Senin , 20 Agustus 2018

Pemudik Motor Hanya Boleh Sampai Cirebon

 

Pemudik motor yang melewati Cirebon, Jawa Barat.

thejak.co – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan pemudik yang menggunakan motor bakal dibatasi hanya sampai Cirebon, Jawa Barat.

Wapres JK  meminta pemerintah untuk membuat aturan terkait pembatasan jarak tempuh bagi pengendara yang menggunakan sepeda motor di saat musim mudik Lebaran.

Menurutnya, aturan tersebut penting untuk diterapkan, mengingat kendaraan roda dua bukan transportasi untuk berpergian jarak jauh.

“Sepeda motor itu dibatasi saja pergerakan kilometernya. Misal sampai Cirebon saja atau sampai Semarang saja. Jangan sampai ke Timur,” kata Wapres JK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (8/5).

Selain mengatur jarak tempuh kendaraan roda dua atau motor, Wapres JK juga meminta pemerintah untuk menerapkan kebijakan sistem ganjil genap di sepanjang jalur tol guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi saat mudik Lebaran.

“Sekarang semua berpikir kalau mau cepat lewat jalan tol. Makanya supaya tidak macet, bagaimana kalau diterapkan nomor ganjil genap itu diatur,” ucap Wapres JK.

“Jadi, siapa yang lewat jalan tol, siapa yang lewat jalan biasa, supaya tidak macet lagi,” Wapres menambahkan.

Dirinya meyakini, dengan cara itu kejadian Brexit (Brebes Exit) dua tahun lalu tak terulang. Dia juga yakin pelaksanaan mudik tahun ini akan lebih baik.

“Saya yakin jalan tol kita makin panjang, tidak lagi terjadi Brexit dua tahun lalu, tapi lebih baik,” ucap Wapres JK.

“Di samping itu, pihak keamanan serta kepolisian dan Kemenhub makin mengerti dan memahami situasi yang ada,” tambahnya.

JK juga menyarankan pemerintah untuk menerapkan kebijakan sistem ganjil genap di sepanjang jalur tol guna mengatasi kemacetan yang kerap terjadi saat mudik Lebaran.

“Sekarang semua berpikir kalau mau cepat lewat jalan tol. Makanya supaya tidak macet, bagaimana kalau diterapkan nomor ganjil genap itu diatur,” ujar JK.

JK berpendapat, pertumbuhan kendaraan pribadi yang lebih cepat daripada pertumbuhan infrastruktur jalan akan menimbulkan kemacetan saat mudik Lebaran.

“Sekarang semua berpikir kalau mau cepat lewat jalan tol. Makanya supaya tidak macet, bagaimana kalau diterapkan nomor ganjil genap itu diatur. Jadi, siapa yang lewat jalan tol, siapa yang lewat jalan biasa, supaya tidak macet lagi,” ucapnya.

Kebijakan ini sebenarnya sudah diterapkan di beberapa pintu tol di sekitar Jakarta, seperti di antaranya di Pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Nyatanya, kebijakan ini mampu mengurangi kemacetan di jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Tidak hanya itu, untuk mengurangi kemacetan dan angka kecelakaan, Wapres juga mengusulkan untuk membatasi penggunaan sepeda motor dengan jarak tertentu, karena sejatinya sepeda motor tidak digunakan untuk perjalanan jarak jauh.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku belum memiliki kajian terhadap penerapan sistem ganjil genap di sepanjang jalur tol saat penyelenggaraan mudik Lebaran 2018. Kebijakan tersebut menurut dia masih baru diterapkan ruas jalan tol Jakarta.

“Ganjil genap tentunya itu berguna untuk daerah kawasan Jakarta. Kami akan evaluasi, apakah akan dilangsungkan (untuk mudik) atau tidak. Akan dievaluasi,” kata Budi usai mengahdiri seminar Transportation Review Indonesia Jelang Mudik 2018, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (8/5).

Kebijakan ganjil genap ini sebenarnya sudah diterapkan di beberapa pintu tol di sekitar Jakarta, antara lain di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur. Bahkan sudah masuk di Cibubur dan Tangerang. Nyatanya, kebijakan ini mampu mengurangi kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek.

“Jadi begini, namanya ganjil genap ada di tiga tempat Bekasi, Cibubur sama Tangerang kami akan evaluasi dulu. Kami ajak pengamat, dewan kota. Apakah itu tetap bisa dilangsungkan.Kalau semua pengamat ngomong dilangsungkan berarti dia sudah ambil satu analisa bahwasanya itu butuhkan,” ujar dia.

“Tapi kalau kita diskusi tidak butuh, ya selama Lebaran tidak ada ganjil genap,” tambah Budi Karya Sumadi.

Seperti diketahui dua tahun lalu, arus lalu lintas pemudik yang keluar tol Brebes Timur atau sering disebut Brexit, sempat macet total sepanjang sekitar 20 kilometer.

Berdasarkan laporan dari Posko Angkutan Lebaran Tahun 2016, kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur disebabkan karena antrian kendaraan yang sangat panjang.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hemi Pamuraharjo menjelaskan, petugas pintu tol telah melakukan jemput bola dengan mendatangi mobil yang berhenti untuk melakukan transaksi pembayaran masuk tol.

“Selain itu, penyebab kemacetan adalah antrian di pom bensin Pertamina dekat pintu tol Brebes Timur,” kata Hemi. NH

Share

Check Also

Oki Setiana Dewi Rintis Usaha Oleh-oleh Khas Bandung

thejak.co – Setelah membuka usaha toko kue, rupanya tak membuat Oki Setiana Dewi merasa puas,terbukti ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *