Kamis , 21 Juni 2018

Masa Depan Driver Ojol Suram

 

 

Jaket dan atribut ojek online yang dijual bebas di pasaran.

 thejak.co –  Masa Depan driver ojek online (ojol) suram. Hal ini dapat dilihat dari banyak helm bekas ojol yang iobral di pinggir jalan. Tak hanya itu, aplikasi ojol pun juga dijual seharga Rp 1,5 juta.

Helm bekas ojol diobral dipinggir jalan di Jakarta. Salah satunya di Jalan Sutan Agung atau Jalan Kawi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, ada pemandangan yang cukup mencuri perhatian. Tumpukan helm ojol dipajang cukup banyak di sana.

Herry Siregar, sang penjual, mengatakan sudah tiga bulan ini menjual helm ojek online. Helm yang ditawarkan memang bukan barang baru alias second. “Kualitasnya masih sangat baik, karena barang setengah pakai. Jadi semua layak jual,” ujarnya, Selasa (13/3).

Helm yang dijual, kata Herry, berasal dari perusahaan layanan ride sharing langsung. Perusahan tersebut melakukan lelang barang, lalu Herry dan teman-temannya coba beli untuk dijual kembali.

Sayangnya Herry tidak mengungkap berapa dana yang mereka habiskan untuk membeli helm ojek online ini. Tapi dia mengatakan menjual helm tersebut di delapan titik di Jakarta.

“Selain Jalan Kawi dan Sultan Agung, ada di Muara Angke dan beberapa tempat di Jakarta Barat,” tuturnya.

Setiap helm dipatok seharga Rp 45.000. Mayoritas pembelinya adalah para driver ojek online. “Kebanyakan helm mereka rusak, jadi beli disini untuk serep. Hitung-hitung menghemat karena kalau beli baru kan harganya Rp 120 ribu,” ungkap Herry.

Ketika berbincang dengan Suwito, driver ojek online yang tengah membeli helm. Dia bercerita helm miliknya hancur karena jatuh.Sudah beberapa hari lalu Suwito ingin membeli helm baru, tapi tidak sempat ke kantor. Kebetulan melintas di Jalan Kawi, dia lantas membeli.

“Ternyata kualitasnya masih bagus, harganya juga lebih murah ketimbang yang baru,” katanya.

Karena harganya dirasa bersahabat, Suwito pun memborong dua helm sekaligus. “Karena sering hujan, jadi bisa untuk cadangan kalau satunya basah,” pungkasnya.

Akun Gojek Dijual Rp 1,5 Juta

Sementara itu, di jejaring sosial Facebook, terdapat beberapa grup yang dijadikan sebagai media untuk melakukan jual beli akun ojek online, tidak hanya Uber tapi juga Grab dan Gojek.

Dalam satu grup bahkan terdapat lebih dari 14.500 anggota yang sebagian di antaranya menjual akun dan perlengkapan lainnya seperti helm, jaket, ATM serta telepon genggam.

Data yang diperoleh dari grup tersebut, akun Uber memiliki harga jual yang paling rendah. Untuk mendapatkan sebuah akun Uber Motor, calon pembeli harus membayar Rp 100 ribu. Sedangkan untuk akun Uber Car, dijual dengan harga Rp 150 ribu.

Di atasnya, adalah akun Grab. Harga jual akun Grabbike dan Grabcar berkisar antara Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu. Sedangkan akun dengan harga jual tertinggi adalah Gojek, yang dijual pada rentang harga Rp1 juta sampai Rp1,5 juta.

Para penjual akun ini, beberapa di antaranya menyertakan perlengkapan lain ojek online dalam paket penawarannya.

Berikut adalah beberapa iklan penjualan akun yang diunggah oleh anggota grup tersebut.

“Jual akun UBER MOTOR nihh ! Masih fress. Ready stok. Tinggal ubah data saja pake data agan (foto agan, email,psword,rekening, stnk motor) cuma nama aja yg gk bsa di ganti!! . 100RB NET. UBER MOBIL 150RB NET. Lokasi lubang buaya pondok gede dateng krumah silahkan. Klo mau cod juga boleh Wa aja 081212827126,” tulis akun Ahmad Jefri Wijaya pada Selasa (6/3/2018) pukul 18.37 WIB.

“Jual akun UBER MOTOR/UBER CAR. masih kosong (fresh), nama bisa sesuai pesanan(sesuai ktp) serta jasa buka suspen UBER, harga uber motor 100k. uber mobil 150k. minat hubungi 082213176343wa.DD902CE3 syarat langsung wa aja.” tulis akun Bayu Naing pada 20 Agustus 2017.

“Kali ada yang minat akun grabbike nya akun masih fres 750 nego lengkap,” tulis akun yang bernama Agas pada Senin (12/3/2018) pukul 11.16 WIB.

“Jual santai akun tangan pertama, dibilang gacor sih liat aja waktunya. Akun + atm + jaket 2 helm 2 + simcard. Siap hitam diatas putih. Harga tertinggi angkut. Buka harga 700k ( tanpa tuyul2an ) JAKTIM,” tulis akun Vega Bery pada Senin (12/3/2018) pukul 00.27 WIB.

“Jual akun gojek tangan kedua sudah atm bca kel jaket 1 helm 2 Harga 1,5 lokasi tambun Minat wa 08128622681,” tulis akun Refly Dewantara pada Selasa (13/3).

Tidak hanya penjual, pembeli akun pun banyak yang mengunggah postingannya di grup ini untuk mendapatkan akun yang diinginkannya.

“BarNg kali ada yg mau jual akun.nya gojek or grabbike siap terima amanah hitam putih matrai 6000 siap melar No. pHP Japri aja langsung 083129584871,” tulis Maulana, Senin (12/3) pukul 10.49 WIB.

“Butuh secepatnya akun uber lokasi senen Mahar 150,” tulis Tobi pada Minggu (11/3/2018) pukul 19.26 WIB.

Selain jual beli akun, grup tersebut juga memfasilitasi sewa-menyewa akun. “ane ada akun gojek bca mau di sewain 200/minggu . lokasi ciputat 087887422439/081295519795,” tulis Saeful Rohman, Senin (12/3/2018) pukul 17.35 WIB.

Stop Buka Lowongan Driver

Di lain pihak, pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara atau moratorium rekrutmen pengemudi transportasi online. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Koordinasi tentang angkutan berbasis aplikasi di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemhub Budi Setiyadi mengatakan, keputusan pembatasan jumlah pengemudi transportasi online dilakukan karena saat ini pertumbuhan jumlah pengemudinya sangat cepat. Data yang dimiliki Kemhub menunjukkan, jumlah pengemudi yang dimiliki satu perusahaan penyedia aplikasi mencapai 175.000 orang, meningkat 9.000 orang dalam 3 minggu, Angka ini juga jauh melampaui kuota 36.510 pengemudi yang ditetapkan Kemhub beberapa waktu lalu.

“Karena cepatnya pertumbuhan itu, tadi rapat memutuskan menghentikan sementara waktu penerimaan pengemudi baru,” katanya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, keputusan penghentian akan dilakukan di seluruh daerah. Langkah itu diambil demi menyelamatkan pengemudi taksi online yang sudah ada.

Maklum saja, jumlah pengemudi taksi online yang tidak dibatasi bisa memicu persaingan ketat antar pengemudi. Bahkan, dengan kondisi tersebut, sopir bisa saja tidak mendapatkan order sama sekali. “Jadi kasihan, karena jumlah pengemudi terlalu banyak, kompetisi menjadi ketat, mendapatkan order juga akan semakin sulit, kalau itu terjadi, mereka mau dapat apa,” katanya.

Budi berharap, keputusan penghentian untuk sementara waktu perekrutan sopir taksi online tersebut bisa dipatuhi oleh para penyedia layanan taksi online. “Soal sampai kapan pemberlakuannya, tunggu ketetapan selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, beredar kabar bakal hengkangnya Uber dari persaingan bisnis angkutan berbasis online di Asia Tenggara semakin menguat. Namun, pihak Uber di Indonesia enggan menanggapi rumor dan spekulasi yang beredar di berbagai media, baik media lokal maupun internasional. “Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi,” jawab Dian Safitri, Humas Uber Indonesia.

Dian mengatakan, CEO Uber Dara Khosrowshahi sudah memberikan keterangan terkait strategi bisnis di Asia beberapa waktu yang lalu. “Silakan merujuk pada pernyataan CEO dan Chief Business Officer Asia Pacific Uber,” sarannya.

Dalam artikel yang dimuat Reuters pada 22 Februari 2018, Dara Khosrowshahi menyatakan bahwa Uber akan melakukan investasi secara agresif di wilayah Asia Tenggara.

Sedangkan Chief Business Officer Uber untuk Asia Pasifik Brooks Entwistle mengatakan, hengkang dari India dan Indonesia mungkin akan meningkatkan profitabilitas perusahaan, namun akan mengorbankan pertumbuhan jangka panjang. HDS

Share

Check Also

FKPB Bareng Pospera & Pena 98 Banten Hadiri Rembuk Nasional 98

Thejak, FKPb- Forum Komunikasi Pemuda Batak ( Indonesia ) siap menghadiri Acara Rembuk Nasional 98 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *