Jumat , 20 Juli 2018

Elektabilitas Ridwan Kamil Merosot

Ridwan Kamil bersama Uu Ruzhanul Ulum.

thejak.co – Elektabilitas Ridwan Kamil terjun bebas. Menurut survei yang dilakukan oleh Indonesia Strategic Institute (Instrat) hal ini disebabkan karena pencitraan dan salah memilih pasangan.

Menurut penuturan dari kata Sosial Analis Instrat Adi Nugroho di Hotel Sawunggaling, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (8/2) tidak tanggung-tanggung, Ridwan Kamil mengalami penurunan elektabilitas hingga 2,5 persen.

Sebab, menurut data yang dimiliki mereka pada pada 2016 dan 2017 mencapai 28 persen, sementara Uu Ruzhanul Ulum  alias Uu hanya 1 persen. Namun, ketika dipasangkan, elektabilitas Ridwan-Uu hanya 25,6 persen.

“Terdapat kecenderungan Ridwan Kamil mengalami kerugian berupa stagnasi elektabilitas setelah berpasangan dengan Uu, malah cenderung menurun,” kata dia yang mengaku  kalau survei yang digelarnua melalui cara face to face dan melibatkan responden sebanyak 1.800 di 225 kecamatan dari 27 kabupaten dan kota di Jabar mulai 27-30 Januari 2018. Dengan margin of error sebesar 2,31 persen.

“Jadi sebagian pendukung Ridwan Kamil ini kurang setuju ketika pasangannya Uu, mereka menilai jomplang. Sedangkan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi saling melengkapi, menunjukkan mereka punya basis dan segmentasi masing-masing,” tutur Adi.

Meski mengalami penurunan, tetapi tetapi posisi Ridwan Kamil masih sebagai juara di Jawa Barat. Saat ini Deddy-Dedi meraih elektabilitas 24,1 persen, Sudrajat-Syaikhu 2,1 persen dan TB Hasanuddin-Anton 1,9 persen.

Selain mengalami penurunan karena salah memilih pasangan, menurut Lembaga Riset Veritas kinerja Ridwan Kamil semasa menjabat sebagai Walikota Bandung ternyata tidak memuaskan.

Direktur Veritas Syahid Irfan Mubarok menyebut berdasarkan rilis Laporan Survei Evaluasi Kinerja Pemkot Bandung 2013-2018 periode survei Oktober 2017-Januari 2018 terhadap 320 responden ternyata Ridwan Kamil hanya mampu melakukan pembangunan fisik tetapi kesejahteraan masyarakat tidak terpenuhi dengan baik.

“Hasil survei menyebut kesejahteraan ekonomi, kemacetan dan banjir adalah masalah utama warga. Faktanya 84 persen warga tidak mengalami kemajuan ekonomi, 76 persen mengatakan kemacetan lebih parah dan 62 persen berpendapat banjir belum teratasi.

Bahkan dari dari 62 persen, 47 persen menyatakan banjir semakin parah,” tutur Syahid saat menyampaikan hasil risetnya tersebut di Hotel Mitra, Kota Bandung, Kamis (7/2).

“Kang Emil yang melakukan pembangunan fisik bagus, terlihat dan indah jadi bisa difoto diindahkan, di-like, merasa bagus. Sehingga Kang Emil lupa apa yang menjadi masalah utama. Politik gincu ini yang membuatnya gagal fokus,” ujar Syahid. JAK

Share

Check Also

DPRD Kota Bekasi Gelar Sidang Paripurna LPJ APBD 2017

Thejak.co.id-DRPD Kota Bekasi hari ini, Kamis (19/7) menggelar sidang Paripurna di Gedung DPRD Jalan Chairil ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *