Kamis , 21 Juni 2018

Polisi Sebut Kelompok MCA Buat Kepentingan Pilkada

Pihak Kepolisian Republik Indonesia saat melakukan rilis penangkapan para kelompok MCA.

thejak.co – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto bahwa Muslim Cyber Army merupakan kelompok yang dibentuk untuk kepentingan Pilkada 2018.

Ada pun  isu-isu yang digelontorkan oleh mereka  seperti isu provokatif di media sosial, seperti isu kebangkitan PKI, penculikan ulama dan penyerangan terhadap nama baik presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

Menurut penuturan dari Setyo  isu ini diduga ‘digoreng’ untuk menurunkan lawan yang tidak sepaham. ”Pasti. Pasti ada (kaitannya). Kan Pak Kapolri selalu mengingatkan awal tahun 2018 ini sudah mulai partai memanaskan mesinnya,” ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Kamis (1/3).

Dikatakannya pula bahwa sudah biasa jika mesin parpol menyebarkan isu, tetapi apa yang dilakukan  oleh MCA sudah ‘berlebihan’. “Tapi jangan sampai overheat,” kata Setyo.

Meski dinilai ada korelasi antara MCA dan Pilkada namun dirinya tidak berani menyatakan kalau MCA berafiliasi dengan parpol tertentu atau bakal calon presiden.

“Kalau dia hanya sendiri mengunggah bilang iseng, itu harus didalami lagi. Isengnya seperti apa,” kata Setyo.

Tapi, polisi tetap melakukan penelusuran dan penyelidikan soal dugaan ada kaitan siapa-siapa yang berkonspirasi dengan MCA.

Dia berharap para pengguna media sosial bisa bijak dan menggunakan media tersebut sebagai ajang membangun dan mempererat persatuan.

“Jangan lagi main-main dengan ujaran kebencian, fitnah, apalagi memprovokasi,” kata Setyo.

Soal siapa penyandang dana buat MCA, pihak kepolisian mengatakan bahwa pada saat ini pihaknya juga masih menelusuri hal tersebut. Sejauh ini, polisi juga belum bisa mengungkap penyandang dana dalam kelompok tersebut.

“Ini sedang kita dalami artinya kalau ini terbukti konspirasi kan akan terlihat, siapa berbuat apa, bertanggung jawab kepada siapa akan ketahuan. Kita akan ungkap semua,” katanya.

Dia pun tidak mau mengutarakan pernyataan spekulatif bahwa ada orang kuat dibalik MCA.

“Kalau indikasi tentunya harus ada data awal. Saya tidak bisa mengatakan indikasi atau tidak tetapi fakta yang ada kita temukan beberapa orang yang ternyata terkait juga. Antara satu akun dengan akun lain. Akun tersebut ternyata ada kaitannya,” kata dia.

Sekedar diketahui Polisi telah meringkus enam tersangka yang memiliki peran penting dalam kelompok MCA. Mereka adalah Muhammad Luth (40), Riski Surya Darma (37), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (25), Ronny Sutrino (40) dan Tara Arsih Wijayani (40). Fuad Siddiq.

Mereka ditangkap karena memposting informasi di Facebook di grup United Muslim Cyber Army terkait dengan penangkapan orang gila di pondok pesantren Cipasung.

Atas perbuatan mereka Polisi menjerat anggota The Family MCA itu dengan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 33 UU ITE. JAK

Share

Check Also

Oknum Guru SD di Kota Depok Jadi Predator Seks Anak

Thejak.co.id- Sungguh bejat kelakuan  WA, oknum guru di SDN Negeri Tugu 10 Kota Depok. Dia diduga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *