Senin , 20 Agustus 2018

Sebut Teror Bom Settingan, Kepala Sekolah Dicokok

 

Kepala sekolah yang menganggap bom Surabaya settingan.

thejak.co – Teror bom terjadi di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 13 Mei 2018, pagi. Sejumlah tiga gereja jadi sasaran pelaku teror.  Namun sayangnya di tengah duka, ada saja yang masih menganggap peristiwa ini sebagai sebuah settingan untuk pengalihan isu.

Seperti yang dilakukan salah satu kepala sekolah SMP di Pontianak, Kalimantan Barat. Lewat akun Facebooknya, kepala sekolah Berinisial FSA menuliskan status yang dianggap tidak bersimpati kepada para korban.

Gara-gara statusnya ini FSN harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ia pun dijemput aparat kepolisian untuk dimintai keterangan.

Kasat Reskrim Polres Kayong Utara, AKP Denni Gumilar membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang terduga pelaku ujaran kebencian melalui media sosial, FSA.

Dia mengaku belum dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait kasus ini, sebab pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

FSA ditangkap lantaran diduga telah memposting status di Facebook yang berbau ujaran kebencian terkait peristiwa teror yang menghantam tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5).

“Saat ini yang bersangkutan masih dalam tahap pemeriksaan,” katanya saat dihubungi via telepon.

Status FSA ini sempat viral di media sosial, khususnya Facebook. Dari penelusuran di situs Sekolah Kita milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, FSA diduga mengemban tugas sebagai kepala sekolah di satu SMP,  Kayong Utara. ADT

Share

Check Also

11 Ribu Atlet Asian Games 2018 Terancam Bengek

  thejak.co – Dua media asing menyoroti kualitas udara saat Asian Games 2018. Media tersebut ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *