan sempat santer bahwa calon dari petahana akan menggandeng Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tri Ardiyanto yang di usung Partai  Demokrat untuk mendampinginya di Pilkada 2018 ini.

Menanggapi dinamika politik berkembang di Kota Bekasi, pengamat politik dan kebijakan publik Dr. Adi Suparto mengatakan  dalam dunia politik sejatinya tidak ada yang bersifat permanen.

“Terlebih, setelah mengikuti dinamika politik di tingkat nasional, pergeserannya sangat cepat sekali. Kemudian, terkait dengan perkemangan pasangan calon yang akan maju di Pilkada Kota Bekasi ini, tentunya sangat menarik untuk di ikuti, karena Kota Bekasi ini merupakan daerah penyangga dan dinamika yang berkembang di kota pateriot ini tentunya sangat dinamis, tidak jauh dari Jakarta,” ungkap dosen pasca sarjana ini.

Selain itu, kata Adi, budaya adanya mahar politik di beberapa partai tertentu juga menjadi salah satu faktor penyebab memanasnya suhu politik di suatu daerah.

“Terkait dengan wacana calon dari incumbent yang bakal menggendeng Kepala Dinas PUPR menurut kami sah-sah saja sepanjang si calon tersebut memiliki kemampuan. Selain itu, mengambil calon dari kalangan internal SKPD merupakan cara yang ampuh dalam meminimalisir anggaran, seperti adanya mahar politik,” tandas Adi.

HDS

Share

Check Also

Polda Metro Jaya Konfrotir Korban dan Terduga Perampasan Tanah di Ciputat

  Thejak.co – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memanggil semua pihak terkait ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *