Minggu , 27 Mei 2018

BATAL DITUTUP, DISKOTEK OLD CITY BUKA DI BULAN PUASA?

 

 

Diskotek OLD CITY yang telah dibuka kembali.

thejak.co – Penyelidikan kasus keributan di diskotek Old City di Tambora, Jakarta Barat telah selesai. Polisi juga telah membuka police line di diskotek tersebut.

“Iya sudah dibuka. Saya lupa persisnya. Pokoknya (dibuka) pada hari keenam dari (pemasangan) police line pada saat kejadian, terus hari keenam dibuka,” kata Kapolsek Tambora Kompol Iver Manossoh, Selasa (8/5).

Polisi membuka police line tersebut karena kepentingan penyelidikan dan penyidikan telah selesai. Sesuai ketentuan, polisi wajib membuka police line jika penyelidikan dan penyidikan sudah dinyatakan selesai.

“Pertimbangannya kepentingan penyidikan dan penyelidikan sudah selesai. Kami sudah geledah ruang manajer, room-room, gudang minuman semua sudah kami geledah. Karena awalnya ada temuan pengunjung yang positif narkoba maka 6×24 jam kami lakukan penyelidikan dan sudah dinyatakan selesai, sehingga kami buka,” tuturnya.

Iver mengatakan, dari hasil penggeledahan di diskotek Old City tidak ditemukan adanya benda-benda berbahaya maupun obat-obatan terlarang. Sehingga polisi membuka police line tersebut dan menyerahkan Old City kepada pengelola.

“Kita tidak menemukan narkoba, bahan peledak atau senjata api. Jadi kita tidak bisa menutup lama-lama, kalau sudah selesai kita wajib serahkan ke pengelola,” ungkapnya.

Penyelidikan ini dilakukan karena adanya pengunjung diskotik yang membuat keributan di diskotik itu pada Senin (23/4) dini hari lalu. Pengunjung bernama Frengky Brata itu juga positif mengkonsumsi inex dan sabu.

“Dia (Frengky) ini dia make inexnya di dalam, sedangkan make sabunya di luar. Waktu duduk (di diskotik) dia janjian dengan temannya ketemu di table 18, kemudian buka bir, lalu dia disuruh buka mulut sama orang ini (DPO) kemudian dimasukan inexnya ke mulut,” tuturnya.

Polisi memastikan, Frengky tidak mendapatkan narkoba dari dalam diskotik. Dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu yakni RB dan AL. “RB DPO pemberi sabu ke FB dan AL itu DPO pemberi inex ke FB. Namun, Iver tidak bisa memastikan apakah diskotik itu sudah beroperasi atau tidak. “Kalau itu silakan tanyakan ke Pemprov DKI,” tuturnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta belum memutuskan nasib Old City, apakah ditutup atau tidak. “Belum ada keputusan. Kita harus lihat dari berbagai aspek. Nanti akan dirapatkan lagi,” ucap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Tinia Budiati.

Menanggapi hasil temuan polisi tentang tidak ada peredaran narkoba di Old City, Tinia mengatakan hal itu akan menjadi pertimbangan meringankan. “Kalau memang di sana tidak ada peredaran, kita juga harus adil melihat. Soalnya itu kan tempat umum, siapa aja bisa masuk,” ucap Tinia.

Menurut Tinia, pemerintah akan tegas menutup sebuah tempat hiburan jika terbukti adanya peredaran narkoba. Sebelumnya, Pemprov DKI telah menutup beberapa tempat hiburan seperti Karaoke Sense dan Diskotek Exotic. “Kecuali memang di sana ada peredaran. Atau menyediakan narkoba, baru kita tutup,” ucap Tinia. DRI

Share

Check Also

Penyanyi Innes Baladiva Bocorkan Manfaat dari Hipnotis

Belum lama ini adegan hipnotis kerap meramaikan layar kaca televisi Indonesia. Berbagai respon pun muncul ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *