Selasa , 19 Juni 2018

Cawalkot Rahmat Effendi Dilaporkan ke Bawaslu Atas Dugaan Ijazah Palsu

Calon Walikota Bekasi, Rahmat Effendi

Thejak.co.id-Ketua tim advokasi pasangan calon Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus, Bambang Sunaryo melaporkan dugaan penggunaan ijazah palsu calon walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu cawalkot Rahmat Effendi alias Pepen di SMA SMA N 52 Jakarta Utara ini pernah mencuat tahun 2015 lalu, tetapi pihak kepolisian memberhentikan kasusnya.

Saat memberikan keterangan, Ketua tim advokasi pasangan calon Nur Supriyanto dan Adhy Firdaus mengatakan sudah melaporkan kasus ini ke Bawaslu. Ada pun bukti-bukti yang dibeberkan diantaranya surat dari Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

“Kita serahkan fatwal ke Bawaslu RI dugaan pemalsuan ijazah palsu SMAN 52 Jakarta Utara, ada fakta baru yang kita temukan,” ungkapnya.

Saat ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke Bawaslu RI berkaitan dengan ijazah Rahmat Effendi sesuai dengan Peraturan KPU nomor 4.“Bukan tindak pidana yang kita laporkan, tetapi pelanggaran Pilkada sesuai dengan PKPU nomor 4,” tukas Bambang.

Dia juga menyebut soal klaim pihak Pepen yang mengatakan bahwa kasus dugaan ijazah palsu sudah SP 3 di Mabes Polri menurut dia hal tersebut tidak benar.

“Sebenarnya itu bukan pemberhentian penyidikan, itu surat yang dikeluarkan hanya pemberitahuan penghentian penyidikan, beda dengan penghentian penyelidikan,” katanya.

Sementara itu ketua tim sukses pasangan calon Rahmat Effendi-Tri Adhianto, Solihin meminta kepada pihak lawan agar adu program dan tidak melakukan cara-cara yang seperti ini. “Jadi gini kontek ijazah palsu sudah SP3, KPU saja menyatakan tidak ada masalah dengan ijazah Pepen, buktinya dia sah menjadi calon walikota,” ungkapnya.

Dia juga mempertanyakan mengapa pihak lawan politiknya seakan-akan mencari-cari kesalah Pepen. ”Jadi ini bulan puasa,  jangan semua masuk ranah politik, tabayun itu baik, memfitnah itu tidak benar,” katanya.

“Yang dilakukan oleh tim Nur-Adhy adalah bentuk kepanikan karena mau kalah di Pilkada Kota Bekasi dengan pak Pepen. Ini orang panik. Kalau pilkada seperti ini maka tidak ada edukasi politik, klo mau rebut kekuasaan itu dengan bijak dan santun, jangan seperti ini, dan perlu diingat yang terpilih warga Kota Bekasi. Ini bentuk kepanikan karena survei mereka tidak naik-naik,” tandasnya. SEP

Share

Check Also

Oknum Guru SD di Kota Depok Jadi Predator Seks Anak

Thejak.co.id- Sungguh bejat kelakuan  WA, oknum guru di SDN Negeri Tugu 10 Kota Depok. Dia diduga ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *