Jumat , 20 Juli 2018

Hadiri Festival Pecinan 2018, Anies: Penggerak Roda Ekonomi Warga

Anies Baswedan dan Sandiaga Uno di acara Festival Pecinan 2018.

THEJAK – Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno menyambut baik dengan adanya Festival Pecinaan Glodok. Sebab acara yang digagas Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat bersama etnis Tionghoa itu adalah bagian dari pelestarian kebudayaan.

Selain itu, Festival Pecinaan 2018 juga menjadi solusi penggerak ekonomi warga. Diketahui Sudin Pariwisata dan Kebudayaan menggandeng puluhan UKM yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Bazaar Mandiri (PPBM).

Para UKM terlihat memamerkan hasil karyanya baik dari kuliner, tekstil dan kerajinan. Kehadiran Gubernur dan Wagub serta atraksi kebudayaan Tionghoa menjadi daya tarik warga dan wisatawan dalam negeri serta luar negeri.

Sambil menunjuk tenda-tenda UKM yang berjejer di depan panggung, Anies Baswedan berharap, perayaan-perayaan yang digelar di Jakarta, seperti Festival Pecinan Cap Go Meh dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Saya ingin agar perayaan-perayaan seperti ini bukan saja membuat kita merasakan warna-warninya Jakarta, tapi juga punya efek menggerakkan perekonomian bagi warga Jakarta,” kata Anies ketika memberi sambutan dalam acara Festival Pecinan di Glodok, Jakarta Barat, Sabtu (3/3/2018).

Ia pun langsung menunjuk deretan tenda yang berdiri di sekitar lokasi acara. Menurut Anies, hal itu merupakan bukti bahwa festival itu dapat memberikan dampak bagi perekonomian masyarakat.

Tak ketinggalan, Anies juga menyebut program Oke-OCE yang menurutnya dapat melahirkan pebisnis-pebisnis baru.

“Kami berharap program-program seperti Cap Go Meh ini menarik mereka untuk terlibat dan mereka juga merasakan manfaat dari festival-festival yang ada di Jakarta,” ujar Anies.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno pun mengamini ucapan Anies. Menurut dia, perayaan Cap Go Meh dapat menjadi momen kebangkitan perekonomian mikro masyarakat.

“Kalau kita lihat, festival seperti ini menciptakan begitu banyak peluang usaha bagi warga sekitar pecinan di sini. Jadi kita ucapkan terima kasih kepada tokoh masyarakat yang terus mewarisi tradisi perayaan Cap Go Meh di wilayah pecinan ini,” ucap Sandiaga.

Festival Pecinan di kawasan Glodok digelar selama dua hari, yaitu Sabtu (3/3/2018) dan Minggu (4/3/2018), untuk memperingati momen Cap Go Meh. Adapun puncak acara akan digelar besok dengan mengadakan parade di sepanjang Jalan Pancoran hingga Jalan Hayam Wuruk.

Acara ini juga diramaikan oleh sejumlah penampilan dari berbagai artis, Koko Cici serta atraksi barongsai di dua panggung pertunjukan serta deretan tenda UKM yang menjajakan jajanan dan atribut khas Cap Go Meh.

“Kami dengar tadi bahwa ini yang pertama, kami akan komitmen untuk datang di setiap perayaan Cap Go Meh,” ujar Anies dalam sambutannya.

Wisatawan Berburu Kaliber

Anies meninjau tenda UKM.

Jhon Traluck, wisatawan asal Jerman mengaku dirinya sengaja datang ke Jakarta untuk melihat festival pecinan. Selain itu dia mengaku, dirinya juga ingin menikmati kuliner khas Indonesia yang ada di lokasi festival.

Hal senada diungkapkan Shong Tai dari Singapura. “Di sini lah bisa belajar budaya leluhur. Saya selalu hadir di acara Cap Gomeh Glodok sambil menikmati kuliner yang ada,” ungkapnya.

Shong Tai datang bersama istri dan anaknya. “Anak saya senang bir pletok. Kalau saya nasi pecel,” bebernya.

Pendiri yang juga Ketua Umum Perkumpulan Pedagang Bazar Mandiri (PPBM) Bambang Saldian Nasution menyatakan, PPBM bersama UKM akan terus berkontribusi terhadap kegiatan yang bisa mendongkrak perekonomian rakyat.

“Festival Pecinan bukan hanya mempopulerkan kebudayaan tapi juga mampu menjadi solusi perekonomian masyarakat,” bebernya.

Dengan adanya Festival Pecinan yang dibarengi dengan bazaar pastinya akan menarik wisatawan baik di dalam negeri maupun luar negeri.

“Kebudayaan dan bazaar bisa menjadi simbol kebangkitan UKM dan ekonomi. Kami juga berterima kasih kepada Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat yang telah bersinergi dengan PPBM,” ungkapnya.

PPBM siap membaur dan bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta dalam mengembangkan UKM.

“PPBM juga mendukung penuh kebijakan Pak Anies-Sandi yang konsen dalam pengembangan UKM lewat OKE OCE. Pastinya kami siap membaur dan bersinergi dengan OKE OCE karena program ini adalah bagian dari membangkitkan ekonomi kerakyatan,” tanbahnya.(NS)

Share

Check Also

Walikota Yang Dicopot Anies Protes, Budi: Ada Yang Menunggangi

TheJak – Walikota yang dicopot Anies Baswedan dinilai tidak melanggar aturan. Sikap Anies lebih elegan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *