Sabtu , 21 April 2018

Bupati Bandung Barat Ditahan Korupsi Buat Pilkada

Bupati Bandung Barat, Abu Bakar berbaju putih.

thejak.co – Bupati Bandung Barat, Abu Bakar resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dipenjara oleh KPK selama 20 hari kedepan. Menurut Jubir KPK, Febri Diansyah, penahanan Abu Bakar untuk kepentingan penyelidikan dan hukum.

Tidak hanya Abu Bakar, sejumlah pejabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bandung Barat Adiyoto juga turut menemani.

“Diduga ABB (Abu Bakar) meminta uang ke sejumlah kepala dinas untuk kepentingan pencalonan istrinya, Elin Suharlian, sebagai Bupati Bandung Barat 2018-2023,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Ditambahkan Saut, Weti dan Adiyoto diduga menerima uang dari seserang bernama Asep. “KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sekaligus menetapkan tersangka, sebagai berikut, diduga sebagai penerima ABB (Abu Bakar), WLW (Weti Lembanawati), dan ADY (Adiyoto). Sedangkan sebagai pemberi AHI (Asep Hikayat),” dikatakannya lagi.

Tidak hanya menerima uang , Abu Bakar pun meminta uang kepada SKPD untuk kepentingan istrinya. Pada saat ini total uang yang disita KPK dalam operasi tangkap tangan itu adalah Rp 435 juta.

Atas perbuatannya, Abu Bakar, Weti, dan Adiyoto dijerat melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Asep diduga melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

PDIP mengaku kecewa kadernya ditangkap KPK. Seraya berharap kasus ini tidak berpengaruh terhadap perolehan suara.

“Ada (dampak perolehan suara) jika tidak ada upaya isolasi masalah, apalagi kan yang ikut kontestasi Pilkada kan bu Elin bukan Pak Abubakar,” kata Eva Kusuma Sundari, Politikus PDIP.

Tidak hanya Eva yang cemas,  Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh mengaku khawatir, namun dia tetap berkomitmen bersama PDIP dan PKB terus mendukung pasangan Elin – Maman berlaga di Pilbup Bandung Barat. Pasalnya, sambung dia, kasus hukum Abubakar tidak mempengaruhi terhadap dukungan partai.

“Kalau itu kan urusan di luar koalisi. Ini kan berbeda harus dipisahkan. Kita juga tidak bisa menarik dukungan setelah disahkan oleh KPU, jadi berorientasi ke depan saja,” kata Ade.

kata dia, masyarakat tentu berpandangan berbeda. Sehingga, tugas berat dipikul pasangan Elin – Maman untuk menyakinkan publik tidak akan melakukan hal serupa di kemudian hari. “Pastilah sangat berat. Karena berpengaruh juga terhadap persepsi publik,” ungkap dia.

Dia berharap kasus hukum yang menimpa Abubakar tidak merembet ke istrinya Elin yang tengah fokus berlaga di Pilbup Bandung Barat.”Mudah-mudahan Ibu Elin tidak terlibat, kita berharap saja,” tutur Ade. JAK

Share

Check Also

PERSIS Kota Bekasi Dukung Paslon Nur Supriyanto-Adhy Firdaus

Thejak.co.id- Pasangan calon Walikota Bekasi nomor urut dua, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus (NF) kembali mendapatkan dukungan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *