Senin , 28 Mei 2018

Pemprov DKI Isyaratkan 1.500 Becak Bakal Beroperasi di Jakarta

Becak masih dibutuhkan warga Jakarta sebagai alat transportasi sehari-hari yang berada di kampung-kampung.

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, selama ini tak ada satu provinsi pun di Indonesia yang melarang profesi sebagai penarik becak.

“Sebetulnya saya selalu bilang, hanya di Jakarta yang melarang profesi abang becak. Tidak ada satu provinsi pun yang melarang profesi sebagai penarik becak, tidak ada dalam undang-undang satu pun pasal yang melarang orang bekerja sebagai abang becak,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (11/3).

Selain itu, lanjutnya, tidak ada undang-undang yang melarang pekerjaan sebagai penarik becak.”Hanya perda di Jakarta dan perdanya itu melarang eksistensinya. Nah, ini bagian dari masa lalu. Kita sekarang Jakarta sudah berubah,” kata dia.

Untuk itu, Anies ingin mengubah kebijakan itu. Menurutnya, saat ini tren transportasi telah berubah. Kendaraan ramah lingkungan dan hemat energi menjadi tren baru transportasi umum.

“Nah, di banyak tempat, kendaraan yang seperti ini, itu justru jadi tren baru. Di Jakarta justru masih dilarang. Jadi kami akan ikhtiarkan, seperti saya katakan, dia (becak) akan beroperasi di tempat-tempat yang membutuhkan, terutama di lingkungan-lingkungan, di permukiman kampung,” sebutnya.

Anies juga mengatakan sudah mendata jumlah becak yang ada di Ibu Kota. Becak tersebut sudah dipasangi stiker khusus supaya mudah dikenali dan jumlahnya tidak bertambah.

“Sudah (didata), itu sekitar 1.500-an becak. Ada sekitar 1.400-1.500 (yang dipasangi stiker), sekitar segitu lah,” kata Anies.

Sementara itu, Wagub DKI Sandiaga Uno mengatakan becak mayoritas beroperasi di Jakarta Utara yakni 500 unit. Kata dia, Anies menginginkan jumlah becak tak bertambah.

“Di Jakarta jumlahnya nggak lebih dari 500, menurut Pak Wali (Wali Kota Jakarta Utara Husein Murad, red) tadi dan mayoritas ada di Jakarta Utara,” kata Sandiaga saat ditemui di kantor Kecamatan Koja, Jalan Mangga, Jakarta Utara, Sabtu (27/1).

Sandiaga mengaku sudah berkoordinasi dengan Husein mengenai pemeliharaan becak di Jakarta Utara. Salah satu cara pemeliharaan dengan memasangi stiker.

“Tadi sudah koordinasi dengan Pak Wali, dengan Pak Camat, becak yang datang dari daerah wilayah Indonesia ke Jakarta tak diperbolehkan. Jadi akan dipulangkan. Yang kami lakukan adalah mendata yang sudah ada di Jakarta ber-KTP DKI dan diberi pelatihan, dikasih stiker,” tuturnya.
BCR/AZS

Share

Check Also

Sah! Sandiaga Lantik Johan Nakhodai PD Dharma Jaya

thejak.co – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengangkat Johan Romadhon sebagai Direktur Utama PD Dharma Jaya menggantikan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *