Sabtu , 23 Juni 2018

Diancam Fahri Hamzah ke Polisi, Presiden PKS Tak Ambil Pusing

Presiden PKS Sohibul Iman

thejak.co – Perseteruan antara petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan Fahri Hamzah kian memanas. Fahri Hamzah mengaku tak segan untuk melaporkan Presiden PKS Sohibul Iman karena dinilai telah melakukan sejumlah tindak pidana, seperti pemufakatan jahat, fitnah, dan pemalsuan dokumen soal pemecatan dirinya sebagai kader PKS.

Menanggapi kicauan Wakil Ketua DPR RI itu, Presiden PKS Sohibul Iman enggan berkomentar banyak. Sohibul justru tenang ketika awak media meminta konfirmasi. “Tidak ada yang perlu dikomentari,” kata Sohibul dalam pesan singkatnya kepada wartawan.

“Kalau Pak Fahri sudah bukan di PKS lagi jadi nggak usah dihitung, kan sudah di luar PKS. Sudah tidak kader juga. Posisinya kan beliau sudah diberhentikan PKS dari seluruh jenjang keanggotaan,” sambungnya.

Sohibul pun mengungkapkan bahwa partainya siap menampung kembali Fahri sebagai kader, jika yang bersangkutan dapat mematuhi syaratnya.

“Apakah Fahri tidak lagi ada harapan di PKS? Ada harapan. Beliau bisa masuk PKS lagi. Sekarang saja saya bisa rekrut Anda masuk PKS. Fahri yang sudah pernah di PKS masa tidak kita perbolehkan,” tutur Sohibul, yang juga menyebut Fahri masih memiliki fans di PKS.

“Syaratnya ringan kok, akui kesalahan dan minta maaf. Jadi kader PKS lagi, mulai lagi dari kader pemula. Untuk jadi yang disebutkan yakni anggota ahli, kalau sudah pernah kan tahu jalannya. Itu joke-nya,” tandasnya.

Sementara itu, Analis Sosial Politik UNJ Ubedilah Badrun memiliki pendapat sendiri terkait kicauan Fahri Hamzah. Menurut Ubedilah, hal itu muncul sebagai ‘serangan balasan’ kepada Presiden PKS Sohibul Iman.

“Fahri Hamzah yang saya tahu sebagai aktivis politik Islam model KAMMI pada tahun 1998, pada awalnya saya pahami sebagai calon politisi umat yang andal dan mampu merawat citra Islam modernis yang kuat,” ujar Ubedilah dalam pesan singkatnya kepada wartawan.

Ubedilah menyebut Fahri selama ini diketahui loyal terhadap PKS. Namun karena perseteruan Fahri dengan elite PKS yang liar, dia mengaku asumsinya terhadap Wakil Ketua DPR itu pun gugur.

“Pernyataan tersebut membatalkan asumsi saya tentang Fahri Hamzah. Logikanya kelihatan sudah ngawur karena membuat pernyataan tanpa data. Meminta mundur presiden partai tanpa argumentasi yang didukung data itu ngawur,” kata Ubedilah.

Menurut dia, Fahri harus mampu mengambil pelajaran dari partai-partai lain yang sebelumnya berseteru dan mengalami dualisme.

“Konflik Partai Golkar, PPP, dan Hanura, harusnya cukup menjadi pelajaran bagi politisi bahwa betapa pentingnya para aktivis partai memiliki kematangan politik untuk menghargai konstitusi partai,” papar Ubedilah. DED

Share

Check Also

Diduga Terlibat Kasus e-KTP, COPS Sebut Suara Ganjar Tergerus

thejak.co – Menjelang H-6 pelaksanaan Pilkada Jawa Tengah (Jateng), Centre Opinion Public Survey (COPS) merilis ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *