Selasa , 19 Juni 2018

Bikin Malu, Anies Harus Tertibkan Yuli Hartono Cs

Kepada Dinas Perindustrian dan Energi (PE) Yuli Hartono.

thejak.co – Mencuatnya pemasangan pohon imitasi di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka, Jakarta Pusat ‘menggoyang’ Anies-Sandi disaat Ramadhan.

Padahal, pohon-pohon palsu tersebut stok lama milik Sudin Perdagangan dan Energi Jakarta Pusat yang pengadaannya jaman Gubernur Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok.

Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, telah mengingatkan Anies-Sandi agar segera melakukan mutasi karena 80 persen pejabat di lingkungan Pemprov DKI merupakan loyalis mantan Gubernur Ahok, dan di antara mereka bahkan dikabarkan masih sering berkomunikasi dengan mantan gubernur bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama itu.

Sugiyanto bahkan mengatakan, jika Anies-Sandi lamban melakukan mutasi, mereka menempatkan dirinya dalam masalah besar karena para loyalis Ahok itu dapat melakukan pembusukan dan penggembosan.

“Mereka juga bisa memberikan masukan-masukan yang salah, sehingga kebijakan Anies-Sandi akan menjadi kontraproduktif, dan program-programnya tidak berjalan maksimal,” katanya saat berbincang

dengan The Jak kemarin.

Sugiyanto mengungkapkan mencuatnya kasus pohon-pohon palsu itu membuktikan bahwa sinyalemen yang ia ungkapkan nyata adanya.

“Terkait pohon palsu, kadis DPE Yuli Hartono dan Kasudin PE Jakpus Iswandi harus bertanggungjawab karena telah mencorreng wibawa pemerintahan Anies-Sandi. Dan pencopotan terhadap kedua pejabat tersebut adalah ganjaran yang sangat pantas,” tegasnya.

Pimpinan DPRD DKI menyoroti polemik pohon imitasi yang dipasang di trotoar Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Pasalnya, belakangan terkuak bahwa pemasangan pohon lampu palsu tersebut merupakan ulah Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi (Kasudin PE) DKI Jakarta Pusat, Iswandi tanpa berkoordinasi dengan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik juga geram terkait viral pohon palsu. Ia menilai langkah Iswandi tersebut offside dan menunjukkan sikap tanpa loyalitas kepada pimpinan. Akibatnya, Pemprov DKI harus menanggung protes bernada cibiran warganet di jagat media sosial.

“Ya, dia (Kasudin PE) offside,” kata Taufik saat dikonfirmasi wartawan kemarin.

Karena itu, Taufik meminta agar Anies-Sandi bersikap tegas dan segera menertibkan anak buahnya di lingkungan Pemprov DKI yang terbukti tidak loyal.

“Ganti lah, (yang tidak loyal) copot saja,” ujar Taufik dengan nada geram.

Seperti diketahui, pasca menjadi viral dimedsos bagian kalangan menuding Pemprov DKI saat ini melakukan pemborosan APBD terkait pengadaan pohon imitasi alias plastik.

Padahal pengadaan pohon plastik tersebut dilakukan era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan harga per buahnya mencapai Rp 8 juta.

Hal itu diakui Kepala Suku Dinas Perindustrian dan Energi Jakarta Pusat Iswandi.

“(Ada) 63 set, nilainya Rp 8 jutaan satuannya,” kata Iswandi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (1/6).

Iswandi menjelaskan, berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA), lampu, pohon dan alat kelengkapan lainnya dianggarkan Rp 1,4 miliar.

Anggaran itu mencakup salju meteor dan light strip.Menurutnya, pohon tersebut biasanya digunakan dalam acara-acara DKI atau nasional yang digelar di ibu kota.

Sebelumnya pohon tersebut pernah dipakai dalam acara Betawi di Setu Babakan, Jakarta Selatan pada 2017.Perihal pohon plastik tersebut sempat viral dan menuai kritik karena dianggap mengganggu pedestrian di kawasan Sudirman-Thamrin.

Seharusnya, kata Iswandi, pohon-pohon itu dipasang di trotoar yang memiliki lebar lima meter.Sementara yang mengganggu pedestrian itu adalah pohon yang ditempatkan di depan Hongkong Bank dan Bank Indonesia.

“Cuma dua itu yang jadi viral sehingga dianggap yang lain juga demikian,” pungkasnya. DRI/JJ

Share

Check Also

Bergaya Oposisi ke Anies-Sandi, Gerindra Disarankan Tak Calonkan Iman Satria di 2019?

thejak.co – Partai Gerindra disarankan tidak lagi mencalonkan Iman Satria di Pemilu 2019. Ketua Komisi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *