Selasa , 19 Juni 2018

“Ajak Main Golf Pejabat, Dieksekusi di Lantai 16 Blok G”

Tom Pasaribu, Direktur Eksekutif KP3I

 

Thejak.co–Orang dekat Wagub  DKI Jakarta Sandiaga Uno yang diduga melobi pejabat dalam rangka mutasi di lingkungan Pemprov, ternyata tak hanya yang berinisial ‘P’ seorang, melainkan ada beberapa.

“Selain P, juga ada yang berinisial A dan T,” jelas Tom Pasaribu, mantan Presidium Relawan Anies-Sandi (PRASS) kepada wartawan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (6/6/2018).

Ia menegaskan, karena inilah pada 30 April 2018 lalu Sekda Saefullah mengeluarkan surat edaran yang isinya mengingatkan bahwa untuk mutasi tidak ada imbalan dan dilakukan melalui Sidang Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjab).

Tak hanya itu, keberadaan ketiga orang itu juga yang membuat Gubernur Anies Baswedan gamang untuk melakukan mutasi pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), karena Anies sudah tahu sepak terjang P dan kawan-kawan yang memberikan janji-janji kepada pejabat yang dilobi.

“Karena hal ini, sedikit banyak hubungan Anies-Sandi mulai bertolak belakang,” imbuhnya.

Direktur eksekutif Komite Pemantau Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3I) ini menegaskan, sejak setelah Pilgub DKI 2017 digelar, ia telah mengingatkan kepada Sandi agar jangan sampai ada praktik-praktik tak terpuji seperti ini karena janji-janji yang diberikan belum tentu terlaksana mengingat mutasi di Pemprov DKI dilakukan melalui mekanisme di Panitia Seleksi (Pansel) dan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan).

“Atas peringatan ini, Sandi dan P berjanji tak mengulangi pola-pola jelek tersebut, namun ternyata kian ke sini malah makin ganas,” sesal Tom.

Aktivis senior ini menegaskan, hasil lobi-lobi yang dilakukan P dan kawan-kawan terhadap pejabat di lingkungan Pemprov DKI, termasuk dengan cara diajak bermain golf, dieksekusi di lantai 16 Blok G Kompleks Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

“Saya tahu persis soal itu,” tegas Tom.

Aktivis senior ini pun mengingatkan Sandi agar menghentikan kelakuan orang-orang dekatnya itu, karena kelakuan orang-orang itu dapat menimbulkan citra buruk bagi pemerintahan dirinya dan Anies, dan bahkan dapat mengganggu jalannya pemerintahan itu karena saat ini pun, akibat kelakuan P dan kawan-kawan, rencana mutasi tertunda-tunda.

Tom mengancam, jika Sandi tak mengindahkan peringatan ini, ia akan menarik dukungan untuknya. “Sebagian teman-teman di PRASS yang dipimpin Pak Boy Sadikin, juga menyatakan akan menarik dukungan kalau hal ini terus berlanjut. Begitupula dengan beberapa organisasi yang selama ini mendukung Sandi,” tegasnya.

Aktivis yang akrab disapa Tompas ini mengakui, ia tidak melarang siapa pun mencari rejeki, tapi jangan menggunakan cara-cara tak terpuji; mengklaim apa yang dilakukan demi kepentingan masyarakat, namun ternyata untuk kepentingan pribadi.

“Saya mengancam, kalau Sandi tak dapat menghentikan kelakuan orang-orang dekatnya, akan saya bongkar lebih banyak lagi. Bahkan kalau perlu P dan kawan-kawannya saya laporkan ke KPK karena apa yang mereka lakukan bisa berindikasi pemerasan,” tegasnya.
DRI

 

Share

Check Also

Untuk Pemimpin Baru 2019, APKLI Deklarasikan Poros Rakyat Kawula Alit

  Thejak.co -Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) mendeklarasikan poros Rakyat Kawula Alit indonesia Untuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *