Senin , 20 Agustus 2018

Rahmat Effendi Dilaporkan, Ketua Timses Sewot

Ketua PPP Kota Bekasi, Sholihin

Thejak.co.id-Calon Walikota Bekasi Rahmat Effendi dilaporkan oleh warga Kota Bekasi atas dugaan pencemaran nama baik.

Adalah Azwar Anas, dia melaporkan Rahmat Effendi alias Pepen ke Mabes Polri karena  gerakan Aksi Bela Islam  212 dituding Pepen sebagai politik serakah saat pelantikan Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), sekitar bulan Februari 2018 lalu di Graha Hartika Wulansari, Bekasi.

Menyikapi hal ini  Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi nomor urut 1 (Rahmat Effendi-Tri Adhianto), Sholihin menyatakan pelaporan yang dilakukan alumni 212 terkait pernyataan kontroversi Rahmat Effendi beberapa waktu lalu adalah tindakan yang keliru. Ia merasa Pepen tidak ada maksud penghinaan atau pelecehan dari perkataan

“Saya juga alumni 212. Saya ingin tahu apakah lembaga atau apa yang melaporkan? jangan sampai hal ini dibawa-bawa ke ranah politik! Sekarang pertanyaan saya siapa yang melaporkan? Saya juga alumni 212 tidak merasa Bang Pepen melecehkan. Artinya begini, rekaman (pernyataan) tersebut harusnya didengarkan dulu secara utuh. jangan dipenggal-penggal. Maksudnya Bang Pepen di sana, 212 jangan dibawa-bawa ke ranah politik,” katanya.

Dia juga berharap agar gerakan Aksi Bela Islam 212 tidak digunakan sebagai kendaraan politik. ”212 jadi kendaraan politik itu nggak boleh. oleh karena itu, kita harus bisa memberikan edukasi politik kepada masyarakat. Jangan sampai 212 dipolitisasi. Kalau ada sebagian alumni 212, terlibat politik, maka tandanya pernyataan Bang Pepen di luar konteks,” ujarnya.

Menyikapi pernyataan Solihin, Azwar Anas selaku pelapor menegaskan kalau tudingan Solihin bahwa ada unsur politik dalam kasus ini tidak benar. “Nggak benar, coba deh pikir ya, Sekarang, kejadianya kan bulan sudah dua, yang mengatakan adalah Pepen. Pada waktu itu dia  masih menjabat sebagai walikota Bekasi, saya orang Bekasi, kita tidak perkarakan dia calon walikota.  Yang kita soal kenapa ngomong kalau gerakan Aksi Bela Islam 212 merupakan Politik Serakah! Kita alumni nggak geram, ini nggak menyangkut calon, siapa pun yang menghina kita akan protes, apa lagi sebut Aksi Bela Islam 212 gerakan politik politik serakah!” tegasnya.

“Kita berjuang itu untuk bela agama Islam, ini Aksi Bela Islam, kenapa dibilang politik serakah, itu aja. Kita bela agama, orang  Aksi Bela Islam kok serakah, mestinya dia sebagai Walikota bisa menjadi contoh, jadi saya Alumni Aksi Bela Islam 212 protes dan ambil langkah hukum. Kita ini melawan lawan penista agama kok disebut ada usur politik,” tandasnya, JAK

Share

Check Also

Oki Setiana Dewi Rintis Usaha Oleh-oleh Khas Bandung

thejak.co – Setelah membuka usaha toko kue, rupanya tak membuat Oki Setiana Dewi merasa puas,terbukti ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *