Jumat , 17 Agustus 2018

Polri Masih Telusuri 40 Masjid yang Diduga Disusupi Paham Radikalisme dan Intoleransi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno

thejak.co – Sebanyak 40 masjid di Jakarta diduga disusupi paham radikalisme dan intoleransi. Polri akan menelusuri informasi itu.

“Saya cek dulu. Saya tidak punya datanya,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di kantornya, Jakarta, Kamis (7/6).

Setyo belum bisa berkomentar banyak soal data tersebut. Termasuk mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas penyebaran paham radikal dan intoleransi yang dimaksud.

“Kalau masjid kan ada DKM (pengurus masjid). Nanti kita cek. Kan kita belum tahu,” ucap Setyo.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut ada 40 masjid di wilayahnya yang terpapar radikalisme dan intoleransi. Namun Sandiaga enggan membeberkan masjid-masjid tersebut dengan alasan mencegah perpecahan.

Pernyataan Sandi dikuatkan Kepala BIN Jenderal Purnawirawan Polri Budi Gunawan. BG mengakui, 40 masjid dan pondok pesantren itu dalam pantauan lembaganya.

BG juga enggan menyebut masjid-masjid yang terpapar paham radikal itu dengan alasan, data tersebut bukan konsumsi publik.

Sementara Wakil Presiden yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla mengaku belum menerima data masjid yang terpapar radikalisme.

Sandiaga Uno mengatakan Pemprov DKI telah memiliki data 40 masjid Jakarta yang dicurigai disusupi paham radikal dan intoleransi. Namun, Sandi tidak dapat membeberkan nama masjid yang dimaksud.

“Ini data yang kami pegang tentunya kami akan pastikan bahwa ada pembinaan, tapi kami tidak bisa mengumbar nama masjidnya,” kata Sandi di Balai Kota Jakarta.

Sandi memastikan Pemprov DKI akan melakukan pembinaan di masjid-masjid yang diduga terpapar radikalisme.

“Sudah terpantau dan kami akan berikan pembinaan, tentunya pendekatan tersendiri karena tentunya ini tugas kita sama-sama untuk memastikan tidak ada radikalisasi di DKI. Dan tidak ada paham-paham yang mendorong ke ekstremisme di DKI,” jelasnya.

Beberapa ciri masjid radikal, menurut Sandi, adalah masjid yang menyebarkan paham kebencian. “Mungkin dari ujarannya yang memecah belah, kebencian dan sebagainya,” ucapnya.

Namun Sandi tidak dapat menjelaskan spesifik soal ciri masjid yang disusupi radikalisme dan intoleransi. Termasuk masjid yang sempat menolak memandikan jenazah. “Kalau spesifiknya kita tidak bisa pastikan seperti itu,” tutupnya. BCR/AZS

Share

Check Also

Kejati DKI Dalami Kasus Dugaan Kolusi Rehab Sekolah Rp 400 M

thejak.co – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, saat ini, membenarkan sedang melakukan pendalaman kasus ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *