Sabtu , 23 Juni 2018

PPATK Catat Ada 1.066 Transaksi Mencurigakan dari Calon Kada

Ketua PPATK Kiagus Ahmad Badruddin bersama Wakil PPATK Dian Ediana Rae.

thejak.co – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebut ada 1.066 transaksi keuangan yang mencurigakan selama pelaksanaan Pilkada.

Wakil Kepala PPATK, Dian Ediana Rae di kantornya Jakarta Pusat, Rabu (7/2) menuturkan dari 1.066 ada 52 laporan yang masuk juga yang berasal dari para pelapor.”Laporan transaksi keuangan mencurigakan ada 52, itu hanya dari pelapor,” katanya.

Dibeberkannya bahwa laporan yang diterima pihaknya ada yang berbentuk beberapa rekening atau satu rekening dengan melibatkan uang hingga puluhan miliar dan terkait kawasan-kawasan yang memang sedang menggelar pesta demokrasi.

“Hasil kami evaluasi terhadap laporan dari transaksi tunai, ada sekira 1.066 transaksi tunai yang kami anggap cukup perlu diwaspadai,” ujarnya.

PPATK menggaris bawahi bahwa seluruh transaksi yang sudah masuk dalam radarnya merupakan transaksi yang tidak wajar.

Oleh karena itu pihaknya akan melakukan pendalaman dan pengkajian. Dan jika ditemukan bukti penyelewengan maka PPATK akan melaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Saat ini kami sedang melakukan penelitian lebih lanjut dan analisis nanti diserahkan ke aparat penegak hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin pihaknya sudah berkoordinasi dengan penegak hukum untuk menindak adanya dugaan penyelewengan uang negara.

Tak hanya para calon kepala daerah, PPATK juga memantau transaksi yang dilakukan oleh para pendukung kontestan pilkada.

Menurut dia, seluruh tahapan di Pilkada 2018, mulai dari pendaftaran, kampanye hingga pemungutan dan penghitungan suara tidak luput dari pengawasan PPATK.

“Semuanya. Jadikan pas tahapannya itu, mulai dari tahap pendaftaran kemudian tahap kampanye kemudian tahap pemungutan suara, penghitungan suara, pengesahan suara. Timing seperti itu yang kami awasi,” kata dia.

“Kami bersama Bawaslu sedang membentuk timnya, nanti kita akan kerjakan ya. Itu ada PPATK dan Bawaslu,” kata Kiagus. JAK

Share

Check Also

Oknum Guru SD di Kota Depok Jadi Predator Seks Anak

Thejak.co.id- Sungguh bejat kelakuan  WA, oknum guru di SDN Negeri Tugu 10 Kota Depok. Dia diduga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *