Senin , 24 September 2018

Jika Hari Ini Pilkada Jabar, Paslon Asyik Dipastikan Menang

thejak.co – H-3 pelaksanaan Pilkada serentak 2018, Pusat Kajian Opini Publik (Puskopi) kembali mengadakan polling guna mengetahui pilihan masyarakat Jawa Barat, terhadap 4 Pasangan Calon (Paslon) Gubernur – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar). Dalam penelitiannya, Puskopi melibatkan 1.769 warga Jawabar yang memiliki Hak Pilih. Adapun pelaksaanan survey tersebut yakni pada tanggal 17 – 23 Juni 2018, dengan metode Multistage Random Sampling. Sehingga secara Proposional Peserta Pooling tersebar sesuai jumlah besaran  prosentase DPT di setiap Kabupaten/Kota Jabar.

“Survei tersebut memiliki Margin of Error sebesar -/+ 2.33 % dengan Tingkat Kepercayaan 95 persen,” ujar Koordinator Data Polling  Puskopi Andre gunawan, Senin (25/6).

Tiga hari jelang Pilkada Jabar, kata Andre, ditemukan bahwa saat ini baru 69,9 persen warga yang mendapatkan surat undangan ke TPS pada tanggal 27 Juni nanti. “Jika sampai H-1 tidak mencapai 100 persen, ada kemungkinan Pilkada Jawa Barat berpotensi kecurangan. Seharusnya H-7 sudah mencapai di angka 90 persen distribusi kartu suara,” tandasnya.

Dan ketika responden ditanyakan soal pasangan Gubernur – Wakil Gubernur yang akan dipilih jika Pilkada digelar hari ini kata dia, dari 1.769 responden ternyata 33,9 persennya mengaku akan memilih pasangan calon nomor urut 3 Sudrajat -Ahmad Syaikhu.

“Sementara diurutan kedua pasangan Deddy Mizwar- Dedi Mulyadi mendapat penilain sebanyak 29.3 persen, Ridwan Kamil – UU Ruzhanul Ulum sebanyak 23,3 persen dan pasangan yang diusung Partai PDI-Perjuangan TB.Hasanuddin -Anton Charliyan hanya dipilih sebanyak 10,7 persen. Dan sisanya sebanyak 2.8 persen tidak menjawab,” jelasnya.

Dengan demikian kata Andre, sudah dapat dipastikan pasangan Sudrajat -Ahmad Syaiku bakal menang di Pilkada Jawa Barat. “Namun tetap saja, pasangan Asyik tidak boleh lengah, karena potensi kecurangan Pilkada di Jawa Barat sangat dimungkinkan terjadi. Pasangan Deddy Mizwar- -Dedi Mulyadi Juga tidak boleh dianggap remeh, karena masih selisih di bawah 5 persen dengan Pasangan Sudrajat -Ahmad Syaiku,” imbuhnya.

Sementara itu kata dia, untuk pasangan calon Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum ia menilai sulit untuk menang, karena banyak isu negatif yang menimpanya, misalkan isu dugaan keterkaitan dia dengan kasus korupsi dana hibah Pemerintah Kota Bandung, yang diberikan kepada Bandung Creative City Forum (BCCF) pada 2012 lalu sebesar Rp1,3 miliar. Sebab saat itu dia menjabat sebagai Ketua BCCF.

“Ridwan Kamil juga terkena terpaan sebagai calon yang diusung oleh Parpol yang mendukung ‘Penista Agama’, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,” bebernya.

Begitu juga nasib pasangan TB Hasanuddin – Anton Charliyan yang memiliki tingkat keterpilihan paling rendah, karena pasangan ini kata dia terkena terpaan isu medsos bahwa partai pengusungnya sama dengan partai yang mengusung Ahok. “Dan Anton Charliyan Juga dikenal sebagai mantan Kapolda Jabar yang pernah mentersangkakan Habib Rizieq. Tapi faktanya, kasus Habib Rizieq saat ini sudah di SP3 kan,” pungkasnya. (DED)

Share

Check Also

Geruduk MK, Mahasiswa Tuntut Presidential Threshold Dibatalkan

  THEJAK – Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Lintas Kampus melakukan unjuk rasa ke Gedung Mahkamah Konstitusi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *