Sabtu , 23 Juni 2018

Pendiri Matahari Diduga Dibunuh Orang Dekat

 

Jenazah pendiri Matahari sebelum dikremasi.

thejak.co –  Meninggalnya pendiri Matahari Departemen Store, Hari Darmawan, ada dugaan kuat dibunuh. Pasalnya, sebelum tewas korban sempat makan-makan bersama stafnya di daerah Taman Wisata Matahari (TWM), Cisarua, Bogor.

“Iya dia makan bareng terus dia mau lihat vila yang di bawah, terus dia keluar, dia minta ambilin minum sama sopirnya, begitu sopirnya habis ambil itu Pak Darmawan sudah nggak ada,” kata Humas Polres Bogor AKP Ita Puspita, , Minggu (11/3).

Ita menjelaskan, lokasi acara makan-makan Hari bersama stafnya itu berbeda gedung dengan vila yang menjadi lokasi kejadian perkara. Ita menegaskan bangunan vila dengan tempat makan Hari bukan pada gedung yang sama. “Terpisah sama vila,” ujarnya.

Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading mengatakan polisi saat ini masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, Hari tewas karena terjatuh ke sungai dan mengalami benturan benda keras saat terbawa arus Sungai Ciliwung. “Masih lidik,” jawab Kapolres Bogor AKBP AM Dicky Pastika Gading.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa sopir Hari sebagai salah satu saksi yang berada di lokasi kejadian. Hari dimintai keterangan oleh polisi karena menjadi satu-satunya orang yang berada di lokasi saat Hari menghilan Jumat (9/3).

“Sopir dan yang ada di tempat kerja beliau (kita mintai keterangan), jadi kita tarik semua ke belakang,” ujar Dicky.

Pihak keluarga mendiang Hari Darmawan menyatakan bahwa almarhum diperkirakan meninggal akibat terkena serangan jantung. Almarhum Hari Darmawan sendiri diketahui terjatuh dan diketemukan meninggal dunia di pinggir sungai. Hal tersebut diungkapkan oleh Roy Nicholas Mandey juru bicara keluarga almarhum.

“Dari pihak keluarga mengatakan kematian almarhum merupakan sudah kehendak Tuhan,” paparnya di Rumah Duka Kertha Semadi, Denpasar, Minggu (11/3).

Dia menjelaskan, bahwa sebelumnya almarhum meninggal kondisinya kurang sehat. “Beberapa hari belakangan beliau memang mengeluh tidak enak badan. Bahkan beliau sudah berencana berada di Bali dalam minggu ini untuk berkumpul bersama dengan semua keluarga. Namun Tuhan berkehendak lain,” katanya.

Dikabarkan, bahwa pihak keluarga menolak untuk jenazah almarhum diautopsi. Dia menyatakan, bahwa pihak keluarga memutuskan tidak mengautopsi jenazah almarhum.

“Kami dari keluarga memutuskan tidak perlu adanya otopsi, ini adalah keputusan keluarga. Kemudian yang kedua memang di dalam keterangan keluarga supaya jenazah almarhum cepat dikremasi. Sehingga perkabungan tidak berlangsung lama. Dan jenazah almarhum secepatnya dikremasi ini yang menjadi keinginan keluarga. Sehinga keluarga juga dapat meneruskan kehidupan dan aktivitas seperti biasa,” terangnya.

Sampai saat ini rumah duka Kertha Semadi di Jalan Cargo terus ramai. Nanti malam sekira pukul 20.00 Wita akan digelar acara doa bersama.

Anehnya, pihak keluarga mendiang Hari Darmawan menolak jenazah dari pendiri Matahari Grup ini untuk diautopsi. Dikabarkan sebelumnya, jasad almarhum ditemukan di Sungai Ciliwung.

Roy Nicholas Mandey mengatakan, bahwa pihak keluarga ingin jenazah Hari Darmawan cepat dikremasi.

“Kami dari keluarga memutuskan tidak perlu adanya otopsi, ini adalah keputusan keluarga. Kemudian yang kedua memang didalam keterangan keluarga supaya jenazah almarhum cepat dikremasi,” jelas Roy.

“Sehingga perkabungan tidak berlangsung lama. Dan jenazah almarhum secepatnya dikremasi, ini yang menjadi keinginan keluarga. Sehinga keluarga juga dapat meneruskan kehidupan dan aktivitas seperti biasa,” sambung Roy.

Saat ini, dugaan sementara Hari Darmawan meninggal karena serangan jantung. Menurut Roy, sebelum Hari Darmawan meninggal, kondisinya memang tengah kurang enak badan.

“Saat di villa itu kondisi beliau memang tidak enak badan. Dan keluarga memperkirakan ada serangan jantung. Saat di Mega Mendung beliau berada di sekeliling rumahnya dan terpleset karena dapat serangan jantung,” lanjut Roy.

Menurutnya, kejadian tersebut sudah larut malam, sehingga tidak terlihat oleh pendampingnya. Roy menegaskan, bahwa Hari Darmawan saat di villa bersama dengan pendamping dan sopirnya.

Rencanaya, Hari akan melakukan perjalanan ke Jakarta dan menlanjutkannya  ke Bali. Keluarga pun sepakat bahwa kematian Hari Darmawan sudah kehendak Tuhan.

“Pihak keluarga mengatakan kematian beliau ini memang sudah kehendak Tuhan. Untuk kasusnya diberikan kepada pihak yang berwajib,” ujar Roy.

Jenazah Hari Dermawan Dikremasi Rabu Besok

Kesedihan menyelimuti rumah duka Kertha Semadi, Denpasar, Bali, tempat persemayaman jenazah Pendiri Matahari Grup Hari Darmawan. Jenazah Hari Darmawan akan dikremasi para Rabu (14/3) besok.

Berdasarkan pantauan, tangis haru terlihat dari hampir seluruh keluarga dan kerabat yang datang melayat. Satu per satu pelayat yang datang langsung menuju peti jenazah untuk memberikan doa terakhir.

“Acara perkabungan, kebaktian akan kami laksanakan hingga Selasa malam. Rabu pagi pukul 09.00 WITA pelepasan ke krematorium Nusa Dua,” kata juru bicara keluarga almarhum, Roy Nicholas Mandey kepada wartawan di rumah duka, Minggu (11/3).

Lanjut Roy, keluarga memilih hari Rabu untuk dikremasi agar seluruh keluarga bisa berkumpul dan melihat jenazah pria empat anak ini sebelum diantar ke peristirahatan terakhir.

“Beliau (almarhum) kan saudaranya banyak. Tidak hanya di Bali, tapi juga di kota lain. Termasuk anaknya kan ada yang tinggal di luar negeri. Jadi harus nunggu,” jelas Roy.

Hingga menjelang petang, kerabat dan kolega almarhum terus berdatangan di rumah duka.

Sempat ramai dibicarakan alasan penguburan atau kremasi Hari Darmawan karena sesuai wasiat almarhum. Menurut Roy permintaan tersebut tidak secara langsung dalam bentuk wasiat.

Almarhum, lanjut Roy, memang telah merencanakan akan ke Bali. Rencana tersebut telah disampaikan pada keluarga untuk berkumpul di rumahnya di kawasan Sanur, Bali.

“Keluarga sempat bilang kalau Bapak (almarhum) merencanakan akan ke Bali hari Sabtu kemarin. Beliau ingin berkumpul bersama keluarga. Namun beliau lebih dahulu berpulang akibat kejadian Jumat malam,” ujar Roy.

Dipilihnya Bali sebagai tempat peristirahatan terakhir pendiri Matahari Gruo itu, Roy menjelaskan karena almarhum begitu senang dengan Bali. Hari juga tinggal dan punya rumah di Bali.

Hal itulah yang mendasari keluarga mengikuti kehendak almarhum. “Keluarga memang ingin beliau dikremasi di Bali,” tambahnya.

Ada wacana usai kremasi, abu jenazah akan dilarung ke laut. Keluarga akan rembuk terkait hal tersebut. “Pada intinya, keputusan keluarga yang terbaik buat almarhum,” pungkas Roy.

Saat ini, pihak keluarga masih menunggu kedatangan sanak saudara dari beberapa daerah seperti Makassar bahkan dari luar negeri. Hingga kini, keluarga dan karyawan dari mendiang terus berdatangan. NH

Share

Check Also

300 Kader FAM Tangerang Ikut Rembuk Nasional 98

Thejak, FAM – Organisasi Gerakan Mahasiswa yang di kenal Forum Aksi Mahasiswa (FAM) Tangerang telah ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *