Selasa , 17 Juli 2018

ANIES TUDING SARI PAN PACIFIK CURI AIR TANAH

 

Anies Baswedan saat sidak ke Hotel Sari Pan Pancifik, kemarin.

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sidak ke Hotel Sari Pan Pacific, Senin (12/3). Alhasil, Anis menuding hotel bintang lima itu nyolong air tanah.

Anies merazia dugaan penggunaan air tanah secara ilegal. “Biar jadi contoh,” kata Anies di lokasi, Jakarta Pusat.

Sejumlah PNS yang mengikuti Anies mengenakan rompi bertuliskan “Tim Pengawasan Terpadu Sumur Resapan, Instalasi Pengolahan Limbah, dan Air Tanah”

Anies Setiba di lobi hotel, disambut manajemen. Anies menanyakan, apakah pengelola memanfaatkan air tanah dan mengembalikannya lagi ke tanah. “Di New York Times ada, tuh, Pak, air tanah Jakarta itu turun. Siapa yang bikin turun? Ya, kita-kita ini,” kata Anies.

Anies dan rombongan diajak ke belakang hotel untuk melihat instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Hotel Sari Pan Pacific.  Anies jongkok untuk melihat gorong-gorong yang mengalirkan limbah hotel. Ia juga melihat limbah hotel yang tidak tertampung di IPAL dan membanjiri permukaan tanah.

Saat meninjau beberapa titik, Anies menggelengkan kepalanya.  “Ini pelanggarannya fatal,” ujarnya.

Manajemen Hotel Sari Pan Pacific menolak memberi tanggapan terkait dugaan temuan pelanggaran ini.

Anies mulai melakukan razia gedung tinggi di Jakarta untuk memastikan gedung-gedung tinggi itu memiliki sumber air berizin.  Razia ini dilakukan setelah Anies mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018. Kepgub itu mengatur tentang pembentukan tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan serta instalasi pengelolaan air limbah dan pemanfaatan air tanah di bangunan gedung dan perumahan. Tim ini akan berkeliling gedung-gedung mulai hari ini hingga 21 Maret 2018.

Gedung-gedung tersebut tercatat menggunakan air PDAM dengan jumlah yang relatif kecil. Padahal, gedung-gedung itu diisi banyak orang yang membutuhkan pasokan air besar.

Dari hasil pemeriksaan, Anies menyimpulkan banyak pelanggaran yang dilakukan manajemen Hotel Sari Pan Pacific. Pertama, tidak adanya sumur resapan. “Jadi air yang digunakan di hotel ini dialirkan keluar dan menyumbang pada banjir kalau sedang ada hujan yang deras. Karena apa? Karena bukan dimasukkan dalam tanah,” kata Anies.

Kedua, instalasi pengolahan limbah (IPAL) di hotel itu menurut Anies tidak sesuai aturan. Grease trap atau perangkap lemak tidak berfungsi dan mencemari limbah air. IPAL juga penuh sampah dan ini berimbas kepada baku mutu yang mengatur pengembalian limbah air ke tanah.

“Di situ banyak masalah. Ditemukan tadi ketentuan-ketentuan kami yang menyangkut prinsip-prinsip dasar pengelolaan limbah itu tidak dijalankan,” ujar dia.

Ketiga, penggunaan air tanah izinnya kedaluwarsa.

“Di sini izinnya surat ijin pengambilan air SIPA itu terakhir tahun 2013 sudah tidak berlaku lagi. Sudah kardaluarsa. Dan peletakkan alat-alatnya, alat ukur dan lain-lain tidak sesuai dengan ketentuan,” kata Anies. NH

 

Share

Check Also

AWAS, JANGAN BELI BEDAK JOHNSON’S

  thejak.co – Awas, bedak merk Johnson & Jhonson bisa menyebabkan kanker rahim bagi perempuan. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *