Senin , 23 April 2018

Soal Banjir, Jangan Salahkan Gubernur

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan basah-basahan saat mantau banjir dan rela tidak tidur untuk pastikan kondisi warga.

thejak.co – Jakarta masih dilanda banjir. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno meminta agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dapat bertindak cepat dalam mengantisipasi potensi banjir. Wagub DKI Jaman Now ini meminta SKPD selalu bersiaga dan mengantisipasi kembali naiknya debit air Sungai Ciliwung.

“Saya minta semua jajaran SKPD maupun Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) terus siaga dan bertindak cepat untuk mengantisipasi banjir,” kata Sandiaga di Jakarta, Rabu (7/2).

Menurut dia, meskipun volume atau debit air di Sungai Ciliwung sempat mengalami penurunan, bukan berarti langkah-langkah antisipasi banjir tidak perlu diambil, karena debit air itu dapat kembali meningkat.

“Volume air di Sungai Ciliwung sempat menurun, tapi kemudian kembali mengalami peningkatan. Oleh karena itu, seluruh SKPD dan UKPD harus terus berjaga-jaga, siap mengantisipasi banjir,” ujar Sandiaga.

Dia menuturkan volume air yang kembali meningkat di Sungai Ciliwung tersebut sempat membuat sejumlah wilayah di ibukota kembali tergenang pada Rabu (7/2) dini hari.

“Makanya, saya ingatkan agar semua jajaran SKPD dan UKPD responsif dan bisa bertindak cepat untuk mengantisipasi terjadinya banjir sekaligus membantu warga yang terdampak banjir,” kata Sandi.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta telah diinstruksikan untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan akibat meningkatnya debit air di daerah hulu.

“Volume air itu cepat sekali peningkatannya. Jadi, kita harus bisa bergerak cepat untuk mengantisipasinya. Jangan sampai terjadi banjir susulan,” ujarnya.

Musibah banjir yang melanda ibukota mendapat reaksi beragam dari berbagai politisi di DPRD DKI. Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI HM Ashraf Ali angkat bicara soal banjir yang melanda sejumlah titik di Jakarta.
?
Ashraf meminta semua pihak tidak menyalahkan Gubernur DKI Anies Baswedan atas bencana banjir tersebut.

“Soal banjir hari ini jangan menyalahkan Pak Anies, karena ini (banjir) alam yang berkehendak.Masak air naik begitu Gubernur yang disalahin, ya gak elok lah,” kata Ashraf saat ditemui wartawan di gedung DPRD DKI, Jakarta, kemarin.

“Pak Anies juga mustahil bisa langsung bikin Jakarta bebas dari banjir ya. Artinya memang kita harus lebih objektif dalam menilai sesuatu, jangan saling menyalahkan,” ucap politisi senior asal Dapil Manggarai Jakarta Selatan ini.

Dia mengungkapkan, permasalahan banjir yang melanda Jakarta saat ini merupakan kehendak alam, setelah curah hujan ekstrim yang terjadi di Puncak Bogor, sejak Minggu (4/2) malam.
??

Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji juga angkat bicara. Ia mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk segera merelokasi warga yang tinggal di bantaran sungai. Hal ini dilakukan untuk mengurangi banjir yang kerap menggenangi wilayah Ibu Kota.

“Relokasi warga bantaran sungai merupakan kunci kurangi banjir. Kalau tidak segera dilakukan relokasi maka banjir akan makin parah,” kata Ongen saat dihubungi wartawan kemarin.

Ketua DPD Partai Hanura DKI Jakarta ini juga meminta dalam melakukan relokasi warga harus dilakukan dengan cara-cara manusiawi.

“Jangan asal gusur pemukiman warga, tapi berikanlah mereka uang kerohiman yang memadai. Sehingga relokasi tidak justru membuat masalah sosial baru,” ujar Ongen.?

Ongen menegaskan, DPRD siap mem-back up kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya Sandiaga Uno, terkait uang kerohiman warga korban relokasi. ?

“Duit Pemprov DKI kan gede. Kami siap bantu soal pertanggungjawaban uang kerohiman sesuai aturan yang berlaku,” tegas Ongen.

Selain uang kerohiman yang manusiawi, Pemprov DKI juga disarankan memberikan pelatihan kepada warga yang akan direlokasi.

“Pelatihan sangat diperlukan karena kebanyakan warga yang tinggal di bantaran sungai pekerjaannya serabutan,” terang Ongen.

Selain itu, Ongen mengharapkan Anies-Sandi untuk meniru program gubernur-gubernur DKI sebelumnya dalam menangani warga yang direlokasi.?

“Misalnya mereka dipindahkan ke rusunawa, seperti yang dijalankan Pak Jokowi dan Ahok (Basuki Tjahaja Purnama),” ucap Ongen.

Berdasarkan data Pemprov DKI, sedikitnya ada sembilan lokasi bantaran sungai yang paling rawan terdampak banjir, diantaranya Srengseng Sawah, Rawa Jati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Sirih, Bukit Duri, Balai Kambang, Cililitan, Cawang, Bidara Cina dan Kampung Melay?u.

JJ/SOF

Share

Check Also

Anak Buah Anies Didesak Tertibkan Ribuan Tower Microcell Ilegal di DKI

thejak.co – Anak buah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didesak untuk segera menertibkan ribuan tower ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *