Senin , 20 Agustus 2018

Diperlukan Revolusi Keuangan Negara

thejak.co – Sekjen Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN), Hardjuno Wiwoho mengatakan, perlu revolusi keuangan negara untuk membenahi sistem keuangan negara yang bobrok.

Terutama, di saat penanganan kasus BLBI yang tidak kunjung usai ini. “Jangan sampai sistem yang sudah bobrok ini dibiarkan dan tidak diperbaiki,” ujarnya.

Ia pun menjelaskan tentang BLBI yang fenomenal di masyarakat ini. “Kita di kalangan aktivis ini selalu melihatnya BLBI itu dianggap kasus yang timbul tenggelam. Karena apa? Sebenarnya tidak semua orang paham, seperti BLBI itu dan dalamnya seperti apa, sih?” imbuhnya.

Pihaknya dari LPEKN selalu bicara BLBI adalah adanya penetapan release and discharge (jaminan pembebasan dari proses maupun tuntutan hukuman) tahun 2003 oleh Pemerintahan Megawati.

“Yang setelah itu sejak 2003 sampai saat ini ada subsidi bunga obligasi rekap eks BLBI Rp 60 triliun per tahun diberikan oleh pemerintah kepada bankir-bankir sebagai pembayaran bunga,” paparnya.

Kata dia, itulah yang sebenarnya yang di balik konteks dalam permasalahan ini mengapa kasus BLBI seolah-olah sulit untuk ditemukan celah penyelesaiannya seperti apa. “Karena apa? Karena ini bagian dari persoalan yang ada kepentingan besarnya di setiap rezim,” tandasnya.

Untuk itu, ia menyarankan adanya revolusi keuangan negara. “Konkretnya adalah rekonsiliasi keuangan negara. Kita buka terang benderang kasus ini.

Dan minimal, subsidi bunga obligasi harus distop. Dananya bisa untuk membangun infrastruktur untuk kepentingan rakyat. Ini uang triliunan rupiah, lho” tegasnya.

Ke depan, LPEKN akan ikut dan terus mengawal sistem keuangan negara agar rakyat benar-benar mengetahui secara transparan. “Harus kita jaga ke depan tentunya. Kami LPEKN akan ikut mengawasi keuangan negara, cetusnya.

Makanya, dia sangat heran dengan pernyataan pakar hukum Otto Hasibuan dan juga Luhut Panjaitan yang menyatakan kasus BLBI sudah berakhir.

“Ini mungkin karena Otto punya klien atau punya kepentingan terkait kasus ini, bisa jadi. Bisa juga Otto tidak paham secara dalam kasus BLBI,” tegasnya.

Terkait tahun-tahun politik, Kasus BLBI ini harusnya jadi momentum para elit politik untuk membongkar habis dan menuntaskan kasus ini karena sudah puluhan tahun dan berganti-ganti rezim. Tetapi, masih timbul tenggelam dan tidak ada penuntasan serius sampai ke akar-akarnya. AGS

Share

Check Also

Kecerian Anak Saat Ikut Lomba Gambar Kapal PELNI

Thejak  – Untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *