Senin , 28 Mei 2018

Wow, 20 Nama Antre Jadi Cawapres Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi)

thejak.co – Joko Widodo (Jokowi) diusung kembali menjadi calon presiden di Pemilu 2019 mendatang. Namun, nama calon pendamping Jokowi sebagai calon wakil presiden masih menjadi teka-teki.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, mengungkapkan sejauh ini ada beberapa nama yang sudah dikantongi. “Yang saya dengar 20 nama masuk long list. Yang short list mungkin 10 nama,” kata Hendrawan.

Dia menambahkan bahwa dari daftar nama tersebut kemungkinan ada beberapa tokoh nasional. Namun, ia tak mengetahui secara pasti terkait nama-nama tersebut.

“Tokoh-tokoh nasional pasti masuk radar. Hanya siapa-siapa yang masuk long list, siapa-siapa yang masuk short list, dan siapa-siapa yang ada dalam priority list, saya belum tahu,” tutur Hendrawan.

Meski pendaftaran capres tinggal hitungan lima bulan lagi, PDIP masih menyimpan rahasia dinamika nama cawapres Jokowi. Hendrawan meminta agar publik lebih menunggu pengumuman resmi. “Kita tunggu saja daripada sibuk berspekulasi atau berilusi. Kan masih jauh,” ucapnya.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno mengatakan, sebagai petahana wajar bila kursi pendamping Jokowi diperebutkan. Apalagi mengingat elektabilitas Jokowi yang maju lagi sebagai capres masih tertinggi dibandingkan tokoh lainnya.

“Faktor ini menjadi magnet elektoral paling utama yang membuat parpol dan kandidat berhasrat mendampingi Jokowi. Wajar antrean panjang,” ujar Adi.

Adi menekankan figur pendamping Jokowi harus bisa mendongkrak elektabilitas. Sebab, mengacu beberapa hasil lembaga survei, elektabilitas Jokowi juga masih belum aman sebagai petahana.

Lalu, secara politik, posisi cawapres juga jadi rebutan. Parpol pendukung Jokowi dinilai berpikir cepat karena tak mau jagoan yang diusungnya bersusah payah melawan elektabilitas Jokowi. “Pada tahap inilah sesungguhnya parpol krisis nyali sebagai petarung yang cenderung berpikir pendek,” kata Adi.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tak memungkiri kedekatannya dengan Partai Demokrat akhir-akhir ini. Ditandai, antara lain pertemuan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY dengan Presiden Joko Widodo.

PDIP menyebut kedekatan itu tidak terjadi dengan tiba-tiba melainkan ada satu rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi, di antaranya momen Pilkada serentak tahun 2018. Jalinan koalisi antarpartai politik di tingkat daerah ternyata menghubungkan pimpinan pusat masing-masing partai.

Pun demikian dengan PDIP dan Partai Demokrat, yang didekatkan oleh jalinan komunikasi untuk penentuan koalisi dalam pilkada. Misal, Demokrat yang mendukung Ganjar Pranowo, kader PDIP, sebagai calon gubernur Jawa Tengah.

Contoh lain di Pilkada Kalimantan Barat: Karolin Margret Natasa, kader PDIP, dipasangkan dengan kader Demokrat Suryadman Gidot sebagai pasangan calon gubenur dan wakil gubernur.

“Koalisi seperti itu ternyata memiliki efek induksi secara vertikal, ke tingkat nasional, jarak antarpolitikus semakin dekat,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Hendrawan Supratikno.

Namun Hendrawan menolak menjawab lebih terperinci tentang kans PDIP berkoalisi dengan Demokrat dalam pemilu presiden tahun 2019.

Tak dijawab dengan lugas pula soal kemungkinan Joko Widodo dipasangkan dengan AHY, putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat.

“Jadi intinya jangan kita masuk ke wilayah spekulasi dan ilusi, karena kita butuh proses yang memakan waktu,” tegas Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPR ini. DED

Share

Check Also

Penyanyi Innes Baladiva Bocorkan Manfaat dari Hipnotis

Belum lama ini adegan hipnotis kerap meramaikan layar kaca televisi Indonesia. Berbagai respon pun muncul ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *