Rabu , 19 September 2018

Sinar Mas Keok di Rusun Graha Cempaka Mas

M Taufik, Alex Asmasoebrata dan Saurip Kadi.

 

Thejak,co–PT Duta Pertiwi yang merupakan salah satu anak perusahaan Sinar Mas Tbk keok di Rusun Graha Cempaka Mas. Pemprov DKI Jakarta telah menerbitkan surat pengakuan, bahwa PPPSRS yang sah adalah yang diketuai Tonny Soenanto. Dengan demikian PPPSRS bentukan PT Duta Pertiwi pimpinan Agus Iskandar atau biasa dipanggil Lily Tiro dianggap tidak sah.

Hal ini tertuang dalam surat Dinas Perumahan dengan Nomor 2145/-1.79671 tertanggal 23 Mei 2018. Surat tersebut ditandatangani Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Agustino Darmawan. “Alhamdulillah akhirnya perjuangan kita tidak sia-sia,” ujar Ketua Dewan Penasehat PPPSRS Graha Cempaka Mas (GCM), Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, disela-sela kegiatan buka bersama (Bukber) warga pemilik rusun di Graha Cempaka Mas, Rabu (30/5) kemarin.

Saurip mengungkapkan, sejak awal sebenarnya Pemprov DKI Jakarta sudah tahu mana yang benar dan salah. Namun dengan sengaja membiarkan, lalu persoalan digeser menjadi sengketa hukum. “Warga apartemen harus berhadapan dengan konglomerat (red-PT Duta Pertiwi Tbk (Sinar Mas Group),” jelasnya.

Selanjutnya, masih menurut Saurip, selama ini PT Duta Pertiwi melalui PPPSRS bentukannya telah banyak melakukan perbuatan melawan hukum. Antara lain menarik dan menyimpan uang-uang IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan atau Service Charge. Serta berbagai macam pungutan lainnya,” tegas Saurip.

Pengelola yang merupakan kepanjangan tangan PT Duta Pertiwi Tbk (Sinar Mas Group) juga menarik jasa operator sebesar 10 persen, dimasukkan dalam komponen IPL, IPPN atas Air dan Listrik sebesar 10 persen. Padahal di Rusun tidak ada bisnis  air dan listrik, negara juga  tidak memungutnya. “Tidah hanya itu, mereka juga menaikkan tarif listrik layaknya perusahaan pengadaan atau penjual listrik,” imbun Saurip.

Alhamdulillah, berkah puasa akan segera mengantar warga Rusun Graha Cempaka Mas (GCM) terbebas dari tirani dan kepahitan hidup yang diciptakan oleh PT Duta Pertiwi Tbk (Sinar Mas Group).

“Semua ini bisa dicapai karena adanya kekompakan warga  GCM dalam merebut hak sendiri yang selama ini dikangkangi pengelola ex pengembang. Serta peran aktif dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik dan Pimpinan ASA Center, Alex Asmasoebrata,” papar Saurip Kadi.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik mengatakan, agar warga jangan pernah ragu untuk mengadukan berbagai persoalan ke DPRD DKI Jakarta. “Jika masih ada kedzoliman dari pengelola ex pengembang maka jangan ragu untuk melaporkan kepada kami di DPRD DKI Jakarta,” tegasnya.

Taufik juga menghimbau agar PPPSRS yang saat ini menjadi kepanjangan ex pengembang segera membubarkan diri. Bila tidak, maka hal tersebut sudah melawan hukum. “PT Duta Pertiw Tbk harus legowo dengan adanya keputusan itu,” tandasnya.

JJ

 

 

Share

Check Also

MAKI Gugat Jaksa Agung Terkait SP3 Kasus Korupsi Lahan PT Jakpro Rp 68 Miliar

  THEJAK – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendaftarkan gugatan Praperadilan melawan Jaksa Agung atas ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *