Jumat , 17 Agustus 2018

Korban Penipuan Iwan Liman Minta Kejelasan Polda Jatim

Iwan Cendekia Liman, pelaku dugaan penipuan puluhan miliar dan laporan korban penipuan di Polda Jawa Timur.

TheJak- Witarmin Santoso bersama tiga rekannya, H Nur, Heri dan Terry, selaku pelapor dugaan kasus penipuan dan penggelapan oleh Iwan Cendekia Liman mempertanyakan kinerja Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Pasalnya, sejak setahun lalu dilaporkan, proses hukum laporan polisi bernomor TBL/109/I/2017/UM/JATIM tersebut belum juga menemui titik terang.

“Saya sempat dikirim dua Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) oleh polisi, akhir tahun lalu. Namun saat ini saya sudah tidak lagi diinformasikan perkembangan penyidikan atas laporan saya tersebut,” ujar Witarmin, Senin (28/5).

Menurut Witarmin, pelaporannya seolah jalan di tempat. Dia pun berharap polisi bisa bekerja lebih profesional menangani kasus tersebut.

“Kerugian yang kami alami juga banyak, belasan miliar. Mohon diperjelas nasib laporan kami,” kata Witarmin.

Rencananya, dalam waktu dekat, didampingi kuasa hukum mereka, para pelapor ini, akan mendatangi penyidik Polda Jatim guna mempertayakan perkembangan atas laporan mereka tersebut.

Witarmin kemudian menceritakan awal kasusnya bermula saat dirinya membutuhkan uang dan meminta bantuan Iwan Liman untuk mencarikan jalan keluar.

“Yang saya tahu, Iwan punya banyak koneksi di kalangan perbankan. Untuk itu saya minta tolong dia untuk mencairkan pinjaman melalui bank Bukopin. Sebagai jaminan, saya serahkan beberapa sertifikat rumah yang nilainya diatas nilai pinjaman. Kita bikin perjanjian, nantinya Iwan akan mendapatkan 10 persen sebagai fee atas pencairan dana dari Bank Bukopin tersebut,” ungkapnya.

Dia pun kecewa ketika mengetahui bahwa uang pinjaman ternyata tidak diserahkan seluruhnya pada dirinya selaku atas nama debitur. “Malah yang diterima Iwan lebih banyak dari jumlah yang saya terima,” tambahnya.

Dari jaminan sertifikat yang disetorkan keempat pelapor tersebut, Bank Bukopin mampu mencairkan dana sebesar Rp 20,5 miliar.

Masalah mencuat setelah salah satu korban bernama Terry sudah melunasi angsuran utang di Bukopin namun tidak bisa menarik sertifikat jaminan miliknya.

Saat diketahui bahwa sertifikat miliknya sudah berada pada Iwan Liman, dia berusaha meminta. Namun tiap kali diminta, Iwan selalu menghindar.

“Hingga saat ini sertifikat belum kembali ke tangan saya, padahal saya sudah lunasi semua utang di Bukopin,” ujar Terry.

Bila dibandingkan, nilai utang yang diterima Terry dengan nilai obyek tanah yang dijaminkan, terpaut jauh.

“Obyek yang saya jaminkan bernilai miliaran rupiah, sedangkan hutang yang saya terima hanya ratusan juta, itupun sudah saya lunasi,” tambahnya.

Seperti diketahui, Iwan Cendekia Liman kini berada di balik jeruji besi yang sempat DPO Mabes Polri.

Bahkan ada korban penipuan lain yang belum melaporkan kasusnya ke polisi lantaran melihat penyelesaian kasus Witarmin cs jalan di tempat. NH

Share

Check Also

Dapat Nomor Urut 2, Farial Tancap Gas Turun ke Akar Rumput Hadapi Pileg 2019

thejak.co – Meski tidak mendapatkan nomor urut 1 dalam DCS (Daftar Caleg Sementara), anggota DPR ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *