Selasa , 20 Februari 2018

Pengacara Setnov Tantang SBY Buktikan Pernyataannya

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

thejak.co – Kuasa Hukum terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya, meminta Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuktikan pertemuannya dengan sejumlah pihak di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sukamiskin, Jawa Barat.

Sebenarnya kalau mendengar apa yang disampaikan dan saya cermati pernyataan Pak SBY, ada pertemuan saya dan Pak Anas di Sukamiskin. Itu saya mohon ke SBY untuk membuktikan. Katanya ada pertemuan saya di Sukamiskin,” kata Firman di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Dia menekankan SBY mesti membuktikan ucapannya soal ada pertemuan Firman dengan sejumlah orang sebelum sidang kasus e-KTP di Pengadilan Tipikor dengan terdakwa Setya Novanto, dengan agenda mendengarkan kesaksian mantan kader Partai Demokrat, Mirwan Amir.

“Saya ingin itu ada buktinya. Sebab, kalau itu tidak ada buktinya, ini bisa jauh lebih serius. Soal pertemuan saya, saya mohon kepada Pak SBY untuk cek. Ada buktinya tidak, ada datanya tidak? Tentu Pak SBY harus memastikan betul, bisa ditanyakan ke Sukamiskin,” ujar Firman.

Sebagaimana diberitakan, Susilo Bambang Yudhoyono melaporkan Firman Wijaya atas ucapannya terkait kasus korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. SBY merasa dirugikan.

Sementara itu, kuasa hukum Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Didi Irawadi, menyatakan pihaknya bakal melawan apa yang dituduhkan kepada SBY melalui jalur bermartabat.Kami melawan dengan cara martabat, fitnah tidak kita lawan dengan fitnah,” kata Didi di Jakarta.

Menurut Didi, langkah melaporkan kuasa hukum terdakwa kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya, ke Bareskrim Polri merupakan hak SBY sebagai seorang warga negara Indonesia. “Tentu adalah hak Pak SBY sebagai warga negara menegakan haknya,” tandas dia.

Terpisah, Ketua Bidang Hukum DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan, persoalan antara pengacara terdakwa e-KTP Setya Novanto, Firman Wijaya dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak perlu sampai sejauh yang sekarang. “Menurut saya tidak perlu sejauh ini kedua belah pihak,” kata Habiburokhman.

Habiburokhman mengaku menghormati langkah mantan Presiden RI SBY melaporkan Firman Wijaya. Hanya saja, Habiburokhman mengatakan, sebaiknya hal itu tidak mesti dilakukan SBY.

“Menurut saya di satu sisi, ini sama-sama kawan. SBY tokoh antikorupsi, (pemimpin) partai yang memelopori jika terdakwa langsung berhenti. Kami sama-sama hormat kedua kubu,” ujarnya.

Menurut Habiburokhman, agak kurang nyambung kalau Firman dituduh mencemarkan nama baik. Sebab, kata dia, hal itu tidak ada relevansinya dengan tugas Firman sebagai pengacara untuk membebaskan Setya Novanto.

“Agak kurang nyambung kalau Firman dituduhkan mencemarkan nama baik Pak SBY. Apa relevansinya tugas senior kita itu membebaskan Novanto? Kalau Pak SBY merespons itu apa tidak buang energi?” ujar Habiburokhman.

Terlebih, Demokrat adalah partai besar. Partai pimpinan SBY itu punya agenda lebih besar ke depan, daripada mengurusi persoalan ini. Lagipula, dia yakin SBY tidak akan mempan difitnah. Sebab, SBY sudah berkali-kali difitnah.

“Beberapa kali difitnah, tapi toh kalau istilah lagu Malaysia, ‘Suci dalam Debu’, itu tidak akan berpengaruhlah terhadap track record Pak SBY dan Partai Demokrat,” tukas Habiburokhman. DED

Share

Check Also

Sambil Sosialisasikan 4 Pilar, Anggota DPR Ini Bantu Biaya Sekolah Siswa SMK

thejak.co – Sikap kedermawanan dan kepedulian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) satu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *