Senin , 18 Juni 2018

SOTR DI KEMANG MAKAN KORBAN

 

thejak.co РSahur on the road (SOTR) di Kemang, Jakarta Selatan, berujung tawuran. Akibatnya,  Remaja bernama Pedro Leonardo Pamanda (17) tewas dibacok.

“Luka bacok senjata tajam di punggung kanan tembus paru-paru,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.

Saat itu Pedro yang merupakan alumni SMAN 29 Jakarta sedang melaksanakan STOR bersama siswa lainnya. Mereka sempat bentrok dengan kelompok SOTR lainnya di daerah Kemang.

Mereka kemudian berputar-putar membagikan makanan. Setelah itu mereka hendak kembali ke sekolah. Mereka sempat berhenti di dekat SMP 19, Jalan Kerinci, Kebayoran Baru, Jaksel, untuk makan sahur. Saat itu mereka diserang gerombolan bermotor sekitar pukul 04.00 WIB.

“(Mereka) berhenti untuk makan sahur tiba-tiba diserang oleh sekelompok anak-anak sekitar 40 motor. Setelah menyerang rombongan pelaku lalu kabur,” ujar Argo.

Selain Pedro, alumni SMAN 29 Jakarta lainnya, Muhamad Biqi Afath (18) juga mengalami luka di bagian punggung. Saat ini Biqi dirawat di RS Pertamina.

Sementara itu, kegiatan sahur on the road (SOTR) para pemuda semakin menunjukkan fenomena yang negatif. Dini hari tadi, dua orang pemuda ditangkap gara-gara bawa sabu saat mengikuti kegiatan SOTR di Gajah Mada, Tamansari, Jakarta Barat.

“Kedua pelaku kami amankan setelah anggota mencurigai gerak-geriknya yang mencurigakan,” kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendiz.

Kedua pria itu adalah AC (35) dan AR (25). Keduanya diciduk Polisi Antinarkoba Polres Metro Jakbar saat mengikuti kegiatan SOTR di kawasan Gajah Mada, Tamansari Jakarta Barat, Sabtu (9/6) dini hari tadi.

“Saat kami lakukan penggeledahan, keduanya terbukti membawa narkotika jenis sabu seberat 30 gram,” ucapnya.

Di bulan Ramadan ini, Polres Metro Jakbar terus melakukan patroli gabungan untuk mencegah gangguan kamtibmas, termasuk salah satunya kegiatan SOTR yang sudah banyak menyimpang. Dalam patroli semalam, polisi menemukan keduanya dalam rombongan SOTR dan gerak-geriknya terlihat mencurigakan.

Keduanya kemudian digeledah dan didapati satu paket sabu dalam bungkusan rokok yang disimpan dalam keresek. Total ada 30 gram sabu.

Hasil interogasi tim di lapangan, keduanya mengaku sabu tersebut didapat dari seseorang yang tidak dikenal di gang di sekitar Stasiun Poris. “Menurut pengakuannya, sabu tersebut akan dijual di daerah Kota,” ucapnya.

Selain 30 gram sabu, polisi juga menyita ponsel dan sepeda motor yang digunakan sebagai transportasi untuk transaksi. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 jo 132 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan kegiatan patroli dilakukan di titik-titik rawan gangguan kamtibmas pada tiap malam hingga jelang lebaran nanti. Patroli dilakukan untuk mengantisipasi pelaku kejahatan jalanan, narkotika hingga kejahatan terorganisir.

“Kami ingin membuat masyarakat khususnya yang ada di kawasan Jakarta Barat merasa aman di bulan Ramadan hingga lebaran nanti, sehingga patroli akan terus kami tingkatkan,” tutur Hengki. NH

Share

Check Also

Public Trust Naik 47,5%, Penghimpunan BAZNAS Lampaui Target

  THEJAK – Seiring perbaikan di berbagai sektor, peningkatan pelayanan dan kampanye kesadaran zakat yang ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *