Sabtu , 21 April 2018

Peracik Miras Oplosan Pantas Dihukum Berat

Ahmad Sahroni

thejak.co – Tingginya korban tewas akibat miras oplosan mendapat perhatian serius DPR. Selain menekankan pelaku yang meracik dan mendistribusikan minuman keras oplosan mendapat hukuman berat, Anggota Komisi III Ahmad Sahroni menegaskan razia terhadap minuman terlarang ini harus dilakukan secara berkala, tak hanya ketika jatuh korban jiwa.

Sahroni mengapreasiasi langkah tanggap Kepolisian dalam penanganan kasus miras oplosan ini. Sependapat dengan Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin, politisi NasDem ini memandang 82 orang meninggal dunia dalam waktu sepekan akibat menenggak minuman keras merupakan fenomena yang meresahkan masyarakat Indonesia.

Berdasarkan keterangan Syafruddin, korban tewas tersebar masing-masing 31 orang di wilayah hukum Polda Metro Jaya, sementara 51 orang lainnya di wilayah Jawa Barat.

“Langkah Wakapolri yang menginstruksikan seluruh jajaran Polda untuk menyelesaikan kasus secara tuntas dan mengungkap sampai ke akarnya patut kita apresiasi.

Yang menjadi catatan, bukan hanya Polri yang harus ambil bagian dalam memerangi minuman oplosan,” kata Sahroni, Kamis (12/4).

“Pemerintah daerah sampai level terendah hingga RT patut melakukan pengawasan dan memberikan informasi terhadap peredaran minuman keras oplosan. Dengan peran aktif RT dan RW pemetaan terhadap minuman keras oplosan akan lebih efektif,” lanjutnya.

Sahroni juga mendukung langkah Polri yang mengkaji kemungkinan dijeratnya tersangka kasus minuman keras (miras) oplosan dengan pembunuhan berencana melalui Pasal 340 KUHP.

Jeratan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, terbukti tak membuat gentar para pengoplos minuman keras mendistribusikan hasil karyanya ke masyarakat. ERY

Share

Check Also

Tuntaskan Setuntas-tuntasnya Century KPK Jangan Suguhkan OTT Kelas Teri!

thejak.co – KPK harus menuntaskan kasus megakorupsi Bank Century Rp 6,7 triliun dengan setuntas-tuntasnya. Dan, ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *