Minggu , 24 Juni 2018

Belum Tentukan Arah Koalisi, Partai Demokrat Cari Aman?

Ilustrasi Partai Demokrat

thejakco – Arah koalisi Partai Demokrat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, saat ini ditunggu-tunggu oleh para partai politik, terutama pihak oposisi. Posisi parpol berlambang bintang mercy itu hingga kini masih mengambang.

PKS dan Gerindra pun berharap partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut serius membangun koalisi untuk bertarung melawan petahana Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, partainya tak ingin buru-buru tentukan arah koalisi pada Pilpres 2019 mendatang. “Kita tidak ingin terburu-buru (berkoalisi),” kata AHY di Jakarta.

Menurut AHY, membangun koalisi politik pada Pilpres 2019 tidaklah mudah lantaran ada ambang batas pencalonan presiden yang harus ditaati oleh capres maupun cawapres yang ikut bertanding di kontestasi lima tahunan itu.

“Membangun koalisi politik 2019 itu tidak mudah. Presidential threshold 20 persen itu menyulitkan pihak untuk membangun koalisi dan juga mendorong kader-kader terbaik yang dimiliki oleh partai-partai tersebut,” papar AHY.

Putra sulung presiden ke-6 RI itu juga mengungkapkan, perlu waktu untuk menentukan arah koalisi pada Pilpres 2019 nanti. Oleh karenanya, AHY meyakini partai-partai yang lainnya juga berpandangan sama seperti Partai Demokrat dalam menentukan sikap di detik-detik terakhir pendaftaran Capres dan Cawapres di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Oleh karena itu perlu waktu (koalisi). Walaupun sekarang waktunya makin pendek, tapi saya yakin nanti semua partai dengan koalisinya akan tentukan siapa pasangan capres dan cawapresnya di last minute (waktu terakhir),” ujar AHY.

Ketika disindir soal Tagar #2019PemimpinMuda yang ditenggarai dari partainya, ia berpendapat setiap orang bebas mengekspresikan harapan-harapannya.

“Pada prinsipnya setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan harapannya. Di antara kader-kader Demokrat ada yang menginginkan pemimpin muda untuk ke depannya. Tentu itu adalah hak dari masing-masing Partai Demokrat,” kata AHY.

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta Partai Demokrat untuk serius jika ingin menjalin koalisi dengan Gerindra dan PKS di Pilpres 2019.

“Kalau mau serius ya monggo serius, tapi kalau tidak serius ya jangan. Kalau kami di PKS mengikuti hadits nabi da’maa yuribuka ila maa laa yuribuka, tinggalkan yang meragukan kepada yang tidak meragukan,” tutur Mardani saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, Wakil Ketua Komisi II DPR ini mengaku optimis Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan memilih cawapresnya dari sembilan nama yang sudah disodorkan PKS. “Kalau PKS-Gerindra sudah yakin, yang lain belum ya. Yang yakin dulu aja diikat,” tandas Mardani.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku, pihaknya masih membahas soal koalisi dengan Partai Demokrat untuk Pilpres 2019, dan bukan soal cawapres untuk pendamping Prabowo Subianto.

Hal itu diutarakan Fadli menyusul pertemuan antara Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto, Sandiaga Uno.

“Belum ke situ (cawapres). Kami melihat semua adalah mitra dalam demokrasi termasuk yang menjadi lawan-lawan politik kami. Apalagi yang belum menyatakan sikap,” ujar Fadli.

Lebih lanjut, Fadli mengadakan, adanya komunikasi Partai Demokrat dengan Partai Gerindra sama sekali tak mengganggu rencana koalisi dengan PKS. Sejauh ini, kata dia, komunikasi politik dengan PKS dan PAN relatif lancar. “Komunikasi politik dengan semua pihak saya kira berjalan,” tukasnya. DED

Share

Check Also

Pilgub Kalbar, Survei LSI Sebut Milton-Boyman di Atas Angin

thejak.co – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Milton Crosby-Boyman Harun digadang-gadang akan berada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *