Jumat , 19 Januari 2018

Tower Mikrocell Bikin Jakarta Carut Marut

thejak.co – Kalangan DPRD DKI masih menyoal keberadaan tower mikrocell ilegal di sejumlah ruas Ibu Kota. Dewan geram tower milik penyedia jaringan internet itu telah membuat Kota Jakarta carut marut.

Ketua Komisi A DPRD DKI, Riano P Ahmad mengatakan, selain juga melanggar ketentuan Pergub DKI nomor 195 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penempatan Jaringan Utilitas? sebagian besar tiang mikrocell juga ?merusak estetika dan keindahan Ibu Kota Jakarta. ?

“Katanya Pergub 195/2010 jadi dasar pendiriannya, kok dilanggar juga? Ini jelas nggak benar,” kata Riano ketika dihubungi? wartawan, Minggu (31/12/2017).

Riano menjelaskan, pasal 7 ayat 2 huruf a Pergub 195/2010 menyebut bahwa ‘desain dan tata letak penempatan bangunan-bangunan pelengkap harus disesuaikan dengan estetika lingkungan di sekitarnya’.

Aturan ini, kata dia, diperkuat dengan pasal 13 ayat 3 Pergub nomor 14 tahun 2014 tentang penyelenggaraan menara telekomunikasi yang berbunyi ‘pembangunan menara sebagaimana pada ayat 1 harus direalisasikan dalam bentuk kamuflase (bebas visual dengan rekayasa teknis) untuk mempertahankan estetika kota.

“Jadi, tiang-tiang mikrocell itu harusnya berkamuflase. Kalau disekitarnya taman atau jajaran pohon, ya tiangnya harus seperti pohon. Kalau di sekitarnya banyak penerangan jalan umum (PJU), ya tiangnya harus seperti PJU juga,” ungkap politisi PPP ini.?

Akan tetapi, menurut Riano, ?di lapangan banyak ditemukan tiang mikrocell tak berkamuflase.

Salah satunya di median Jalan Jenderal Sudirman, yang banyak berjajar tiang mikrocell tanpa kamuflase.

“Itu jalan protokol loh. Tiang mikrocell berdiri begitu saja dengan perangkat telekomunikasi yang menempel acak-acakan. Rusak estetika Jakarta. Ingat, Jakarta ini mau jadi tuan rumah Asian Games tahun 2018,” tegas Riano.

Karenanya, Riano mengaku akan membawa soal kamuflase tiang mikrocell tersebut ke Pansus tiang mikrocell yang terbentuk awal Januari 2018.

“Akan kita pertanyakan ke SKPD terkait. Bagaimana pengawasan mereka selama ini,” kata Riano.

Riano menduga, perusahaan penyedia menara telekomunikasi enggan memakai tiang mikrocell kamuflase karena harganya lebih mahal.

“Ini kan mau untung besar saja pengusahanya. Korbannya estetika kota Jakarta jadi rusak. Ini tidak boleh dibiarkan,” ucap Riano.

Semestinya, tambah Riano, Pemprov DKI mengawasi secara maksimal setiap perusahaan dalam memilih tiang mikrocellnya.
?

“Pengawasan Pemprov DKI lemah sekali ini. Pertanyaannya, ada apa kok bisa lemah begini? Pura-pura nggak tahu atau bagaimana?. Ini akan kita bahas di Pansus,” ucap Riano

Sementara Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik, tak mau ambil pusing. ?”Kalau melanggar kayak begitu ya tebang aja sudah tiangnya,” kata Taufik.

Keberadaan tiang mikrocell tengah disorot habis-habisan oleh Pemprov DKI setelah ketahuan tak membayar sewa aset lahan ke Pemprov. ?Padahal, 7.000 tiang mikrocell di Jakarta seluruhnya berdiri di aset lahan Pemprov. JAK

Share

Check Also

Pedagang Blok G Adukan Kebijakan Anies-Sandi

thejak.co – Kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies-Sandi dalam menata kawasan Tanah Abang, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *