Senin , 20 Agustus 2018

DITUDING PRO TERORIS, KANTOR PKS DIDEMO WARGA

 

Aksi waraga di depan kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di jalan TB Simatupang,Jakarta Selatan, kemarin.

 

thejak.co – Kantor DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (14/5) digeruduk massa. Mereka memprotes komentar petinggi PKS di media massa dan media sosial terkait rangkaian teror bom Surabaya, Jawa Timur.

Sikap dan pernyataan kontra produktif dari beberapa kader Partai Keadilan Sejahtera menyikapi kejadian berturut-turut kerusuhan narapidana terorisme di Mako Brimob, Pemboman 3 Gereja Di Surabaya dan lainnya, membuat kelompok massa yang menamakan diri Forum Komunikasi Aktivis (Fokas) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPP PKS.

Fokas mengatakan mereka melakukan demonstrasi untuk mendesak dan mengajak seluruh rakyat untuk menolak politik bertopeng agama dan faham radikalisme PKS yang menjadi pemicu lahirnya kejahatan terorisme.

Fokas juga mendesak PKS untuk memecat kader-kader mereka yang menyebut aksi serangan teroris sebagai rekayasa, bahkan menuduh kerusuhan dimako Brimob yang menewaskan bhayangkara bangsa 5 orang sebagai hanya kejadian komedi.

Seperti yang dilakukan Syaiful Efendi anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PKS. “Mendesak PKS untuk segera  menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas sikap PKS yang bungkam pada segala bentuk kejahatan teroris,” kata Fokas.

Fokas juga meminta agar Presiden PKS Sohibul Iman dan Mardani Ali Sera Mundur dari jabatan mereka karena telah menjadikan partai politik sebagai alat penghasut dan pemecah kehidupan umat beragama.

“Kami juga mendesak Polri, BIN, pemerintah, dan seluruh elemen rakyat untuk melakukan pengawasan ketat pada seluruh kantor PKS di seluruh Indonesia, guna memantau dugaan keterlibatan PKS dalam aksi radikalis dan teroris,” pungkas kelompok tersebut.

Menurut orator aksi, pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman terkait aksi bom kemarin patut dicurigai sebagai aksi mengadu domba antar umat beragama. Pengunjuk rasa mengartikan bahwa Sohibul menganggap aksi teroris itu sebagai buah rekayasa.

“Bahwa terjadi pengeboman di Surabaya itu rekayasa, itu yang kami minta Presiden PKS untuk mempertanggungjawabkan,” kata si orator yang bernama Gunawan di atas mobil komando di Jakarta.

Dia meminta Sohibul menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya. Mereka menyebut sikap Sohibul Iman dan PKS atas teror bom itu justru bisa merusak persatuan di Indonesia.

“Kami menilai pernyataan Presiden PKS ini akan menimbulkan pecah belah kesatuan negara RI,” ucap Gunawan.

Menanggapi demo tersebut, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera santai. Menurutnya, penyampaian aspirasi yang dilakukan massa dari Fokas bagian dari demokrasi.

“PKS sebagai institusi publik selalu terbuka dengan masukan. Termasuk demo, ini bagian sah dari demokrasi,” kata Mardani, Senin (14/5).

PKS, kata Mardani, tidak merasa terganggu dengan kritikan dari massa Fokas. Saat ini PKS tengah fokus melakukan langkah-langkah politik untuk mengganti Presiden di Pemilu Serentak 2019 mendatang.

“Publik monggo menilai tuntutannya masuk akal atau tidak. Berdasar fakta atau tidak. Kami akan fokus kerja melayani rakyat dan fokus #2019GantiPresiden,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi II ini mengakui sempat mengeluarkan pernyataan berisi kekhawatiran teror bom di sejumlah tempat bakal menjadi celah bagi pihak tertentu untuk dipolitisasi. Hal itu terjadi jika polisi lamban mengusut dalang dibalik teror bom yang belakangan terjadi.

Mardani menjelaskan, maksud dari ucapannya itu merupakan dugaan kasus teror bom yang terjadi untuk menyerang kubu oposisi seperti PKS dan Gerindra.

“Mengarahkan kasus teror untuk menekan salah satu pihak. Khususnya untuk oposisi dan yang menjadi kompetitor petahana,” tandas Mardani. NH

Share

Check Also

11 Ribu Atlet Asian Games 2018 Terancam Bengek

  thejak.co – Dua media asing menyoroti kualitas udara saat Asian Games 2018. Media tersebut ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *