Senin , 16 Juli 2018

Gerakan #2019GantiPresiden Menarik Tapi Tidak Mendidik

Ilustrasi gerakan #2019GantiPresiden

thejak.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan waktu pendaftaran pasangan calon presiden-calon wakil presiden pada 4-10 Agustus 2018. Namun, jelang satu bulan memasuki pendaftaran belum diketahui pasangan calon yang akan bersaing.

Sejauh ini, baru presiden petahana Joko Widodo yang kemungkinan besar akan maju di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

Dosen dari President University, Muhammad AS Hikam, mengatakan partai oposisi kesulitan menampilkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden, karena implikasi dari aturan mengenai pilpres dan sistem politik yang diterapkan secara ambigu di Indonesia.

“Siapa lawan Jokowi adalah implikasi dari persoalan struktural di Indonesia pasca reformasi. Selama tidak diubah, maka akan diulang lagi. Sehingga, walaupun politik pemilihan presiden, implikasi terhadap kehidupan demokrasi akan sangat buruk,” ujarnya.

Menurut Hikam, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memberikan pilihan partai politik atau gabungan partai politik yang saat ini ada di parlemen mengusung capres-cawapres.

Sementara, aturan tidak membuka peluang untuk capres-cawapres independen. Hikam menilai, aturan itu mempersulit yang bukan petahana untuk mencalonkan diri. Sehingga, partai politik harus membentuk koalisi mengusung pasangan calon.

Namun, Hikam menuding, yang terjadi merupakan kartelisasi bukan koalisi. “Ini menjadi parpol seburuk apapun popularitas mempunyai monopoli di dalam pencapresan. Yang terjadi kartelisasi bukan koalisi. Dari kelompok mafia bersatu, walaupun bersatu tetapi bunuh-bunuhan juga. Mirip dengan koalisi di Indonesia. Kelihatan satu, tetapi kalau ada kepentingan bisa berantem,” tutur dia. DED

Share

Check Also

Airlangga Hartarto Gagal Jadi Cawapres Jokowi, Golkar Merapat ke Demokrat?

thejak.co – Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, melihat potensi Partai Golkar keluar dari ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *