Selasa , 17 April 2018

Calon Kepala Daerah Banyak Pecandu Narkoba

 

BNN rapat kerja dengan Komisi III DPR, kemarin.

thejak.co – Narkoba tidak hanya masuk di kalangan selebritis, politisi juga ada yang menjadi pecandu. Bahkan anggota DPR mendesak BNN untuk melakukan tes urine kepada calon kepala daerah (Cakada) yang maju di Pilkada 2018.

Anggota Komisi III DPR Juminart Girsang meminta Badan Narkotika Nasional (BNN)dalam pemeriksaan kesehatan peserta pemilihan kepala daerah 2018 untuk memastikan semua calon kepala daerah bebas dari narkoba.

“Kami berharap Pilkada 2018 dipastikan bersih dari narkoba,” kata Junimart dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR dengan BNN di Kompleks Parlemen, kemarin.

Anggota DPR dari Fraksi PDIP itu juga berbicara tentang pentingnya BNN melakukan terapi kejut dengan secara spontan memeriksa urine para calon kepala daerah supaya warga tahu calon kepala daerah yang bebas narkoba dan bisa jadi pilihan mereka.

“Kita tak mau hal ini terulang, kita tidak mau rakyat memilih yang betul-betul sudah pecandu narkoba,” katanya.

Junimart menyarankan BNN membangun komunikasi dan berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum agar bisa ikut memeriksa dan mengawasi para peserta dalam pemilihan kepala daerah di 171 daerah. “Ini gebrakan pertama Pak Heru sebagai kepala BNN, kalau berkenan dan mau dicintai masyarakat. Pak Heru sudah berhasil di KPK, tentu harus berhasil di BNN, saya yakin BNN sudah punya data,” katanya.

Anggota Komisi III dari Fraksi PAN Muslim Ayub setuju BNN berperan serta dalam memeriksa urine terhadap calon kepala daerah maupun pejabat negara. “Kalau memang terbukti, ya harus berani periksa yang bersangkutan, itu top BNN,” ucap Muslim.

Selain itu, anggota Komisi III dari Fraksi PKS Aboe Bakar Al Habsyi berharap BNN bisa bekerjasama dengan calon kepala daerah dalam menyusun rencana program pemberantasan penyalahgunaan narkoba di daerahnya kalau terpilih menjadi kepala daerah.

Ia menambahkan bahwa dalam pemilihan yang sekarang penting juga bagi masyarakat untuk melihat rencana program pemberantasan penyalahgunaan narkoba dari para calon kepala daerah.

Menanggapi hal ini, Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan, pihaknya sudah ada perjanjian dengan Komisi Pemilihan Umum perihal pelibat BNN di dalam Proses Pilkada maupun Pilpres.

“Dalam MoU ini sudah ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan, dan ini yang kita coba lakukan, terutama untuk calon-calon anggota dewan maupun Pilkada,” kata Heru dalam ruang rapat Komisi III DPR, Jakarta, Senin (16/4).

Kesepakatan tersebut dilakukan di tahun 2016 lalu. Salah satu isinya yaitu penyebarluasan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Sementara terkait tes urine terhadap para kandidat, menurut Heru hanya bisa dilakukan atas dasar kerelaan pihak terkait. “Jadi misalnya, kalau kita ada upaya paksa, kita kan tentu dalam rangka penegakan hukum. Jadi tidak bisa, kita kalau penegakan hukum, kalau tertangkap tangan, kita melakukan itu langsung, kita tes urine,” ujar Heru.

“KPU sebenarnya juga menyarankan, mengharapkan para peserta-peserta calon Pilkada atau Pileg itu juga ikut melaksanakan tes urin. Peningkatan kapasitas SDM di bidang P4GN, ini yang sedang kita kerjasamakan dengan KPU,” tambah Heru.

Anggota DPR Juga Ada yang Jadi Pecandu

Sementarta itu, belum lama ini, Eks anggota DPR dari Fraksi PAN, Arbab Paproeka, ditangkap terkait kasus narkoba. Pihak kepolisian pun telah melakukan penyidikan untuk mengungkap pemasok ke mantan anggota DPR tersebut.

“Pasti kami cari pemasoknya. Semua perkara yang ditangani pasti kami cari pemasoknya. Kita cari sampai ke atasnya sampai kita tak lagi mendapatkan bukti pendukung ke atasnya. Artinya kita sudah maksimal,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan di kantornya, Senin (16/4).

Menurut Suwondo, terkait penanganan perkara narkoba mantan politikus PAN ini, target utama yang diburu polisi adalah jaringan pengedar termasuk kurir dan bandar narkoba. “Jadi setiap kami menangkap, justru seninya itu atau tujuannya itu cari pengedarnya. Terus kami cari bandarnya,” tuturnya.

Sejauh ini, polisi masih menelusuri keterangan Arbab terkait kepemilikan sabu-sabu seberat 0,8 gram itu. Suwondo meyakini, ada orang yang memasok narkoba kepada Arbab. “Pasti ada yang memberi dong. Itu pasti yang kami cari. Kalau sudah ditangkap, nanti kami jelaskan,” kata dia.

Menurut Suwondo mengatakan, Arbab telah menjalani pemeriksaan intensif. Berdasarkan pengakuan tersangka penyalahgunaan narkotika itu, ucap Suwondo, ia mengonsumsi sabu baru pertama kali. “Katanya, iseng aja,” ujar Suwondo.

Arbab diringkus di salah satu apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Penyidik Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya mengamankan beberapa barang bukti, yakni 1 plastik klip narkotika jenis sabu, 1 set alat hisap sabu atau bong, 6 korek api, dan 4 sedotan. “Termasuk sabu seberat 0,8 gram,” ujar Suwondo.

Polisi menangkap Arbab saat berada di salah satu kamar Apartemen D Mantion, Tower Capilano, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (13/4) malam. Dalam penangkapan itu, juga disaksikan salah satu petugas keamanan apartemen bernama Syahrun (yang sebelumnya ditulis turut ditangkap).

Menurut Suwondo, alasan satpam dihadirkan untuk menjadi saksi, agar Arbab tak mengelak apabila polisi menemukan barang bukti narkoba di apartemen tersebut. “Satpam itu hanya jadi saksi. Dalam kasus ini, polisi harus menghadirkan saksi yang bukan petuagas. Tujuannya ya supaya tersanhka enggak mengelak. Semua kita bikin transparan,” kata Suwondo.

Selain sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti alat hisap sabu (bong), enam buah korek api dan empat buah sedotan. Untuk diketahui, Arbab yang kini menjadi kader Partai Nasional Demokrat dan kembali maju sebagai anggota DPR periode 2014-2019 dapil Maluku. RBN

Share

Check Also

ASTAGA, TOTAL UTANG NEGARA JADI 4.136 T

  thejak.co – Kementerian Keuangan mencatat dalam tiga bulan terakhir pada 2018, pemerintah telah menambah utang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *