Sabtu , 23 Juni 2018

Ya Ampun, Pencemaran Teluk Jakarta Makin Parah

Sampah di perairan Teluk Jakarta.

thejak.co – Pencemaran sampah di Teluk Jakarta yang kian memburuk dikhawatirkan menjadi bom waktu jika tak ditangani dengan terobosan.
Selain mengotori lautan, sampah plastik dapat meracuni biota laut, merusak terumbu karang, dan berbahaya bagi kehidupan manusia

Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI) MS Sembiring menyebutkan, sampah terutama plastik menimbulkan dampak kerusakan bagi ekosistem laut dan pesisir.

Selain mengotori lautan, sampah plastik dapat meracuni biota laut, merusak terumbu karang, dan berbahaya bagi kehidupan manusia.”Sudah cukup lama masalah sampah di Teluk Jakarta ini menjadi polemik.

Namun tak kunjung mendapatkan solusi. Padahal setiap detik tumpukan sampah kian bertambah. Ini harus segera dicarikan terobosan agar tak kian parah,” kata MS Sembiring dalam diskusi bertema “Menjawab Tantangan: Teluk Jakarta Bersih? Siapa Berani?” di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Tenia Puspa Lestari, penggagas Divers Clean Action yang memiliki gerakan “menyapu” dasar laut, menyayangkan Kepulauan Seribu dipenuhi sampah. Sampah tak hanya mengganggu kegiatan menyelam tetapi juga buruk bagi masyarakat dan ekosistem di Kepulauan Seribu.

“Kami menemukan 936 sedotan dalam area 100 meter dari 30 menit bersih-bersih,” ujar Tenia.

Padahal Kepulauan Seribu biasanya jadi tempat pertama yang dikunjungi warga Jabodetabek jika ingin belajar menyelam.Sampah yang hanyut di Teluk Jakarta merupakan sampah-sampah dari daratan dan sungai. 

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2016, pencemaran di wilayah Teluk Jakarta mayoritas bersumber dari limbah domestik rumah tangga.

Hal itu  karena kawasan tersebut menjadi lokasi akhir dari berbagai macam distribusi limbah yang datang dari hulu 13 sungai di Jakarta. Akibatnya, Teluk Jakarta menjadi titik yang paling tercemar.

Temuan sampah pada November 2015 silam, limbah industri sebanyak 52.862 ton dan limbah anorganik sebanyak 24.446 ton. Sedangkan untuk limbah yang berasal dari rumah tangga, untuk organik sebesar 10.875.651 ton dan anorganik 9.766.670 ton.

Ditempat yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan pihaknya telah menyiapkan tiga langkah untuk mengatasi permasalahan sampah di Teluk Jakarta. Pertama dengan kolaborasi dengan sejumlah lembaga.

Mulai dari pemerintah daerah tetangga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga masyarakat.

“Sampah Teluk Jakarta kita jadikan konsep 4P, public, private, people partnership. Kita ingin libatkan civil society untuk masuk,” kata Sandiaga.

“Enggak hanya Jakarta, tetapi juga pemerintah tetangga, kota Bekasi, Tangerang maupun yang Pemprov dan dari Kementerian PUPR,” sambungnya.

Langkah kedua adalah dengan edukasi. Pemprov DKI Jakarta akan melakukan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengelola sampah secara mandiri.Sandiaga menuturkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta telah mengambil alih pengelolaan sampah yang sebelumnya dipegang oleh bermacam-macam stakeholders.

“Penduduk, bukan hanya yang di Kepulauan Seribu tapi juga yang di darat, bagaimana kita pola hidup bisa mengelola sampah dengan sendirinya, ini masih PR,” terangnya.

Sandiaga menambahkan, langkah terakhir adalah Pemprov DKI akan meningkatkan destinasi-destinasi wisata di Teluk Jakarta dengan penambahan anggaran. Kemudian, pihaknya juga bersinergi dengan masyarakat dan dunia usaha.

“Jadi aksinya apa sih? Saya lihat ini salah satu dari 10 destinasi yang didorong Kemenpar. Jadi harus ada percepatan. Percepatan itu jauh dari hanya semacam gimmick, tapi juga perlu keberpihakan. Harus adil sisi anggaran. Kami akan dorong di 2019 anggarannya bisa memberikan dampak,” tandas Sandiaga. BCR/AZS

Share

Check Also

Urus Rumah DP 0 Persen, Anies Lantik Mantan Pejabat Kementerian PUPR

thejak.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membentuk unit kerja baru khusus mengurusi program hunian down ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *