Senin , 29 Januari 2018

Sandiaga Minta Dukungan Turunkan Harga Beras

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Pasar Beras Cipinang.

thejak.co – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memastikan harga pangan di Jakarta akan stabil seperti semula. Namun, untuk menurunkan harga tersebut, Sandiaga meminta dukungan dari BUMD yang mengurusi pangan di DKI Jakarta.

Hal itu diungkapkan Sandiaga dalam Rapat Koordinasi dengan BUMD Cluster Pangan langsung di Gudang Stock Beras Food Station Tjipinang Jaya, Pisangan Timur, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Ia pun berharap BUMD pangan saling berkoordinasi untuk mengendalikan harga dan mengamankan stok pangan.

“Sekarang saya deklarasikan harga beras akan turun, akan stabil. Nah itu butuh dukungan semua,” kata Sandiaga di lokasi, Rabu (24/1).

Sandiaga juga meminta kepada BUMD untuk tidak ragu melaporkan jika memiliki kendala dalam stok atau penyediaan pangan. Jika komunikasi terus dilakukan ini dapat meminimalisir kekurangan stok.

“Bu Marina (Direktur Utama PD Dharma Jaya) kalau ada masalah ayam, cepat ngomong dong. Berbicara sehingga kita semua keroyokin.

Kurang duit kek. Kurang outlet. Kurang tadi 10 ton jadi 5 ton. Let me know. Enggak ada yang terlalu kecil kalau untuk urusan pangan, semuanya penting,” jelasnya.

Khusus untuk beras, Sandiaga juga bisa menjamin jika stok aman dan harga akan turun. Hal ini karena panen raya akan segera datang, otomatis persediaan tercukupi.

“Kita bisa prediksi harga akan stabil, terkontrol dan masyarakat Jakarta bisa bernapas lega. Bernapas lega bahwa panen akan tiba dan solusi berjalan. Kita utamakan produksi-produksi dari petani-petani putra putri bangsa kita,” katanya.

Terkait harga beras, Dirut Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi mengatakan harga beras akan segera turun. Sebab kurang lebih satu bulan lagi akan memasuki masa panen raya di Indonesia.

“Ya satu setengah bulan ke depan panen raya jadi sudah enggak perlu khawatir lagi, satu setengah bulan ke depan panen raya,” katanya.

Dia menjelaskan untuk sentra produksi seperti Kudus, Demak, Bojonegoro, Pati akan segera panen, sedangkan di Purworejo sudah mulai panen. Hal ini membuat harga gabah yang tadinya sekitar Rp 6.200-Rp 6.300 sudah mulai turun saat ini kisarannya di Rp 5.900-Rp 5.300.

Sehingga harga beras diprediksi turun dari kisaran Rp 12.975 menjadi Rp 10.500-Rp 11.500.

Terkait polemik impor beras yang dilakukan pemerintah pusat, Arief menjelaskan tidak ikut campur yang dia pastikan stok beras di Pasar

Induk Beras Cipinang aman terkendali. “Kita enggak ada polemik impor segala macam yang penting di Cipinang kita stoknya di atas 25.000 ton,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Ketahahan Pangan (KPKP) Darjamuni, mengatakan untuk lahan pertanian yang ada di Jakarta terdapat 300 hektare sawah.

Namun itu masih dikelola pihak lain, untuk lahan yang dikelola oleh Pemprov sendiri seluas 5 hektare yang berada di daerah Cakung Jakarta Timur.

“5 Hektare tidak akan berubah peruntukannya kecuali untuk sawah, kalau yang lain kita sangat tergantung karena itu lahan pengembang yang kita gunakan sebelum mereka bangun,” katanya. JAK/AZS

Share

Check Also

Anies-Sandi Dibully, Bamus Betawi: Kasih Mereka Kesempatan

TheJak РBadan Musyawarah (Bamus) Betawi meminta  kepada semua pihak agar memberikan kesempatan kepada Anies-Sandi. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *