Sabtu , 21 April 2018

Mahasiswa Fikom Moestopo Protes Kebijakan Kampus

Charles Simarmata; mahasiswa Fikom Universitas Moestopo

 

thejak.co-Kebijakan yang diterapkan manajemen fakultas ilmu komunikasi (fikom) universitas Moestopo Beragama banyak dikeluhkan kalangan mahasiswa. Pasalnya, kebijakan kampus yang terletak dikawasan Senayan, Jakarta Selatan tersebut justru dirasakan memberatkan, menghambat bahkan mengorbankan mahasiswa.

Seperti diungkapkan Charles Simarmata, mahasiswa Fikom angkatan 2014. Menurut pria berkacamata ini, ada sejumlah kebijakan yang ‘aneh’.

“Masa puluhan mahasiswa yang belum skripsi bisa Ujian Khusus, sementara saya yang skripsinya sudah kelar dan disetujui dosen pembimbing tidak bisa ikut ujian khusus karena satu mata kuliah tidak lulus. Padahal saya sudah menghadap wadek 1, Kaprodi, kepala konsentrasi humas, kepala penjaminan mutu.Tidak ada solusi,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan, Rabu (28/2).

Charles menduga ada kesan mahasiswa lama atau senior dipersulit.

“Bisa dibayangkan gak Ujian akhir Semester berakhir tanggal 18 Januari sementara ujian khusus ditutup tanggal 22 Januari. Padahal semua nilai belum ada yang keluar, ini manegemen apaan? Dengan kondisi seperti ini, mahasiswa harus sidang skripsinya tahun depan karena matakuliah tersebut ada di semester ganjil, jadi mahasiswanya satu semester gak bisa berbuat apa-apa alias disuruh puasa. Ini sama dengan merugikan mahasiswa, menghambat mahasiswa, bahkan mengorbankan mahasiswa baik dari sisi waktu, biaya, psikologis dan lain sebagainya,” bebernya.

Akibatnya kata Charles mahasiswa yang berprestasi bisa lulus 3,5 tahun jadi 4,5 tahun atau 5,5 tahun bahkan bisa Drop Out (DO). “Aneh bukan? Jika manajemenya seperti itu,” bebernya lagi.

Charles menambahkan belum lagi ada dosen ‘aneh’ bisa ngajar di Fikom Moestopo.

“Dosen tersebut kerjanya bukan mengajar tapi mengerjai mahasiswa. Tugas yang seabrek-abrek diberikan, yang memerlukan waktu, energi dan biaya yang mahal ketika tugas tersebut dikumpulkan malah dibakar. Inikan satu penghinaan terhadap mahasiswa. Dosen seperti ini harus dipecat agar tidak ada korban-korban selanjutnya,”ujarnya panjang lebar.

Atas kondisi ini lanjut Charles kami sebagai mahasiswa meminta kepada pihak rektorat dan  pihak yayasan agar memanggil dekan fikom dan jajarannya untuk dimintai keterangan dan diaudit keuangannya.

“Kalau tidak bisa memanage harus diganti, masih banyak dosen-dosen fikom yang kompeten dan kredible. Jika hal ini tidak ditanggapi maka dengan berat hati kami gunakan hak suara dan aspirasi kami dengan melakukan demo yang lebih besar menyikapi kebijakan kampus tersebut,” ujarnya kesal.

Sementara itu, saat dikonfirmasi koordinator konsentrasi humas Fikom Universitas Moestopo Muminto Arief tidak berkomentar. Sampai berita ini diturunkan pesan Whatsap yang dikirim tidak direspon.
DRI

Share

Check Also

Bamus Betawi Menagih Janji Sandi Agar Guru Ngaji dan Marbot Dapat Honor

  TheJak – Bamus Betawi meminta kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno agar jangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *