Jumat , 17 Agustus 2018

Anies Pastikan April Kabinet Jaman Now Jilid II Terbentuk

thejak.co – Rencana Pemprov DKI Jakarta melakukan perombakan jabatan secara besar-besaran makin terang benderang. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan setelah 15 April mendatang Kabinet Jaman Now jilid II pilihannya akan terbentuk.

“Sebentar, rencana perombakan? Kalau dibilang tidak ada perubahan, salah, ya kan. Aturannya bagaimana sih coba? Aturannya adalah sesudah 6 bulan (gubernur baru punya kewenangan mengganti kadis).

Kapan 6 bulannya? 15 April. Ya tunggu saja menjelang 15 April,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/3)

Anies menuturkan pergantian kadis tidak bisa dilakukan seenaknya. Ada aturan-aturan yang harus ditaati. Kalaupun ada kadis yang memiliki kinerja buruk, tidak akan diumumkan begitu saja.

“Nggak ada (rincian). Anda jangan membayangkan merombak itu seperti mengganti di swasta, ya. Saya lihat orang ini, diganti, bukan. Kalau di pemerintahan itu ada prosedurnya. Kita taati prosedurnya. Kalaupun ada, saya tidak akan umumkan di depan mimbar ini,” beber Anies.

Mantan Mendikbud itu tidak memungkiri ada sejumlah kadis yang kinerjanya kurang maksimal. Kadis-kadis itu kemudian dievaluasi.

“Dibina, ditunjukkan kurangnya di mana, lebihnya di mana dan Anda boleh cek, banyak yang dibina. Tapi saya tidak umumkanlah,” terang Anies.

Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta Santoso mendukung rencana Anies melakukan rotasi jabatan dilingkungan Pemprov DKI.
Ketua komisi C ini meminta gubernur bisa secara profesional dalam menempatkan jabatan anak buahnya.

“Saya kira sudah biasa lah itu titip menitip jabatan. Yang terpenting adalah Pak Anies harus bisa profesional dan berani menolak adanya pejabat titipan,” ujar Santoso kepada wartawan kemarin.

Dikatakan Santoso, sangat mudah untuk mendikte atau menerka pihak mana yang mengintervensi dan mencoba memasukan orangnya pada saat perombakan jabatan.

“Mereka yang meminta ganti pejabat ini, ganti pejabat itu, saya pastikan orang itu punya jagoan. Dan biasanya mereka itu punya hubungan kedekatan dengan gubernur. Jadi sinyalnya seperti itu,”ungkap Santoso.

Untuk mencegah adanya pejabat titipan itu, ungkap politisi Demokrat dapil Jakarta Utara ini, Gubernur harus membentuk tim khusus untuk menfilter pejabat yang akan masuk.

“The Drea. Team ini nantinya yang akan memfilter masuknya pejabat titipan ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov DKI Syamsudin Lologau mengakui, April 2018 memang rencananya ada pejabat yang sudah masuk masa pensiun dan juga rotasi.

Namun, hingga kini gubernur Anies, kata dia, belum mengusulkan nama-nama pejabat.

’’Ada pejabat yang pensiun dan diganti. Saya tak berani spekulasi ya. Tunggu saja April atau Maret,’’ kata Syamsudin di Jakarta kemarin (5/3).

Menurut dia, pergantian pejabat memang harus dilakukan sehingga tidak ada kaitannya dengan serapan anggaran SKPD. Penyerapan APBD biasanya lancar pada Juli sampai Agustus, karena sekarang lelang masih berjalan sehingga tak bisa dinilai gagal. ’’Pergantian, bisa dikatakan penyegaran,’’ jelas dia. JJ

Share

Check Also

Bang Anas Bakal Tempur di Dapil 10

thejak.co – Dewan Perwakilan Wilayah PKB DKI Jakarta akhirnya buka mulut soal Anas Effendi menjadi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *