Sabtu , 21 April 2018

Jelang Perombakan Pejabat, Sandi Kirim ‘Kode Keras’ ke Kepala Dinas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

thejak.co – Aksi main derek Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta diacungi jempol. Tapi, dibalik pujian Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menantang Andri Yansyah. Kabar yang beredar, kalau tantangan tersebut adalah kode keras Andri Yansyah bakal kena reshuffle?

“Ya itu menunjukan bahwa Dishub berani dan saya apresiasi sekali,” kata Sandi di Apartemen Padmayana, Jalan Sinabung Raya, Jakarta Selatan, Sabtu, (7/4).

Pujian itu diucapkan Sandi setelah Dishub menderek mobil di depan rumahnya. Lalu, Sandi menantang Dishub berani menderek mobil yang parkir sembarangan di kawasan Menteng, Jalan Patimura, sampai komplek perumahan menteri di Widya Chandra.

Sebab tidak menutup kemungkinan, di kawasan elite tersebut, banyak mobil yang parkir sembarangan di bahu jalan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Dishub tidak pandang bulu dalam menegakkan aturan.

“Kami tantang Dishub. Kalau misalnya di daerah Tebet, di daerah Sawah Besar milik Pak Fadjar Sidik, yuk kita lihat di daerah komplek menteri, di Patimura, di daerah-daerah Menteng. Coba kita lihat, Dishub berani enggak?,” tantang Sandi.

Kabar yang beredar, kalau Anies-Sandi akan melakukan reshuffle dijajaran kapala dinas, biro hingga walikota pada pertengahan bulan ini. Para pejabat yang kinerjanya lelet dan terbelit kasus dugaan hukum bakal kena sepak.

“Nanti masih kita bahas, tunggu saja,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada wartawan di Balaikota, beberapa waktu lalu.

Kode keras lainnya dilontarkan Wagub DKI Jaman Now tersebut terhadap Kepala dinas Sumber Daya Air (SDA) Teguh Hendrawan terkait lemotnya penyerapan anggaran. Sandi mengakui rendahnya serapan anggaran dapat memicu terhambatnya program pemerintah.

Menurutnya, salah satu kendala rendahnya penyerapan adalah sulitnya pengadaan atau pembebasan lahan dari Dinas Sumber Daya Air untuk pembuatan waduk, situ, dan normalisasi sungai.

“(Penyerapan) delapan persen total dari target 12 persen. Kalau dibedah lagi dibuka, dari belanja langsung dan belanja tidak langsung, hanya satu belanja yang belum bisa dapat kita kategorikan sukses, yaitu pengadaan tanah,” kata Sandi di Balai Kota, Kamis (5/4) malam.

Sandi menyebut, pola kerja dan penyerapan dari SKPD cenderung berbentuk tongkat hoki atau kurva cenderung datar selama beberapa bulan dan baru naik menukik pada bulan-bulan terakhir. Sandi berencana mengubah pola tersebut, agar panak buahnya tidak menggenjot penyerapan anggaran di akhir tahun.

“Dan ini akan memang mulai harus kita bicarakan tahun 2019 mulai sekarang. Mulai bulan Maret, April,” ujarnya.

Politisi Gerindra itu menjelaskan penyebab terjadinya kurva tongkat hoki. Pertama, kata Sandi, perencanaan SKPD yang kurang baik dari awal. Kedua, persiapan dari masing-masing SKPD yang perlu ditingkatkan.

Ketiga, belum semua kelompok SKPD melakukan pengadaan barang/Jasa pemerintah melalui e-purchasing berdasarkan Katalog Elektronik (e-katalog). Sandi meminta para kepala Dinas yang beralasan serapan rendah karena sulit lelang untuk berkoordinasi dengan Badan Penyelenggara Barang dan Jasa (BPBJ).

“Sudah tidak ada alasan lagi bahwa penyerapan rendah karena lelang, atau barang-barang yang belum masuk ke katalog lokal. Ini yang kita inginkan,” ujarnya.

Ia meminta semua SKPD melakukan percepatan lelang sehingga proses eksekusi dan penagihan pembayaran usai proyek rampung dikerjakan dapat berjalan lebih cepat. Selain itu, ia juga akan memberlakuan lelang konsolidasi terhadap proyek pembangunan yang nilainya kecil dan sama.

“Mau itu programnya lelang konsolidasi, harus dibuka untuk usaha kecil dan menengah. Tapi kita ingin perencanaannya lebih baik,” tandasnya.

Berdasarkan data dari http://publik.bapedadki.net/ total serapan anggaran belanja per 6 April 2018 sebesar Rp 6,78 triliun atau 9,5 persen dari total APBD Rp 71,16 triliun. JJ/DRI

Share

Check Also

Anak Buah Anies Didesak Tertibkan Ribuan Tower Microcell Ilegal di DKI

thejak.co – Anak buah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didesak untuk segera menertibkan ribuan tower ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *