Kamis , 21 Juni 2018

Tolak Calon Tunggal, PAN Isyaratkan Tidak Ikut Dukung Jokowi di Pilpres

Ilustrasi simpatisan PAN

thejak.co – Partai Amanat Nasional (PAN) tidak ingin Pilpres 2019 hanya diikuti satu pasangan capres-cawapres, alias calon tunggal. Sebab itu, kemungkinan besar PAN takkan mengusung petahana Joko Widodo (Jokowi).

“Karena kami tidak mau calon tunggal. Kalau semua ke Pak Jokowi ya bisa jadi calon tunggal,” kata Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PAN Yandri Susanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Saat ini sudah ada lima partai politik yang resmi mengusung Jokowi. Yakni PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Nasional Demokrat (NasDem), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Sedangkan lima lainnya yakni PAN, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Demokrat belum memutuskan nama yang akan diusung.

Suara lima partai politik ini jika digabungkan kurang lebih 47,5 persen. Dengan ambang batas pencalonan presiden 20 persen, maka dari lima partai itu masih bisa muncul dua pasangan capres-cawapres.

Lebih lanjut Yandri mengatakan, PAN melalui Ketua Umum Zulkifli Hasan sering berkomunikasi dengan Jokowi, Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Menurut Yandri, PAN tidak ada masalah dengan partai pengusung Jokowi, jika nanti memutuskan tidak mengusung petahana tersebut.

“Bukan berarti kalau berbeda calon terus tidak mau ketemu lagi. Justru itu salah, yang bagus itu kalau berbeda calon tetap bertemu karena itu bisa meredam situasi yang dinamis,” ujar dia.

Yandri menegaskan, PAN juga tidak ada masalah dengan Jokowi. Komunikasi dengan Jokowi maupun partai pengusungnya juga bagus. Menurut dia, pengambilan keputusan di PAN bukan hanya berdasarkan kemauan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais, maupun Zulkifli Hasan.

Namun, ungkap Yandri, keputusan diambil melalui forum rapat kerja nasional (rakernas) dan rapat pimpinan nasional (rapimnas).

“Nah sampai hari ini kecenderungan kuat ingin menghadirkan calon alternatif. Bukan karena benci Pak Jokowi,” katanya.

Yandri sekali lagi menegaskan bahwa Partai Amanat Nasional tidak ingin adanya calon tunggal. “Kalau calon tunggal malah tidak elok,” ujarnya.

Yandri mengatakan bahwa siapa pun yang nanti memenangkan Pilpres harus dihormati. Baik itu Jokowi maupun calon yang baru. Yang penting, kata dia, jangan sampai terjadi calon tunggal di Pilpres 2019.

“Pak Jokowi menang, tidak apa apa. Yang baru menang tidak apa-apa, kami hormati,” ucapnya.

Namun begitu, lanjut dia, semua masih dalam tahap penjajakan. Partai masih berkomunikasi intensif mengejar waktu pendaftaran capres yang dimulai 4 Agustus 2018. DED

Share

Check Also

Milton – Boyman Terus Diminati Warga Kalimantan Barat

thejak.co – Hasil temuan ‘Survei Jajak Pendapat Masyarakat Kalimantan Barat Jelang Pilgub Kalimantan Barat 2018’ ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *