Senin , 20 Agustus 2018

Oknum Guru SD di Kota Depok Jadi Predator Seks Anak

Ilustrasi

Thejak.co.id- Sungguh bejat kelakuan  WA, oknum guru di SDN Negeri Tugu 10 Kota Depok. Dia diduga  melakukan pelecehan seksual kepada puluhan murid laki-lakinya.

Menurut pengakuan orang tua korban berinisial LY, anaknya menjadi salah satu korban dari puluhan korban lainya yang duduk di bangku kelas VI.

“Pengakuan anak–anak yang saya tanyai, mereka ditekan oleh gurunya untuk membuka celana mereka supaya nilainya naik. Kalau tidak mau nanti diturunin nilainya. Setelah menuruti permintaan oknum guru berinisal WA, kelamin mereka disentuh, ada yang di tepok dan lain-lain,” ungkap LY kepada Thejak, Rabu (6/6).

Menurutnya, Seluruh korban yang merupakan siswa kelas VI, tak berani untuk menolak perintah oknum guru tersebut. Menurut LY, para korban seluruhnya berjenis kelamin pria dan WA juga pria.

WA diduga sudah melakukan aksinya berulang kali, sebab ketika ditanyai oleh LY. Ada anak yang sudah di lecehkan sejak kelas V hingga kelas VI. Ada juga yang baru sekali dilecehkan. Yang membuat LY heran, mengapa WA bisa dengan leluasa melakukan aksinya di ruangan sekolah. Pada jam pelajaran tanpa diketahui oleh guru maupun wali kelas yang lain.

“Kemungkinan WA sudah dua tahun ini melakukan tindakan bejadnya, karena salah seorang alumni SD itu mengaku ke saya juga pernah menjadi korban WA. Tapi tidak berani melapor ke orangtuanya,” tutur LY.

LY berkeyakinan, seluruh siswa kelas 6 yang terdiri dari dua kelas menjadi korban WA. Dia juga mendapat pengakuan dari seorang korban yang mengatakan WA bukan hanya melakukan aksinya di ruang kelas saja tetapi juga di luar kelas. “Ada yang mengaku dilecehkan saat kamping sekolah dan mayoritas mengaku dilecehkan saat jam istirahat sekolah,” sambungnya.

WA juga diketahui sering mengiming–imingi korbanya dengan meneraktir jajan, mengajak nonton dan berbagai kegiatan lainya sehingga korban menurut.

“ Ada juga orangtua siswa yang mempercayakan anaknya kepada WA sebagai guru ngajinya, dan anaknya sering diajak pergi oleh WA tanpa dicurigai. Menurut saya tindakan WA persis seperti kasus Emon” katanya.

LY berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Depok  bersama puluhan orang tua korban yang lain. Mereka merasa tidak ada penyelesaian yang dapat diberikan oleh pihak sekolah yang terkesan ingin menutup nutupi kasus tersebut.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Namun, pihak sekolah hanya menyarankan kami untuk menjaga nama baik sekolah serta menjaga nama orang tua korban. Tanpa memberi solusi maupun sanksi untuk WA,” bebernya.

Menimpali kejadian ini, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Depok, Tinte Rosmiati menyebutkan, dalam Pasal 54 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Jelas bahwa para tenaga pendidik (Tendik) berkewajiban melindungi para peserta didik di lingkungan sekolah dan di luar sekolah dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). HEN

Share

Check Also

DPRD Kota Bekasi Menggelar Sidang Paripurna Istimewa Pengesahan Walikota & Wakil Walikota Terpilih

Thejak.co.id-Akhirnya pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota resmi menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bekasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *