Minggu , 27 Mei 2018

GOGON MENINGGAL SAAT MERIAHKAN PILKADA LAMPUNG

 

Gogon ‘Srimulat’ semasa hidup.

 

thejak.co – Panggung lawak Tanah Air kembali berduka. Pelawak Gogon ‘Srimulat’ meninggal mendadak. Ia meninggal saat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Kota Bumi, Lampung Selasa (15/5) pukul 05.00 WIB. Gogon menghembuskan nafas terakhir di usia 58 tahun.

Gogon meninggal setelah diajak tampil untuk sebuah acara yang berhubungan dengan Pilkada di Lampung. Menurut Kadir, rekannya itu meninggal karena serangan jantung. Kadir yang ikut serta dalam acara bersama Didi Kempot itu menceritakan kronologi meninggalnya Gogon Srimulat.

Sepengetahuan Kadir, kondisi ‘Gogon Srimulat’ memang tak seperti biasanya. Selama manggung, Gogon tampak pucat dan napasnya terdengar berat.

“Kemarin itu main sama saya di Lampung. Tapi ya gitulah napasnya sudah berat banget. Dia ikut grup Didi Kempot. Acaranya untuk kampanye bupati pertahana di sana,” ungkap Kadir saat dihubungi melalui telepon, Selasa (15/5).

“Saya jam delapan malam pulang menggunakan mobil. Kampanye kan siang sampai jam lima sore. Gogon ‘Srimulat’ tetap tidur di hotel,” ia menambahkan.

Menjelang pagi di hotel, anak Gogon Srimulat memberi tahu Didi Kempot bahwa sang ayah pingsan. Keduanya pun langsung melarikan Gogon Srimulat ke rumah sakit. Setelah itu, Didi Kempot langsung bergegas pergi ke bandara untuk mendapatkan penerbangan pagi.

“Salah satu anak Gogon kan ikut mengawal. Jam lima pagi si anak Gogon bangunkan Didi Kempot. Papa pingsan, katanya. Diajak ngomong diam saja, lemas,” ujar Kadir.

“Akhirnya Didi Kempot inisiatif bawa ke rumah sakit. Dipanggilkan ambulans. Karena Didi mengejar pesawat, ya sudah dipikir cuma pingsan saja. Asisten Didi suruh temani dengan anaknya Gogon di rumah sakit,” imbuhnya.

Sementara menurut asistennya, Item Sahifah, Gogon sempat menyampaikan pesan terakhirnya. Kata sosok kelahiran 31 Desember 1959 itu, “hidup tidak pernah bisa ditentukan.” “Semua harus siap, dan kalau saya sewaktu-waktu setelah tampil meninggal, teman-teman media tolong dikabari, dan kalian semua yang rukun,” ia melanjutkan, dalam bahasa Jawa.

Benar saja, Gogon meninggal setelah pentas bersama musisi campursari Didi Kempot. Jenazahnya langsung diterbangkan ke Solo, Jawa Tengah menggunakan pesawat terbang. Sang pelantun Stasiun Balapan itu pun mendampinginya. Jenazah Gogon rencananya dimakamkan di kampung halamannya, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (16/5).

Sahifah menyampaikan informasi itu di rumah duka, Dukuh Bungur Ireng, Desan Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Sahifah mengaku mendapat kabar meninggalnya Gogon pertama kali dari putra sulung sang pelawak, Ari Mustika melalui pesan singkat. Ari kebetulan mendampingi ayahnya manggung di Lampung. “Mas, Papa meninggal,” demikian bunyi pesan singkat itu.

Sahifah awalnya menduga Gogon kelelahan. Selama 13 tahun mendampingi personel Srimulat itu, ia memahami bahwa banyak pekerjaan sering membuat Gogon kelelahan. Sebelum ke Lampung, Gogon memang pentas di Semarang dan Bandung. Ia lalu sempat pulang sejenak ke Boyolali, namun langsung bertolak ke Lampung.

“Mas Gogon mengalami kecapaian karena bekerja. sering mengalami sesak napas. Mas Gogon itu seniman pekerja keras dan tidak pernah mengeluh,” ujarnya di rumah duka. Gogon disebutnya sebagai sosok yang tekun dan tidak pernah merasakan lelahnya.

Pada 2016, Gogon sempat berkata ia sebenarnya sudah ‘dipanggil’ Tuhan. Namun saat itu semua orang menyangka konteksnya adalah bercanda. Ia pun disambut tawa.

“Pak Asmuni sebagai sesepuh sudah dipanggil, Pak Timbul dipanggil, kemarin belum lama Mas Mamiek juga sudah dipanggil,” ujar Gogon sembari menangis. Ia melanjutkan sembari berseloroh dan disambut tawa, “Saya dipanggil, tapi saya enggak dengar.” ADT

Share

Check Also

Penyanyi Innes Baladiva Bocorkan Manfaat dari Hipnotis

Belum lama ini adegan hipnotis kerap meramaikan layar kaca televisi Indonesia. Berbagai respon pun muncul ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *