Senin , 16 Juli 2018

Anak Buah Anies Nggak Becus Urus Asian Games

 

Anies Baswedan saat diwawancara.

thejak.co – Jelang perhelatan Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi DKI kurang sigap. Pasalnya, masih banyak infrastruktur yang belum diselesaikan. Dikuatirkan pelaksanaan Asian Games bisa amburadul.

Berdasarkan pantauan, sejumlah perbaikan trotoar masih belum rampung di kawasan Sudirman-Tharim, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Asian Games tinggal bulan depan, tetapi pembangunan pedestrian II Jenderal Sudirman-‘Ihamrin masih amburadul. Banyak bahan bangunan masih berserakan karena pekerjaan memperindah tempat orang berjalan kaki itu belum selesai.

Mestinya, waktu sisa sebulan ini tinggal beres-beres, bersih-bersih, dan setidaknya sudah finishing. Akan tetapi, kondisinya masih jauh dari finishing.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih lambat membenahi pedestrian. Padahal, Jakarta akan kedatangan atlet-atlet dari berbagai negara. Meski tinggal menghitung hari, kawasan Sudirman-Thamrin terpantau masih berantakan.

Asian Games bukan sekadar ajang menggelar prestasi olahraga, tetapi juga mempertaruhan nama bangsa sebagai tuan rumah.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merencanakan perluasan trotoar di jalan Sudirman-Thamrin hingga 5,5 meter, dengan target lebar mencapai 9-12 meter.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menargetkan seluruh pengerjaan revitalisasi jalur pedestrian di sepanjang koridor MH Thamrin akan rampung pada 31 Juli 2018. Pengerjaan revitalisasi merupakan pekerjaan rumah Pemprov DKI serta PT MRT Jakarta.

Begitu juga ketidak siapan lokasi venue untuk Asian Games 2018. Karena  tidak dapat ditempuh dalam waktu 34 menit dari lokasi wiswa atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan target waktu tersebut belum dapat dipenuhi karena masalah jarak, bukan macet atau lalu lintas.

“Tidak jadi masalah (tidak sesuai target waktu tempuh 34 menit) dan itu sudah dari awal disampaikan kendalanya bukan karena kemacetan, bukan karena lalu lintas, tapi kendalanya karena jarak,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Anies mengatakan sempat mengusulkan untuk memindahkan atlet ke hotel. Tapi usulan tersebut tidak sesuai peraturan dari OCA.

“Titik-titik ini, yang tiga ini, tidak mungkin dan saya sudah bicarakan dengan Inasgoc. Ketentuan dari OCA itu mengharuskan atlet tinggal di wisma atlet,” jelas Anies.

Tiga dari delapan rute yang tidak mencapai target waktu 34 menit adalah venue golf di Pondok Indah, venue di Cibubur, dan venue silat di TMII. Anies mencontohkan, dari wisma atlet ke venue golf di Pondok Indah berjarak sekitar 42 kilometer.

“Dari wisma atlet sampai ke Pondok Indah itu 42 kilometer, jadi 42 kilometer itu dengan kecepatan yang aman tidak mungkin bisa dijangkau dalam waktu seperti itu,” jelasnya.

Anies memastikan persiapan Asian Games terus dikebut. Menurutnya, semua pengerjaan venue ditargetkan selesai pada 22 Juli mendatang. “Jadi kita sesuai dengan jadwal nanti rute Sudirman sudah akan lurus, rata, rapi per 22 Juli,” tutur Anies.

Secara terpisa, Komisi III DPR melakukan kunjungan kerja ke Polda Metro Jaya. Kesiapan pengamanan polisi dalam menyambut Asian Games menjadi salah satu topik pembahasan Komisi III DPR dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis dan jajarannya.

“Hari ini kita kunjungan dalam rangka memantau persiapan Polda Metro dalam rangka Asian Games, bicara Asian Games, kesiapan-kesiapan Polda dalam pengamanan, itu kan lebih detail. Ini yang hari ini kita bicarakan dengan Pak Kapolda,” kata Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (9/7).

Desmond menerangkan kunjungannya itu tidak khusus membahas perkembangan kasus yang ditangani Polda. Namun, menurut Desmond, DPR ingin memastikan gelaran Asian Games aman dari ancaman aksi terorisme.

“Ada beberapa catatan, misalnya kasus-kasus, tapi tidak fokus, tapi hari ini lebih pada ke misalnya faktor keamanan, misalnya teror. Pesta ini kan masalah nama bangsa. Kalau sampai teroris bikin surat kaleng saja, ini kan bisa merusak, apalagi ada bom. Ini tentunya kami sebagai pimpinan Komisi III sejak awal kita antisipasi,” ujarnya.

Dia juga memuji Polda Metro Jaya di bawah kepemimpinan Irjen Idham Azis. Menurut dia, wajah Polda Metro lebih teduh.

“Saya pikir dengan kepemimpinan Pak Idham Azis hari ini jauh lebih smooth, lebih adem, tidak semua kasus ditangani dengan wajah-wajah yang sifatnya lebih keras. Sekarang wajah Polda berubah, agak lebih adem. Tentu ya harus kita apresiasi, dan tentunya persoalan nama baik bangsa pada saat Asian Games penting,” ujarnya.

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengonfirmasi jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang menyusul penutupan pendaftaran peserta pada 30 Juni 2018. Ini merupakan jumlah peserta terbesar dalam sejarah Asian Games.

“Data terakhir yang masuk pada kami, jumlah atlet peserta mencapai sekitar 11 ribu orang. Jika ada tambahan dari ofisial, jumlah total peserta akan mencapai sekitar 16 ribu orang. Jumlah itu melebihi target peserta yang kami perkirakan,” kata Ketua Inasgoc Erick Thohir.

Jumlah atlet terbanyak sebelumnya tercatat di Asian Games Guangzhou 2010, Cina, yang diikuti 9.704 peserta. Di Asian Games Icheon 2014, jumlah peserta 9.501. Jumlah cabang yang dipertandingkan tetap dipegang Asian Games 2010, yang mempertandingkan 42 cabang olahraga.

Erick mengatakan peningkatan peserta Asian Games dibanding perkiraan Inasgoc berarti kepercayaan 45 kontingen Asian Games terhadap Indonesia sebagai tuan rumah.

“Kami segera memetakan setiap tim akan berlatih di mana, lokasi pertandingan, serta layanan kepada atlet dan ofisial masing-masing kontingen,” kata Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu.

Jumlah peserta Asian Games 2018 itu, menurut Erick, meningkat 20 persen dibanding peserta pada Asian Games Incheon 2014. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan 40 cabang dengan 465 nomor pertandingan.

“Kami juga akan menyiapkan konsekuensi atas peningkatan 20 persen peserta itu, seperti katering, bus, penyiapan kursi penonton, dan lainnya,” kata Erick.

Inasgoc, Erick melanjutkan, juga akan berdiskusi dengan OCA dan federasi-federasi cabang olahraga Asia terkait dengan pertandingan cabang sepak takraw dan arena pertandingan kedua bagi cabang olahraga bola voli.

Asian Games 2018, yang digelar di Jakarta dan Palembang, akan dibuka pada 18 Agustus 2018. Pesta olahraga terbesar Asia ini akan ditutup pada 2 September 2018. Ini adalah kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah setelah Asian Games Jakarta 1962. NH

Share

Check Also

AWAS, JANGAN BELI BEDAK JOHNSON’S

  thejak.co – Awas, bedak merk Johnson & Jhonson bisa menyebabkan kanker rahim bagi perempuan. ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *