Minggu , 27 Mei 2018

Komisi A Duga Walikota Jaksel Kongkalingkong Dengan Pengembang

Warga Grogol Utara menolak wilayahnya dijadikan lintasan limbah apartemen Permata Hijau Suites.

 

thejak.co–Ratusan warga Kelurahan Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama menolak wilayah mereka dijadikan lintasan limbah dari Apartemen Permata Hijau Suite. Alasannya adalah akibat adanya proyek apartemen tersebut, warga merasa resah dan terganggu aktifitasnya. Meski demikian, proyek tetap berjalan kembali dengan pengawalan dan pengamanan full dari aparat gabungan, Senin (30/4).

Anggota komisi A DPRD DKI Muhamad Guntur menilai peristiwa Ini merupakan contoh arogansi penguasa.

“Saya pikir kondisi seperti ini tidak akan terjadi di era kepemimpinan Gubernur DKI Anies Baswedan dan wakil gubernur Sandiaga Uno, tapi ternyata sama saja,” ujarnya saat berbincang dengan The Jak, Senin (30/4) malam.

Menurut politisi Hanura ini walikota Jakarta Selatan Tri Kurniadi yang mengeluarkan surat perintah untuk apartemen Permata Suite diduga kuat ada kongkalikong antara walikota dengan pihak pengembang.

“Tindakan arogansi ini sangat merugikan rakyat. Mereka (pengembang) membongkar jalan untuk gorong-gorong yang untuk penbuangan air kotor apartemen tersebut. Seharusnya mereka membuat saluran tersebut tanpa merugikan warga sekitar,” ujarnya.

Politisi dapil Jakarta Timur ini menyarankan agar warga membuat laporan ke komisi A DPRD DKI agar dapat dicari jalan keluarnya.

“Kami panggil semua mulai dari walikota,camat,lurah,kapolres sampai dandim yang ikut mendampingi eksekusi ini. Kalau memang permainan ini diatas walikota, kita bahkan bisa memanggil wagub atas kejadian ini.Kami pastikan komisi A akan membela rakyat DKI yang teraniaya,” bebernya.

Sementara itu, Nilamul Harby Elghama selaku Kuasa Hukum warga mengatakan pada awalnya kami mendapatkan kabar jika pemerintah akan membuat gorong-gorong untuk kepentingan warga yang ada di sekitar sini. Namun lambat laun, kami mengetahui jika proyek itu merupakan untuk kepentingan pengembang sebuah apartemen.

“Maka dari itu warga akan mempertahankan haknya, karena mereka merasa tanah yang di lewati proyek ini adalah hasil swadaya,” katanya di lokasi jalan Kemandoran 8, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (30/04).

Menurut Harby, seharusnya sebelum hal ini terjadi terlebih dulu para pihak melakukan komunikasi dengan para warga. Karena selama ini komunikasi itu belum menghasilkan sebuah kesepakatan bersama, namun proyek tetap berjalan tetap berjalan seperti yang kita lihat hari ini.Pekerja sedang menggali jalanan di sekitar RW 13 dijaga ketat oleh jajaran Polsek dan Satpol PP.Meskipun sekitar lima bulan lalu telah terjadi pertemuan dari tingkat camat, lurah, polisi dan babinsa dengan warga namun belum terjadi sebuah kesepakatan bersama.

”Dulu pernah ada pertemuan dengan pihak eksekutif dan warga namun belum ada kesepakatan bersama, masing-masing hanya memegang kehendaknya sendiri-sendiri,” ujar Harby.

Untuk itu, lanjut Harby, kami berharap kepada pemerintah untuk mencarikan solusi yang terbaik. Pihak pemerintah harus menerangkan jika memang ini proyek pemerintah demi kepentingan masyarakat.

DRI

 

 

 

Share

Check Also

Tertibkan Lokbin Pasar Minggu, Wagub Sandi Didesak Copot Kepala Sudin UMKM Jaksel

  Thejak.co–Sungguh ironis, belum satu bulan diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, lokasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *