Senin , 20 Agustus 2018

Jelang Ramadhan, BAZNAS Bakal Bikin Masjid Cemerlang

Deputi BAZNAS, Arifin Purwakananta bersama Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT. Kuncahyo, meluncurkan program “Masjid Cemerlang”, di Jakarta, Rabu (9/5).

 

THEJAK – Dalam rangka menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1439 H, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), meluncurkan sejumlah program kreatif dan inovatif yang dipersembahkan untuk para mustahik dan muzaki. Salah satunya adalah “Masjid Cemerlang”.

“Program ini ditujukan untuk mempersiapkan masjid atau mushala agar lebih bersih dan nyaman untuk tempat ibadah saat Ramadhan. Kemudian, menggairahkan kepedulian dan rasa memiliki umat terhadap kebersihan dan kenyamanan masjid atau mushala dan menjadikannya sebagai pusat kegiatan umat, baik untuk aktivitas keagamaan, pendidikan, dakwah dan sebagainya, terutama di bulan Ramadhan,” ujar Direktur Operasi BAZNAS, Wahyu TT. Kuncahyo, saat meluncurkan program “Masjid Cemerlang”, di Jakarta, Rabu (9/5).

Hadir dalam acara ini, Deputi BAZNAS, M. Arifin Purwakananta; Sekretaris BAZNAS, Drs. H. Jaja Jaelani, MM; Kepala Divisi Pengumpulan Ritel, Fitriansyah Agus Setiawan; Kepala Divisi Pendayagunaan, Randi Swandaru; Ketua Panitia Ramadhan, Rulli Kurniawan, sejumlah pengurus Masjid Cut Nyak Dien, para amil-amilat BAZNAS serta tokoh dan warga Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Wahyu, ini merupakan salah satu program khusus Ramadhan 1439 Hijriyah. Program kebersihan ini dilaksanakan pada 70 masjid dan mushala di berbagai tempat, terutama di titik-titik strategis dan banyak dikunjungi masyarakat.

“Juga masjid dan mushala di pemukiman padat penduduk dan jalan protokol atau jalur yang sering disinggahi pemudik saat Hari Raya Idul Fitri,” ujar Wahyu.

Dia menambahkan, hari ini, peresmian program “Masjid Cemerlang” digelar di Masjid Cut Nyak Dien, Jakarta. Masjid Cut Nyak Dien terletak di depan Kantor Pusat BAZNAS, Wisma Sirca, Jl. Johar Nomor 18, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat.

Dia menyebutkan, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang urgensi kebersihan masjid sebagai tempat ibadah.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kebersihan tempat ibadah. Kita berharap gerakan ini bisa menggugah masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan masjid,” kata Wahyu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melakukan pembersihan lingkungan masjid seperti mengecat, memperbaiki fasilitas-fasilitas yang rusak dan sebagainya.

“Saat Ramadhan, masjid yang berada di tempat strategis dan banyak dikunjungi masyarakat, umumnya kurang terawat kebersihannya, cepat kotor dan kumuh. Karena itu, mari kita bantu pengurus masjid membersihkan dan menjaganya, sehingga ibadah Ramadhan tahun ini dan tahun berikutnya akan lebih nyaman,” ucap Wahyu.

Bentuk kegiatan berupa pembersihan lingkungan masjid seperti interior, lantai, dinding dan kamar mandi, pengecatan, renovasi-renovasi kecil dan pemberian bantuan peralatan dan bahan kebersihan.

“Untuk menyukseskannya, BAZNAS menurunkan para relawan dibantu masyarakat sekitar masjid atau mushala,” kata Wahyu.

Dia menuturkan, tempat ibadah yang menjadi sasaran adalah, masjid yang berada di lokasi padat penduduk, yang sudah optimal digunakan masyarakat, yang memiliki takmir kooperatif, terletak di jalur strategis atau jalan protokol dan masjid yang banyak disinggahi pemudik.

Wahyu memaparkan, BAZNAS menyiapkan puluhan relawan berseragam relawan BAZNAS. BAZNAS, imbuh dia, mengalokasikan anggaran sekira Rp 200 juta untuk biaya survei lokasi, koordinasi dengan pengurus masjid dan pengadaan sarana prasarana kebersihan seperti window washer, window squzee, kanebo, sprayer, sapu, lap kain, mop pell, kemoceng, cairan pembersih kaca, kamar mandi dan lantai; cairan pewangi karpet, sikat, ember, gayung, vacum cleaner dan sebagainya.

 

Kampung Zakat

Sementara itu, Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru, menambahkan, pada Selasa (8/5/2018), BAZNAS bersama Direktotat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), melangsungkan kegiatan action design Kampung Zakat di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten.

“Kami melakukan peninjauan lapangan, focus group discussion (FGD) serta pemberian 150 paket sembako kepada warga,” ujar Randi.

Kegiatan ini, tutur dia, bertujuan melihat potensi dan masalah yang ada di Desa Ciladaeun sekaligus melakukan pembahasan dan penentuan program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahap awal yang berlangsung Mei-November 2018.

Dia menjelaskan, Kampung Zakat merupakan program kolaborasi antara Kemenag, BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ) dalam rangka pendistribusian dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah (ZIS).

Kegiatan ini dihadiri Kasubdit Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Kabid Pendidikan dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Kepala SDG’s Center Bappeda Kabupaten Lebak.

Tampak pula, Manajer Program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS, Ketua BAZNAS Jawa Barat, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Banten dan perwakilan LAZ nasional dari Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Baitulmaal Muamalat, Nurul Hayat, Gema Indonesia Sejahtera, Yakesma, Global Zakat, Al Azhar, DT Peduli, Harfa, MES PW Banten, Inisiatif Zakat Indonesia, dan Yatim Mandiri.

HDS

Share

Check Also

Oki Setiana Dewi Rintis Usaha Oleh-oleh Khas Bandung

thejak.co – Setelah membuka usaha toko kue, rupanya tak membuat Oki Setiana Dewi merasa puas,terbukti ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *