Senin , 28 Mei 2018

Ada “Kekuatan Besar” di Balik Kasus BLBI

thejak.co – Hingga kini, kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), penuntasannya timbul tenggelam. Kuat dugaan, ada “kekuatan besar” di balik kasus BLBI sehingga aparat penegak hukum terkesan sulit mengungkap skandal megakorupsi ini.

Demikian diungkap Ketua Umum Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS), Sasmito Hadinagoro. “Saya katakan dengan garis bawah tebal, jangankan kasus BLBI, Century Gate yang hanya tujuh sekian triliun di belakangnya pasti diduga kuat ada orang besar. Diduga kuat ada elit politik yang kuat dalam kasus BLBI,” ujar Sasmito, kepada TheJak, di Jakarta, kemarin.

Nah, apalagi, lanjutnya, BLBI. “BLBI itu berapa kalinya dari Century. Kalau Anda tanya apakah ada kekuatan besar, saya tegaskan pasti diduga ada kekuatan besar tersebut.

Bahkan, sampai hari ini, kekuatan besar itu diduga sengaja membelokkan kasus tersebut dan mengaburkannya dengan isu-isu lain sehingga publik melupakannya. Makanya sekarang HMS mengajak, mari melawan lupa dan harus dituntaskan oleh KPK kasus ini,” cetusnya.

Pria yang juga ketua umum Lembaga Penyelidikan Ekonomi Keuangan Negara (LPEKN) ini berujar, BLBI Gate itu dalam pengertian sebagai skandal keuangan negara harus dipahami masyarakat Indonesia adalah merupakan megaskandal korupsi keuangan negara terbesar sejak RI merdeka tahun 1945.

“KPK sendiri telah berjanji dengan Resolusi 2018-nya yaitu akan menuntaskan Kasus BLBI,” tandasnya.

Sasmito yang sering menjadi pembicara dalam berbagai diskusi dan seminar tentang BLBI itu pun membantah keras pernyataan pakar hukum Otto Hasibuan, baru-baru ini yang menyebutkan perkara BLBI telah berakhir atau tidak dapat diselidiki secara fakta hukum. Kata Otto, kebijakan BLBI merupakan rangkaian kebijakan untuk mengatasi krisis.

“Itu sangat naif. Kalau ada yang mengatakan kasus BLBI berakhir itu sangat naif. Tidak patutlah. Suruh membaca dan mencermati UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara

Pasal 3, Ayat 1 bahwa keuangan negara harus dikelola secara tertib taat pada perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, harus bisa dipertanggungjawabkan dan masyarakat berhak mengetahui karena ada asas kepatutan dan keadilan” katanya.

Lelaki lulusan UGM dan pernah mengajar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) ini berujar, dengan ditetapkannya Syarifudin Temenggung (mantan Kepala BPPN) sebagai tersangka dalam kasus BLBI, maka harusnya ini bisa jadi pintu masuk berikutnya untuk membuka lebar-lebar kasus ini.

“Sayangnya, sampai sekarang sudah berganti tahun, Syarifudin Temenggung tidak juga disidangkan ke pengadilan, apa karena khawatir dia akan bernyanyi ke mana aliran uang triliun itu?” tanyanya.

Makanya, sambung Sasmito,  kalau ada yang mengatakan kasus BLBI sudah tutup atau berakhir, itu tidak benar.

“Saya berani berdebat karena kasus pidana, hukumya selama 18 tahun masih tetap berjalan. Lah pemberian bunga subsidi obligasi rekap eks BLBI itu masih berjalan sampai sekarang.

Ayo Sri Mulayani (Menkeu), Agus Martowardoyo (gubernur BI suruh bicara). Saya, Pak Kwik Kian Gie mencermati ini dan Prof. Sri Edi Swasono termasuk juga, kita bertiaga tahu,” paparnya.

Sehingga, tukas dia, kalau bicara BLBI Gate, Jokowi yang dalam janji kampanyenya 2014 akan menuntaskan kasus BLBI juga harus ikut aktif dan memenuhi janjinya.

“KPK juga sekarang berjanji melalui Resolusi 2018 akan menubtaskan BLBI. Ini sekarang momentumnya. Karena apa, bayangkan, kalau subsidi bunga BLBI yang Rp 960 triliun sampai akhir pemerintahan SBY itu masih diberikan juga pada era 3 tahun Jokowi, itu menyedihkan dan saya sudah peringatkan. Jangan sampai generasi mendatang yang menanggung beban utang (bunga)-nya,” kritiknya.

Mengenai nama Megawati yang disebut-sebut terlibat dalam kasus ini, Sasmito mengatakan, Mega tidak perlu khawatir. “Menurut saya, patut diduga ada ketakutan Megawati karena seperti yang disuarakan di medsos-medsos itu bahwa dia terlibat.

Bukan hanya Mega, justru selama era SBY, ada 960-an triliuan duit dikucurkan dari APBN untuk membayar subsidi bunga obligasi rekap, itu real cash,” tegasnya. AGS

Share

Check Also

Penyanyi Innes Baladiva Bocorkan Manfaat dari Hipnotis

Belum lama ini adegan hipnotis kerap meramaikan layar kaca televisi Indonesia. Berbagai respon pun muncul ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *