Kamis , 21 Juni 2018

Eks Terpidana Kasus Munir Jadi Kader Partainya Tommy

Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Tommy Soeharto

thejak.co – Keikutsertaan Partai Berkarya yang dibesut Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) ternyata memiliki cerita tersendiri.

Pollycarpus Budihari Prijanto yang diduga kuat terlibat dalam kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib, tercatat sebagai anggota Partai Berkarya.

Sekjen Partai Berkarya, Andi Picunang, membenarkan hal itu. “Iya benar. Jadi saat verifikasi parpol kemarin semua partai menjaring anggota-anggota dengan surat dari KPU, kan minimal memiliki seperseribu anggota di setiap kabupaten dari penduduk yang ada. Pak Poly ini mendaftar di salah satu kabupaten terjaring namanya,” terang Andi saat dihubungi wartawan, kemarin.

Terdaftarnya Pollycarpus Budihari Prijanto ke dalam Partai Berkarya, kata Andi, karena partainya tidak melihat latar belakang dan sisi historis seseorang.

“Karena kan kita tidak melihat latar belakang dari semua calon anggota itu kan. Yang penting memiliki KTP, WNI, dan sudah berumur 17 tahun ya kita berikan KTA,” ujar Andi.

Bahkan, Andi membeberkan, Pollycarpus Budihari Prijanto tercatat sebagai kader Partai Berkarya wilayah Tangerang. Ia juga mengatakan bahwa tidak ada musyawarah dari elite partai dengan masuknya nama Pollycarpus.

“Nggak ada, kita tidak membatasi jadi anggota di partai kita siapapun dia. Tidak yang memilah-milah bahwa Anda harus tua, Anda harus muda, harus ini. Kecuali pengurus, kita seleksi,” ungkap Andi.

Lebih lanjut ia menuturkan, pihaknya juga tidak khawatir masuknya Pollycarpus dalam jajaran partainya akan menjadi senjata untuk lawan-lawannya menyerang partai besutan anak mantan presiden RI tersebut.

“Pastilah kita persiapkan counter untuk itu. Pasti akan melindungi semua anggota apalagi pengurus yang sudah masuk menjadi keluarga besar Partai Berkarya siapapun dia,” tandas Andi.

Sementara itu, politisi Partai Golkar Titiek Soeharto berharap Partai Berkarya tidak hanya jadi peramai pada Pemilu 2019. Ia berharap partai yang didirikan oleh adiknya itu dapat bermanfaat bagi rakyat.

“Mudah-mudahan tidak hanya sekadar meramaikan pemilu saja, tapi juga memberi warna dan manfaat buat masyarakat,” kata Titiek di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar ini mengaku tidak khawatirkan dengan masuknya Partai Berkarya di pentas politik nasional.

“Saya rasa kebijakan Pak Harto tidak ada yang buruk saat itu yah. Jadi mana yang baik bisa kita laksanakan lagi dan itu cita-cita kita semua bagaimana mensejahterakan rakyat yang sampai sekarang masih terutang, dan masih banyak rakyat kita yang belum sejahtera,” ucap Titiek.

Ia pun berharap Tommy Soeharto dapat membawa Partai Berkarya jaya dalam kancah politik nasional. Dirinya juga tidak merasa disaingi oleh Partai Berkarya selama tujuannya menyejahterakan rakyat.

“Tidak saingan dong kita sama-sama. Mana yang terbaik kita berjuang untuk bangsa, kan Pak Airlangga sama bapaknya juga dulu di zaman Orde Baru kan,” tandas Titiek.

Dihubungi terpisah, Analis Politik Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengingatkan agar Tommy Soeharto harus mampu keluar dari bayang-bayang zaman Orde Baru agar dapat menang Pemilu 2019.

“Jika Partai Berkarya masih berlindung di balik kebesaran Orde Baru, jangan berharap partai ini mendulang dukungan rakyat. Sebab, ada trauma masa lalu yang sulit dihilangkan di benak publik soal dosa warisan orba. Inilah cacat bawaan Partai Berkarya,” ujar Adi saat dikonfirmasi wartawan.

Menurut Adi, Partai Berkarya mampu menang dalam Pemilu 2019 jika menawarkan sesuatu yang baru di masyarakat. “Sejauh mana partai baru mampu mem-branding dan memposisikan partainya di tengah swing voter yang signifikan. Jika partai baru tidak mampu menampilkan kebaruan dalam politik, hanya sama saja dengan partai lama, jangan berharap mereka bisa lolos ambang batas senayan yang mencapai 3,5 persen. Apalagi bermimpi untuk jadi besar itu sangat mustahil,” tandas Adi. DED

Share

Check Also

Milton – Boyman Terus Diminati Warga Kalimantan Barat

thejak.co – Hasil temuan ‘Survei Jajak Pendapat Masyarakat Kalimantan Barat Jelang Pilgub Kalimantan Barat 2018’ ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *