Selasa , 20 Februari 2018

Ya Ampun, Kasatpol PP DKI ‘Digoyang’ dari Dalam?

Kasatpol PP DKI Yani Wahyu Purwoko saat menemani Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno lari pagi.

thejak.co – Jelang perombakan pejabat dilingkungan Pemprov DKI jilid II, tensi di sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) cukup hangat. Seperti yang terjadi di lingkungan satpol PP DKI Jakarta.

Kepala Satpol PP DKI Yani Wahyu Purwoko beberapa waktu lalu disibukkan dengan mencuatnya dua kasus yang terjadi diinternal Satpol PP.  Apakah kursi kasatpol PP DKI sedang ‘digoyang’ dari dalam?

Pengamat politik, Sugiyanto mengungkapkan jelang perombakan pejabat DKI biasanya memang suka terjadi manuver dari pihak-pihak tertentu. Terkait dinamika yang terjadi dilingkup Satpol PP DKI, pria yang akrab disapa SGY ini menduga bisa saja terkait hal tersebut.

“Saya menduga dinamika yang terjadi di Satpol PP DKI lantaran ada pihak-pihak tertentu yang ingin ‘menggoyang’ kepemimpinan Yani Wahyu.

Bisa saja dari luar, atau mungkin juga dari dalam. Makanya, sejumlah kasus dimunculkan ke publik,” ujarnya saat berbincang dengan The Jak kemarin.

SGY menduga, dengan dicuatkannya kasus-kasus tersebut oleh pihak-pihak tertentu diharapkan dapat menggembosi citra Kasatpol PP saat ini dimata Gubernur Anies Baswedan dan Wakil gubernur Sandiaga Uno.

“Saya rasa cara-cara tersebut sudah tidak mempan. Anies-Sandi itu pemimpin jaman now, jadi dalam melakukan perombakan pejabat pasti berbasis kinerja dan kapabilitas.

Bukan dengan cara-cara ‘black campaigne’ seperti itu. Lagipula selama menjabat Kasatpol PP, Yani Wahyu kinerjanya sangat baik,” bebernya.

Untuk itu, SGY mengingatkan bahwa perombakan pejabat itu merupakan hak prerogatif Gubernur. Jadi diharapkan kepada jajaran SKPD untuk menunjukkan kinerja dan prestasinya agar bisa dilirik dan masuk kabinet jaman now.

“Bukan malah sibuk bermanuver dengan cara-cara kotor dengan menjatuhkan citra orang lain,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, kasus yang terjadi dilingkungan satpol PP DKI. Yang pertama terkait kabar tiang reklame di kawasan Hayam Wuruk.

Kemudian,  kasus anggota satpol PP DKI Jakarta melaporkan kepala satpol PP DKI Jakarta Yani Wahyu Purwoko ke direktoral resserse kriminal umum (dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (17/1).

Terkait hal ini, saat dikonfirmasi wartawan, Kasatpol PP DKI Yani Wahyu Purwoko menjelaskan bahwa tiang reklame yang ramai diberitakan itu merupakan tiang yang ditebang sendiri oleh pemiliknya, bukan oleh Satpol PP.

Tetapi  karena keberadaannya menggangu estetika kota, makanya tiang-tiang tersebut disimpan di gudang induk Satpol PP dikawasan Cakung, Jakarta Timur.

“Pasca ditebang, tiang-tiang tersebut tidak langsung dirapikan oleh pemiliknya. Karena berantakan dan dapat membahayakan, saya diperintahkan asisten pembangunan untuk merapikannya. Akhirnya, tiang-tiang tersebut saya simpan di gudang induk Satpol PP dikawasan Cakung,” ujarnya.

Nah, setelah beberapa waktu disimpan kemudian pemilik ingin mengambil kembali tiang-tiang tersebut.

“Karena memang tiang-tiang tersebut bukan milik Satpol PP, makanya ketika diminta kembali ya kami berikan. Ada pihak-pihak tertentu yang menyebarkan isu seolah-olah saya menjualbelikan besi tiang reklame tersebut,” bebernya.

Sementara itu, terkait laporan dugaan penganiayaan, Yani Wahyu membantahnya. “Penganiayaan gimana? Saya cuma mendorong. Itu juga dalam rangka pembinaan internal. Lagipula banyak saksi yang melihat kok,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Yani menceritakan jadi pada Senin (15/1) sore sekitar pukul 18.00 WIB, dirinya memanggil beberapa anak buahnya terkait mencuatnya kabar penjualan besi reklame beberapa waktu lalu.

“Jadi saya kumpulkan anak buah saya untuk mencari tahu kabar tersebut. Saya menduga ada ‘motif’ lain dari pelaporan ini,” duganya. DRI

Share

Check Also

Soal Banjir, Jangan Salahkan Gubernur

thejak.co – Jakarta masih dilanda banjir. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno meminta ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *