Selasa , 17 Juli 2018

Karaoke Sense Jadi Tempat Nyabu Artis

 

Karaoke Sense saat dirazia BNN.

thejak.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan akan mencabut izin karaoke Sense di Manggu Dua Square, Jakarta Utara. Karaoke yang terkenal dikalangan artis itu terbukti jadi tempat peredaran narkoba.

Berdasarkan keteranagn yang diperoleh, Karaoke Sense di kenal dikalangan artis ibukota. Banya artis yang Karaoke di sana. Salah satu artis yakni Pretty Asmara, yang kini mendekam di sel dalam kasus narkoba.

Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat penutupan karaoke tersebut.

“Jadi siap-siap dalam waktu pendek ini mereka akan menerima surat penutupan, pencabutan tanda daftar usaha pariwisata, TDUP-nya akan dicabut. Ya kalau dicabut selesai,” kata Anies di depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (12/4).

Anies mengatakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI juga ikut dalam penggerebekan tadi malam bersama BNN. Anies menyebut bukti-bukti pelanggaran Sense Karaoke sedang dilengkapi. Jika sudah rampung, proses penutupan bakal segera dilakukan.

“Petugas kita juga bersama-sama BNN tadi malam. Kadis dari Dinas Pariwisata ada di sana mereka bersama-sama data-datanya juga lengkap dan hari ini langsung diproses. Jadi kalau buktinya sudah lengkap langsung kita laksanakan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anies menjelaskan efektifnya Pergub Nomor 18 Tahun 2018 tentang Pariwisata untuk menindak usaha pariwisata yang melanggar aturan. Dia menilai, lewat pergub itu, Pemprov bisa mengambil langkah penutupan jika terbukti ada pelanggaran pergub.

“Teman-teman sekalian lihat kan efektif bukan kalau punya peraturan yang membentuk perilaku? Coba kalau selama ini kita tidak punya peraturan, bila pelanggaran seperti itu terjadi kalau kemarin kita harus bikin surat peringatan, diperingatkan berulang lagi, sekarang aturannya jelas, begitu kejadian langsung kami tutup,” tutur Anies.

“Jadi adanya pemerintah itu membuat aturan mengubah perilaku, bukan aturan sebagai pemberitahuan, sebagai pengumuman bukan. Dan ini akan kita tegakkan,” sambungnya.

Anies mengatakan sudah bertemu dengan Kepala Disparbud DKI Jakarta Tinia Budiati membahas tindaklanjut Sense Karaoke Sense Karaoke di Mangga Dua Square. Anies mengatakan sanksi penutupan Sense Karaoke tinggal menunggu waktu.

“Saya sudah terima, sebelum saya ke sini (Hotel Ritz Carlton Pacific Place) saya lihat suratnya, lagi diproses jadi pelanggarannya sesuai dengan Pasal 54 atau 55 tahun 2018,” kata Anies.  “Pelanggarannya sudah jelas, buktinya ada, tinggal eksekusi,” lanjutnya.

Anies tidak memungkiri beberapa restauran di bangunan Sense Karaoke memang masih beroperasi. Hal itu karena surat pencabutan TDUP masih dalam proses. “(Restauran) Memang masih buka, suratnya masih proses,” kata Anies.

Sense Karaoke terbukti menjadi tempat peredaran narkoba setelah digerebek Rabu (11/4) malam. BNN menemukan sejumlah barang bukti narkoba.

“Barang bukti narkotika jenis sabu, ekstasi, ganja, ketamin dalam plastik-plastik kecil,” kata Deputi Bidang Pemberantas BNN Irjen Arman Depari.

BNN juga mengamankan 36 pengunjung dan dilakukan tes urine. Hasilnya, 24 di antaranya terbukti mengonsumsi narkoba. “Benar (dilakukan tes urine),” ungkap Arman.

Menurut Arman, beberapa pengunjung tempat karaoke tersebut positif narkoba. Namun, Arman belum menjelaskan hasil keseluruhan terkait tes urine tersebut.

“Memang dari hasil (pemeriksaan) semalam, ada 24 pengunjung yang positif (narkoba)Ini masih diperiksa lagi, masih didalami,” ujar dia.

Tes urine dilakukan di kantor BNN Cawang Jakarta Timur. Terlihat beberapa orang berpakaian rapi keluar dari lobi BNN sekitar pukul 11.28 WIB. Di antaranya, ada beberapa wanita berpakaian minim. Mereka terlihat didampingi seorang petugas BNN. Mereka tampak menuju ruangan eks labotarium BNN.

Menurut Arman, petugas menemukan beberapa butir pil dan serbuk putih di lokasi. Pil tersebut ditemukan petugas di dalam dua tas berwarna hitam dan pink yang ada di meja resepsionis tempat hiburan tersebut. Salah satu petugas resepsionis yang enggan disebut namanya menyebut tas itu milik perempuan yang dia sebut ‘Mami Cungko’.

“Kita nggak tahu ada pil itu di dalam laci, tas itu punya Mami Cungko. Dia sudah biasa di sini, tapi kita nggak tahu tas itu ada di sini (laci),” kata resepsionis itu.

Saat diperiksa, di dalam kedua tas tersebut ditemukan beberapa butir pil berwarna kuning dan pil yang diduga ekstasi. Petugas juga menemukan serbuk putih dalam beberapa kemasan plastik klip.

Seluruh ruangan karaoke telah dikosongkan. Para pengunjung dan karyawan dikumpulkan di lobi.Ponsel mereka juga dikumpulkan di satu meja. Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari petugas BNN yang ada di lokasi terkait kegiatan ini.

“Ya jelas (disediakan Sense Karaoke) itu karena kita temukan di loker, laci, dan tas (karyawan), berarti dari dalam, bukan dari luar,” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Arman.

Arman menambahkan narkotika-narkotika itu disediakan karyawan Sense Karaoke untuk pengunjung yang menginginkan barang haram tersebut. Hal itu dipertegas dengan penemuan alat isap bong di lokasi.

“Mereka yang ingin pakai narkoba dia bisa beli di dalam yang disediakan oleh karyawan. Saya pastikan ini karyawan adalah waiters langsung dan resepsionis dan ladies escort. Kita temukan juga alat isap sabu bong,” terangnya.

Arman menjelaskan karyawan Sense Karaoke, dari waiters, resepsionis, hingga ladies escort, masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor BNN. BNN juga masih menyelidiki asal barang-barang haram itu.

“Ini nanti yang kita kembangkan untuk pertanggungjawabkan dan mengetahui siapa yang terlibat dan menyediakan dan pengendali kegiatan ini,” jelasnya. NH

Share

Check Also

Harga Cabai Rp 70 Ribu/Kilo

  thejak.co – Harga cabai rawit merah naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *